pindah blog

Setelah berjuang selama hampir seminggu, akhirnya terwujud juga punya domain sendiri. Aslinya aku gak ngerti sama sekali, tapi dengan semangat pengen belajar (cieee…) dan semangat narsis aku beli domain dan hosting http://www.vikaoctavia.com walau yang kepake baru http://ngobrol.vikaoctavia.com  . Atas petuah orang-orang yang sudah berpengalaman –secara gue sekarang perlunya buat nge-blog- doang, lebih enak kalo ambil […]

demam AAC

Mpok Depoy bilang waktu dia pulang ke Jakarta minggu lalu, keponakannya yang berumur 6 tahun merengek minta nonton AAC. Dari seminar minggu lalu di Unsyiah, moderatornya menyarankan seorang penanya untuk nonton AAC (gue lupa pertanyaannya apa), yang jelas sama sekali gak nyambung dangn topic seminar soal monitoring dan evaluasi proses rehab rekon di Aceh. Kemarin […]

pindah rumah

Selain pindah blog, minggu ini ada pindahan lain yang gak kalah penting. Pindah rumah. Yup, setelah menempati mess lama, rumah besar bertiang tinggi yang menyeramkan itu selama nyaris sembilan bulan, akhirnya minggu ini semua penghuninya bedol desa ke rumah baru  yang lebih kecil tapi nyaman, hommy dan terpenting dekat dengan pusat peradaban.  Rumah berlantai dua […]

dititipin titipan (edited)

Ini dia, kerjaan baru kalo pulang! Dititipin. Gara-gara nyempetin back to home, 28 Februari-4 Maret kemarin, ketiban rejeki-lah aku, diamanati titipan dari yang kecil dan paling mungkin sampai yang setengah mustahil. Entahlah maksud si penitip itu apa, tapi ya namanya udah janji, biar hujan, panas, gelombang, badai  hingga tsunami sekalipun tetep aku usahain semaksimal yang […]

gempa (lagi)

Seorang kakak kelas ketika aku baru tiba di Aceh sempat bertanya; Eh, di kamarmu ada sarung, handuk lebar atau kain panjang, gak ?  Sebelum kujawab, kutatap matanya dalam-dalam, mencoba mencari arti pertanyaan ganjil itu. Mengerti kebingunganku, dia melanjutkan. Begini loh, Vik.. disini itu kan sering banget gempa, makanya di rumah harus selalu sedia kain panjang. […]

Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi..

Kalimat basi “lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati”, mungkin mulai diragukan kebenarannya. Kumpulan kata itu, lebih sering dibalik menjadi “lebih baik sakit hati daripada sakit gigi” untuk melukiskan betapa duka nestapanya jika gigi terserang sejuta rasa`nyeri, perih, nyut-nyut-an dan sejenisnya. Kata-kata itu sendiri kalo tidak salah dipopulerkan sekitar tahun 80an oleh penyanyi dangdut berambut […]