mengundang masalah..
Friday, 12 September 2008
Abis baca blog-nya Mbak Suzie. Doi dulu salah satu sohib terbaik di SWA. Tergelitik dengan satu tulisannya, kalau umumnya, masalah yang terjadi dalam keseharian kita adalah karena kita mengundang masalah itu. That’s what happen now with me! Dibilang masalah ya, gak. Tapi gak masalah juga kok jadi berpengaruh sama stabilitas emosi. Gak jelas. Padahal sebagai orang yang mengaku well plan, semua yang aku putuskan, aku jalani sebenarnya sudah bisa teridentifikasi apa resiko dan konsekuensinya sejak awal. Masalahnya, ketika resiko dan konsekuensi itu udah di ujung jari, ada perasaan sulit untuk menerima semua itu dengan ikhlas sepenuh hati.
Kata orang kedewasaan seseorang, salah satunya diukur dari bagaimana dia menyelesaikan masalah. Betul banget. Dalam hal ini, aku sendiri merasa lima tahun terakhir ini sudah jauh lebih baik dibanding dulu. Biasanya sih kalo ada apa-apa, gue emang bête, sebel, kesel..Tapi suka gak lama. Apalagi masalah kecil-kecil. Bangun tidur pagi-pagi biasanya juga udah lupa. Sampai pada titik tertentu ternyata aku gak bisa easy going sama semua yang terjadi. Secara teori, aku udah tau. Harus A, sebaiknya B atau jangan bersikap C. But…ternyata, I’m just an human. Yang masih punya emosi dan perasaan yang kadang-kadang di melampui kendali pikiran dan tindakanku.
Mau ngadu sama Tuhan kayaknya malu (meskipun tetap kulakukan). Toh, aku yang salah, aku yang mengundang masalah ini muncul dalam kehidupanku. Aku sendiri yang menempuh “dosa” ini. Aku sendiri yang menentukan apa yang akan kulakukan. Kok tiba-tiba aku “menuntut keadilan” dariNya. Ini bukan accident kok, bukan ketidaksengajaan dan bukan karena aku tak berdaya upaya mencegahnya
Tapi aku gak punya tempat lain untuk bersandar dan berserah diri selain diriNYA, sebagai awal dan akhir dari segala urusan.









