seulawah..


Aceh Lon Sayang / Monday, May 19th, 2008

Kemarin, baru pulang satu workshop tentang mengelola hidup dan merencanakan masa depan. Badan rasanya mo rontok karena kegiatannya sampai dini hari. Terus terang, secara materi menurutku tidak ada yang bener-bener baru. Semua biasa, seperti training-training serupa sebelumnya atau kurang lebih karena hanya penerapan beberapa buku yang pernah kubaca. Yang baru, adalah kenal dengan orang orang sekantor yang sebelumnya belum kenal atau kalaupun kenal cuman tau wajah dan kalau ketemu pun hanya senyam senyum.

 

Sempet kepikir buat kabur, tapi ternyata sulit, mengingat lokasinya di Sekolah Perwira Polisi sekitar 2 jam dari Banda Aceh dengan penjagaan yang ketat.  Serunya, setiap saat kita bisa nonton calon polisi yang “disiksa” nyaris tanpa istirahat. Pagi-pagi mereka udah olahraga dengan training kuning meneriakkan yel yel sumbang. Setelah itu, ada kegiatan merumput alias kerja bakti. Kemudian setelah sarapan sepertinya kegiatan rutin latihan fisik dimulai. Prok..prok,..sepatu yang sama, seragam yang sama dan model kepala plontos yang sama. Itu berlangsung sampai siang. Waktu istirahat siang, calon calon pembela negara itu terlihat mojok di beberapa sudut ngamar alias ngaso. Beberapa diantaraya tampak tertidur pulas dengan ransel sebagai bantal.

 

Malam pertama dari dua malam disitu, kita dikagetkan bunyi meriam, granat, tembakan atau suara suara sejenisnya. Wow, ternyata mereka sengaja dikagetkan untuk latihan mendadak malem malem. Suaranya persis kayak perang beneran. Huh…sebel! Ganggu tidur orang aja.  Beberapa teman yang masih terjaga ikut-ikutan tiarap dan gak sedikit yang shock. Untungnya, dulu di belakang seulawahrumahku di Lahat sering dijadikan tempat latihan perang-perangan begini. Jadi aku gak terlalu kaget. Emang dasar udah ngantuk, ya tidur aja.

 

Yang gak boleh kelewat kalo kemana-mana adalah foto foto.. Yups! Inilah beberapa diantaranya! Satu lagi, si Alex Nardy temen setiaku selama acara itu, kerjanya hunting biar bisa foto sama kecengannya. Nyebelin banget, karena gue mendadak harus jadi paparazzi yang kudu bisa nangkep foto mereka berdua tanpa blitz.  Sayangnya, tuh cewek sangat sensitif sama kamera, jadi nyaris gak pernah kena tangkep kamera. But anyway..makasih ya lex, udah jadi my best buddy di acara yang nyaris membosankan itu.

(Visited 102 times, 1 visits today)
Share

2 Replies to “seulawah..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *