Lebih Jauh dengan Pratesis


Obrolan / Thursday, March 7th, 2019

Pernah nggak kepikir, bagaimana perjalanan barang-barang kebutuhan rumah tangga dari pabrikan bisa sampai di rumah kita? Coba cek, ada berapa merek yang ada di rumah. Mulai dari deterjen, pasta gigi, minyak goreng hingga perangkat teknologi.  Dari selesainya produksi hingga sampai di rumah dengan kontrol stok yang baik di toko, pastilah memiliki proses yang rumit. Di belakangnya ada sistem dan manajemen distribusi pendukung yang canggih.  Tentu saja, IT kini menjadi kunci utama manajemen distribusi yang baik.

Proses distribusi di Indonesia (terutama FMCG) juga bisa dibilang sangat kompleks. Sebagai negara kepulauan dengan banyak pelosok, distribusi barang secara proporsional menjadi sebuah tantangan besar. Belum lagi karakter dan pola konsumsi masyarakat kita bisa dibilang unik. Perlu ada diskon, gimmick, dan sejenisnya untuk meningkatkan penjualan. Perusahaan distribusi-lah yang bertugas mengecek ketersediaan barang oleh supplier hingga pengiriman barang ke toko. Agar proses distribusi dapat berjalan efisien.

Nah, ngomong-ngomong soal itu, minggu lalu saya mendapat undangan spesial dari PT Pratesis sebuah perusahaan yang bergerak di pengembangan teknologi di bisnis ritel dan distribusi. Pratesis merupakan bagian dari Gunung Sewu Group yang berdiri sejak 1987. Kalau kalian tau merek-merek seperti Sunpride, Re-juve (minuman sehat yang lagi hits), permen Yupi, Bellfoods hingga asuransi Sequislife, itulah beberapa bagian dari keluarga Gunung Sewu Grup. Tidak kurang perusahaan-perusahaan besar seperti Unilever, Sosro, Khong Guan dan Mondelez sudah memercayakan pengelolaan distribusi produk-produknya ke Pratesis. So, bisa jadi pasta gigi yang ada di toilet rumahmu, sampai kesana juga karena jasa Pratesis loh!

Yuk, kenal lebih dekat dengan Pratesis.

Tiga Solusi yang Bersinergi. 

Pratesis memiliki 2 produk unggulan dan 1 servis sebagai bisnis utama.

Pertama, Scylla merupakan aplikasi yang di dalamnya berisi rangkaian proses bisnis ideal bisnis distribusi, Scylla mampu mendukung proses transaksional dan operasional di tingkat cabang atau distributor – mulai dari manajemen penjualan, persediaan, penagihan, utang-piutang, kas hingga kepada GL (General Ledger). Scylla juga dapat mengonsolidasi data dan informasi kegiatan cabang atau distributor. Dari sini, prinsipal atau kantor pusat akan mendapatkan informasi akurat terkait distribusi, promosi, analisis penjualan, kinerja salesman, persediaan, piutang, dan kas bank cabang atau distributor.

Nah, fungsi-fungsi diatas diturunkan dalam tiga jenis Scylla yaitu; Scylla Enterprise, Scylla Pro dan Scylla Mobile. Masing-masing terintegrasi sesuai dengan fungsinya. Scylla ini juga dapat dengan mudah berintegrasi dengan ERP (enterprise resource planning) yang dipergunakan, sehingga memungkinkan untuk membuat perencanaan yang lebih efisien dari sebelumnya. Bisa dibilang Scylla adalah  software terbaik untuk distribusi FMCG di Indonesia. Jangan lupa, Scylla adalah hasil karya software distribusi karya anak bangsa.

Kedua, ERP –Pronto Xi. Pernah dengar SAP dan Oracle? Dua merek tersebut adalah solusi ERP yang sudah sangat dikenal di dunia bisnis. Namun ada aplikasi Pronto Xi yang berasal Australia dan sudah digunakan di lebih dari 26 negara, yang tidak kalah canggih dibanding dua aplikasi sebelumnya. Pronto ditargetkan untuk perusahaan menengah yang berkembang hingga perusahaan besar.

ERP solution ini mempunyai modul point of sales (POS) yang terintegrasi langsung dengan back-end secara online real time, sehingga setiap transaksi yang terjadi di toko akan langsung tercatat. Pronto bisa mengatur banyak jenis discount item per toko, per wilayah, dengan pengaturan jadwal yang akurat. User juga dapat memastikan koordinasi dan integrasi aktivitas bisnis, serta arus informasi barang dan keuangannya. Kelebihan lain dibandingkan dengan ERP yang modul POS-nya berasal dari developer lain adalah user Pronto sudah tidak perlu memikirkan proses synchronization yang sering mengakibatkan ketidakakuratan data yang masuk ke back-end.

Ketiga, Distribution Management System (DMS) Service Desk. Dengan tagline “National Coverage With Local Culture”, Pratesis berupaya dekat dengan para user dengan memberikan support non stop 24 jam. Yang namanya pelayanan ke konsumen ritel kan memang berjalan terus sepanjang hari. Mungkin kita pernah mengalami mau beli satu produk yang sangat dibutuhkan, tapi stoknya di toko terdekat lagi kosong dan kita harus menunggu tanpa kejelasan waktu kapan barangnya datang. Sebabnya, bisa saja terjadi masalah di sistem yang membuat barang terlambat keluar dari gudang, masalah jumlah stok yang tidak proporsional antar toko dan lain sebagainya. Seharusnya semua hal tersebut dapat terpantau dengan baik melalui aplikasi yang digunakan.

Nah, disini layanan DMS  akan membantu dalam  implementasi, dukungan operasional dan teknikal serta pengembangan dan peningkatan aplikasi agar performa kegiatan distribusi makin baik. DMS dari Pratesis mampu memberikan respon yang cepat dan tepat terhadap suatu keadaan sehingga user dapat segera mengambil keputusan.

***

Saya belajar banyak sekali dari Pratesis, ternyata mi instan yang sering dinikmati di rumah, tidak begitu saja mudahnya kita beli di warung, ada proses yang panjang dan rumit agar bisa dinikmati. Jika tidak ada sistem manajemen distribusi yang baik dan ditunjang aplikasi-aplikasi seperti Scylla dan Pronto, mungkin kalau mau beli sabun cuci piring merek “Mama Mama” itu kita harus langsung ke pabriknya. Heheheh.. Eh, nggak seekstrim itu juga sih ya… 🙂

 

 

(Visited 220 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *