Kalap di Black Friday, Arizona


Jalan Jalan / Thursday, December 3rd, 2015

Kunjungan saya ke Amerika Serikat tahun ini bertepatan dengan Thanksgiving Day. Banyak versi tentang asal muasal Thanksgiving Day. Salah satunya, konon Thanksgiving adalah perayaan panen hasil pertanian yang ditularkan oleh Inggris, yang pernah menjajah Amerika Serika yang intinya Thanksgiving adalah “Hari Bersyukur”. Orang Amerika biasanya merayakan hari ini dengan berkumpul keluarga, menyantap kalkun dan berbagi hadiah.  Nah, karena berbagi hadiah inilah, ada acara yang namanya Black Friday. Diskon gila-gilaan yang diikuti hampir seluruh toko dan pusat perbelanjaan. Mirip-mirip Midnite Sale di Jakarta, tapi ini gak cuma brand ternama di mall terkemuka, supermarket barang kebutuhan pokok pun ikut bergabung. Dan tentu saja harga barangnya tidak dinaikkan dulu baru didiskon :p

Rata-rata toko buka 24 jam dimulai dari  pukul 6 sore hari Kamis minggu ketiga November. Antrian panjang terutama di toko-toko barang bermerek tenar sampe mengular. Bahkan di beberapa negara bagian ada yang rela bermalam di pelataran untuk bisa menyerbu toko duluan. Kemarin, 23 November 2015 saya ikut-ikutan acara ini, bukan cuma belanja tapi juga ingin merasakan atmosfir yang mungkin hampir tidak ada di negara kita. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 8 malam dengan list toko-toko yang akan kami kunjungi. Tujuan pertama adalah mall yang menjual merek-merek ngetop seperti Victoria Secret, Clark, Body and Bath Works, Rampage dll. Lihat diskonnya memang bikin ngiler, dibanding harga di Jakarta bisa lebih murah hingga 50% dengan dollar yang saat ini cukup tinggi.

blackfriday1
belanja sampe mabok, Chandler Mall, AZ

Saya ikut-ikutan ngantri panjang di Victoria Secret, yang harganya memang turun banget. Satu item yang biasanya 18 dollar, bisa dibeli dengan harga sama tapi dapet bonus 3 item sekaligus alias beli 1 dapet 4. Gak beda jauhlah dibanding kita belanja pewangi di Indomaret. Hahahah.. Lumayan, selain memenuhi titipan temen (baca: dijual lagi), rasanya keren aja, kayak anak muda Jakarta, yang konsumtif beli barang asal bermerek kesannya jadi gaul, gaya dan kekinian. Padahal kualitasnya gak beda-beda jauhlah sama Wardah dan Viva. Hehehehe.. Antrian di Body and Bath Works pun tidak kalah gila, karena setiap beli 3 item, kita bisa mendapatkan 6 item sekaligus. Kebayang dong, cairan pencuci tangan instan yang di Jakarta sempat heboh dan 1 botol kecil dihargai hingga Rp 40 ribu, disini cuma dijual 1 dollar. Kalapp!

Berikutnya, kami menyambangi Factory Outlet merek-merek premier yang kalau di Jakarta gerainya hanya ada di mall-mall mentereng seperti Plaza Indonesia dan Senayan City. Karena konsep lokasinya seperti kompleks pertokoan, otomatis antrian dimulai sejak diluar toko alias outdoor dan suhu saat itu cuma 4 derajat celcius dan waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, saudara-saudara!!! Brrrr….bayangin dinginnya.  Saya sama sekali bukan penggila tas bermerek, tapi saya bersyukur berhasil mendapatkan barang titipan (jualan again) sebuah tas merek tenar seharga kurang dari 3 juta, yang di Jakarta bisa sampe Rp 8 juta! Untuk titipan dengan harga lumayan gede begini, tentu saja si penitip harus mentransfer duluan dananya ke saya (gakmaurugi dotcom). Asyiknya lagi, karena saudara saya pun membeli beberapa titipan orang lain, saya kecipratan bonus 1 tas juga yg nyaris free!! Yuhuuu…bisa pamer tas baru kayak Teteh Syahrini! (Tangan kanan bawa tas keren bermerek, tangan kiri tetep bawa kantong kresek item, karena sayang tas bagus gak bisa nampung semua barang bawaan…)…

blackfriday3
Ngantri Kate Spade, Phoenix Factory Outlet AZ

Setelah itu,sempat juga mampir ke Wallmart membeli titipan kosmetik teman-teman yang harganya terjangkau banget buat orang Indonesia yang lagi menderita karena nilai dollar yang nyaman di posisi tingginya. Selebihnya saya lebih banyak jadi penonton kehebohan warga Amerika yang berdesak-desakan hingga dini hari dan menjadi sesuatu yang sangat menarik. Tidak itu saja, karena perilaku masyarakat yang mulai bergeser berbelanja online, senin pertama setelah Black Friday, ada yang namanya Cyber Monday. Yes, sama persis dengan Back Friday, tapi khusus untuk pembelian di toko-toko online. Beneran, gak abis abis cara untuk membuat orang ngabisin duit ya?!

Memang murah-murah sih, tapi sayangnya banyak yang impulse buying, membeli banyak barang di luar rencana dan kebutuhan mereka. Alibinya, karena Thanksgiving Day dan menjelang Natal mereka perlu banyak hadiah untuk dibagikan ke kerabat. Tapi menurut saya yang punya kantong orang Indonesia kebanyakan, jika tidak bisa mengontrol diri tetep aja kita bisa terancam bangkrut. Dan lebih penting lagi, bagi saya membeli barang-barang bermerek sejatinya bukan suatu kebanggaan. Beberapa orang memang senang melakukan titip menitip satu barang yang mutunya mungkin sama dengan barang punya kita. Ada juga yang senang dan bangga kalau bisa bilang: Eh, ini barang saya beli di Amerika loh. Padahal itu juga (maksa) nitip dan yang dititipin itu kadang jadi direpotin. Buat saya membeli beberapa barang justru letak nilai histori dan emosianalnya ada saat kita membeli sendiri ke tempat asal barang tersebut. Menurut Anda?!

(Visited 300 times, 1 visits today)

2 Replies to “Kalap di Black Friday, Arizona”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *