Jakarta Menyongsong Asian Games 2018


Obrolan / Friday, July 6th, 2018

Setelah eforia World Cup 2018, sekitar empat miliar mata penduduk Asia akan tertuju ke Indonesia. Jakarta dan Palembang akan disorot habis-habisan sebagai penyelenggara Asian Games 2018. Persiapan intensif sebagai Tuan Rumah telah dilakukan Indonesia sejak dua tahun terakhir. Kini, di hampir seluruh penjuru Ibukota kita sudah melihat eforia pesta olahraga terbesar di benua Asia ini. 

Tentu saja ini merupakan pekerjaan besar yang menjadi pertaruhan nama bangsa. Hampir seluruh Lembaga dan Kementerian Negara terlibat bahu membahu menciptakan kesuksesan Games 2018. Beberapa waktu lalu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, ada beberapa sukses yang ingin dicapai di perhelatan akbar ini, pertama sukses penyelenggaraan, kedua sukses ekonomi, ketiga sukses prestasi dan keempat, sukses administrasi.

Sukses Penyelanggaraan artinya; Asian Games 2018 berjalan dengan lancar, dari semua sisi, seperti venue, pelaksanaan pertandingan, infrastruktur pendukung hingga transportasi yang akan berpengaruh signifikan  pada mobilisasi atlet dan seluruh crew. Sedangkan sukses ekonomi; diharapkan ajang internasional ini memiliki multiplier effect bagi ekonomi Indonesia. Seperti pariwisata yang ikut terekspos, pemasukan dari tiket penonton, terbantunya usaha-usaha kecil dan menengah, naiknya okupansi bisnis bisnis hotel dan kuliner hingga penjualan merchandise. Sementara sukses prestasi, tentu saja kita wajib mendukung atlet-atlet nasional yang berlaga untuk membawa pulang medali. Terakhir, sukses administrasi, artinya semua kegiatan pada Asian Games, akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Semua tentu tidak menghendaki adanya penyimpangan-penyimpangan yang berujung bertambahnya pekerjaan KPK.

Nah, untuk mendukung kesuksesan itu, bagaimana sih kesiapan Jakarta sebagai lokasi utama? Banyak pastinya!. Bukan hanya mempercantik diri, menyiapkan venue pertandingan, memastikan fasilitas untuk para atlet terkendali dan tidak kalang paling penting adalah pengaturan kondisi lalu lintas agar perjalanan atlet menjadi lancar, nyaman, aman dan tepat waktu menjalani pertandingan.

Lalu, kenapa sih lalu lintas perlu pengaturan khusus? Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Jakata meskipun segala upaya menguranginya terus menerus dilakukan oleh Pemerintah. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang tentu saja berpengaruh terhadap arus lalu lintas. Sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia.  Kedua, ada standar internasional yang harus dipenuhi oleh penyelenggara terkait waktu dari hotel/penginapan atlet ke venue pertandiangan, yaitu maksimal 30 menit. Kebayang dong kalau nggak diatur, cukup nggak kira-kira waktunya bagi atlet yang menginap di Senayan dan harus berlaga di Padepokan Pencak Silat Taman Mini atau Stadion Pekansari Cibinong?

Oleh karena itulah, Kementerian Perhubungan melalui BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) meluncurkan tiga paket kebijakan transportasi untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Asian Games. Ketiga paket kebijakan yang mulai diujicobakan per tanggal 2 Juli 2018; adalah Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), Penyediaan Angkutan Umum serta kebijakan Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang (golongan III, IV, dan V).

Jangan kaget, kalau mulai Juli ini, skema ganji genap akan diperluas dan dengan durasi yang lebih panjang termasuk sabtu minggu. Secara tidak langsung, kebijakan ini juga mendorong masyarakat umum menggunakan fasilitas transportasi umum. Jangan khawatir, ratusan armada bus telah dipersiapkan bagi masyarakat umum dan wisatawan mancanegara. Mobil-mobil besar atau truck yang semula dibatasi jam-jam operasionalnya di tol-tol tertentu, kini juga diperluas ke jalur-jalur tol lain.

Ya, benar sebagai penduduk Jakarta dan sekitarnya, selama Asian Games 2018 kita memang harus “berkorban”. Mereka yang terbiasa nyaman dengan kendaraan pribadi, harus berpindah ke kendaraan umum. Yang terbiasa menggunakan jalur-jalur tertentu terpaksa harus mencari jalur lain.

Awalnya, pasti akan muncul ketidaknyamanan dan mungkin saja komplain, namun berbagai alternatif sudah disiapkan Kementerian Perhubungan, agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Jadikan ajang internasional –yang sangat langka dilakukan di Indonesia ini- sebagai sebuah kebanggaan. Sebagai informasi, kita pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1962. Ini saatnya negara kita kembali unjuk gigi di kancah olahraga internasional. Semoga semuanya membawa dampak yang positif terutama bagi perekonomian bangsa tercinta.

Salam,

Energy of Asia

Foto Foto:

Tim Kamadigital.com & Tim Humas BPTJ

(Visited 69 times, 1 visits today)

One Reply to “Jakarta Menyongsong Asian Games 2018”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *