aceh, gempa dan mitigasi


Aceh Lon Sayang, Opini / Thursday, April 12th, 2012

Haaa? Aceh gempa lagi? Terkaget kaget sore itu aku membaca sms BMKG  tentang peringatan dini tsunami di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera dengan kekuatan sekitar 8,9 SR. Oh My God.  Hal pertama yang aku lakukan menghubungi teman-temanku disana. Seperti diduga, tiba-tiba semua koneksi terganggu.  Tapi tidak lama satu orang teman berhasil dihubungi dan mereka sedang dalam proses evakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Alhamdulillah. 🙂

Setelah mencari informasi , akhirnya baru ketauan jenis gempanya sedikit berbeda dibandingkan gempa akhir 2004 lalu, karena itulah kerusakan yang ditimbulkan tidak begitu parah. Walaupun demikian tetep aja membuat sebagian besar masyarakat Aceh was was karena sirene tsunami warning sudah menggema di seluruh penjuru kota Banda Aceh.

Membaca hasil liputan berbagai media, sepertinya tidak berlebihan jika gempa kemarin direspon masyarakat dengan lebih tenang dan tidak panik. Mereka sudah tau harus melakukan evakuasi kemana, Koordinasi berjalan cukup baik dan informasi selalu ter-update dengan cukup cepat dan akurat. Ini bukan pendapat media saja, ngobrol dengan teman-teman disana pun tanggapannya kurang lebih  begitu. Ya, meski belum 100% sempurna sih, tapi paling gak pengalaman disertai lesson learn selama tujuh tahun terakhir ini jadi hal yang sangat penting bagi knowledge mitigasi bencana penduduk Aceh atau Kota Banda Aceh pada khususnya.

Tepat setahun lalu, saya melakukan satu riset untuk merampungkan program master saya di bidang manajemen sistem informasi. Kebetulan topiknya nyambung banget sama mitigasi bencana dan lokasi penelitiannya pun Banda Aceh. Metodologi yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap 227 orang sampel penduduk Banda Aceh.  Pada beberapa bagian ditanyakan kepada responden tentang pengetahuan mereka jika terjadi bencana lagi (dibandingkan tsunami 2004) dan rata-rata terhimpun nilai 3,55 dari skala 1-5 terhadap poin ini. Ditanyakan pula tentang kemudahan mendapatkan informasi tentang mitigasi bencana di Banda Aceh hasilnya terangkum angka 3,30 dari skala 1-5.  Meskipun masih membutuhkan pengembangan untuk mencapai sempurna, setidaknya ini sudah menjadi preseden yang baik bagi pengembangan knowledge tentang mitigasi bencana khususnya di Aceh.

Mungkin banyak yang belum tahu, Aceh sudah menjadi lesson learn soal keberhasilan penanganan bencana di dunia. Kalau selama ini banyak orang yang mengagung-agungkan Jepang, yaa wajar.. secara Jepang negara yang sudah sangat maju. Tapi Indonesia boleh sedikit bangga karena Indonesia sedang menuju kesana dengan Aceh sebagai ”pilot project” .

Banyak kok contoh nyatanya, kurikulum kebencanaan sudah beberapa tahun terakhir diterapkan di sekolah dasar hingga menengah di Aceh, talk show soal bencana di radio dan TV lokal sudah jadi makanan sehari-hari, informasi baik online maupun offline tidak sulit untuk didapatkan di Aceh. Aceh juga menyimpan banyak lesson learn tentang tsunami 2004 yang bisa dibagi ke semua orang yang memerlukan di dunia. Mungkin hanya Provinsi Aceh yang punya lembaga penelitian khusus tentang mitigasi bencana bahkan belum lama ini sudah dicanangkan program studi S2 kebencanaan pertama di bawah Universitas Unsyiah. Yes, semuanya memang belum berjalan sangat baik seperti (lagi lagi) Jepang dan masih banyak celah untuk membuat semuanya lebih mapan, tapi setidaknya, kita harus optimis kalau orang orang pandai di negeri ini sudah mulai memikirkan bencana yang masih belum bisa dihalangi ”kedatangannya”. Yuk, sama sama kita dukung… Gak usah rame-rame bersikap skeptis terhadap apa yang sedang dijalankan. okayyy… 🙂

 

(Visited 171 times, 1 visits today)

2 Replies to “aceh, gempa dan mitigasi”

  1. benar kak, waktu gempa kemarin liza ngga kemana2. tetap di rumah, cuma waktu lagi gempa duduk2 di lapangan samping rumah, karena takut rumahnya roboh. yang lari pun mereka yang tinggal di dekat laut karena waktu itu alarm tsunaminya bunyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *