Keberangkatan ke Amerika tahun ini, bisa jadi yang memiliki persiapan paling rempong selama ini. Gara-gara apalagi kalau bukan pandemi. Tahun lalu, Amerika nyaris ditutup total, kalaupun bisa masuk, syaratnya ribet termasuk harus karantina yang bayar sendiri. Setahun setelah pandemi hadir, semua sudah lebih ringan. Tidak ada lagi karantina dan macam-macam test setelah ketibaan.

Walaupun Amerika-nya sendiri hampir tidak mensyaratkan apa-apa untuk masuk ke negaranya, tetapi maskapai yang saya tumpangi (Qatar Airways) mewajibkan seluruh penumpang menunjukkan hasil PCR negatif yang tes-nya dilakukan maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.

Nah, karena aktivitas yang makin padat menjelang keberangkatan, saya tidak mau mengambil risiko. Banyak kejadian para OTG, yang tau-tau aja positif. Jadi, untuk antisipasi saya melakukan tes antigen seminggu sekali. Yah, incase kalo ada apa-apa, saya masih bisa recovery sebelum berangkat. Tepat satu minggu sebelum keberangkatan, salah satu staf di kantor dinyatakan positif. Duh, mau nggak mau saya harus PCR karena memang sehari sebelumnya melakukan kontak langsung, Masa 1×24 jam menunggu hasil PCR ternyata sangat mendebarkan. Alhamdulillah hasilnya negatif. Nah, menjelang keberangkatan,  saya tetap harus tes lagi, karena PCR pertama sudah lewat masa berlakunya. Thank God, semua lancar dan saya pun bisa berangkat tanpa kendala.

Fakta, di Indonesia saya tidak masuk golongan mana pun yang harus diprioritaskan, baik dari sisi usia maupun profesi. Menunggu giliran pun, nggak jelas deh giliran saya (kita) kapan. Ya sudah, saya bertekad mencari informasi agar bisa divaksin di Amerika, negara produsen vaksin covid 19 terbesar di dunia.

Keluarga saya disini, satu rumah seluruhnya sudah selesai vaksin sejak April 2021. Vaksin disini pun relatif lebih mudah, dan sangat cepat. Bukan mau membandingkan dengan negara kita, tapi saat tulisan ini dibuat sudah lebih dari 40% penduduk Amerika Serikat yang divaksin, sementara di kita, belum juga sampai 4%. Ya sudah, sekali lagi bukan buat perbandingan ya! Tapi untuk menegaskan, kalau menunggu vaksin di Indonesia, kayaknya saya baru bisa dapat giliran tahun depan.

Setelah googling, memang syarat-syarat vaksin diutamakan bagi mereka yang memiliki social security number atau orang-orang yang memang menetap disini seperti pekerja dan mahasiswa. Di Amerika, jika sudah terdaftar sebagai penerima vaksin, kita tinggal membuka website masing-masing wilayah dan mencari lokasi terdekat kemudian membuat janji ketemu. Di beberapa kasus, banyak juga dilakukan vaksinasi massal dengan syarat membawa ID dan social security number.

Singkat cerita, saya berhasil mendapatkan vaksin secara gratis tis,tis.

Lah, gimana? Saya kesini kan dengan visa turis biasa. Jawabannya : diplomasi. Kebetulan banget, ada kegiatan vaksinasi massal di salah satu lokasi di New York, kami pun (saya dan adik yang sudah citizen disini) berangkat kesana. Tentu saja kita diwawancara dulu sebelum vaksin dilakukan. Semua harus memiliki alasan kuat kenapa saya sebaiknya mendapat vaksin. Salah satu alasan yang mereka terima adalah, karena saya dalam masa liburan disini 1,5 bulan dan serumah dengan  orang yang seluruhnya sudah vaksin. Jadi, untuk alasan keamanan bersama, petugas pun mengijinkan. Tidak sampai hitungan menit, saya selesai divaksin.

Vaksinasi di Amerika dikelola oleh CDC  (Centers for Disease Control and Prevention). Jadi semua aturan tentang vaksin diatur oleh CDC. Di Amerika sendiri, ada 3 merek vaksin yang digunakan yaitu Pfeizer, Moderna yang dua kali dosis serta Johnson & Johnson (J&J) yang hanya 1 kali suntik. Kebetulan banget, saya dapat J&J. Keliatannya enak ya, hanya 1 kali suntik. Tapi jangan salah efek sampingnya lebih kenceng daripada dua kali suntik. Ketika divaksin saya bertanya kepada paramedis yang melakukan tindakan, tentang bagaimana dampak setelah divaksin. Dia tersenyum sambil menjentikkan ujung kukunya; yang artinya: sedikitt, nggak papa kok!

Dan ternyata, 12 jam setelah vaksinasi baru terasa, badan demam, pegal, pusing dan serba nggak enak. Saya buka web CDC, semua gejala yang saya rasakan tertera disana tapi memang hanya dua hari. Yes, bener-bener dua hari. Hari ketiga sudah benar-benar sembuh bahkan rasanya (rasanya…) lebih sehat dari yang sebelumnya. Setelah vaksin memang disarankan harus istirahat, walaupun tidak ada dampak samping. Kenapa? Karena saat vaksin masuk ke tubuh, saat itulah imun tubuh berada dalam posisi terendah. Kenapa? Karena vaksin sedang beradaptasi dengan tubuh. Namanya juga ada barang baru masuk, pasti ada yang berubah. Itulah makanya, kenapa banyak yang kena covid justru setelah divaksin.

Nah, beberapa hari terakhir ramai berita tentang wisata vaksin di Amerika. Beberapa agen perjalanan menawarkan paket perjalanan ke Amerika lengkap dengan bonus vaksin. Waktunya pun bervariasi dari 1 minggu hingga 2 minggu. Tentu saja tidak free. Ada yang menawarkan harga 9 juta vaksin saja dengan meeting point di New York, ada yg menawarkan paket beserta tiket dari Jakarta. Jujur, saya jadi bingung, jalan-jalan dengan waktu yang terbatas ditambah vaksin bukan ide yang bagus. Kecuali kalau memang habis vaksin mau stay/istirahat di hotel minimal dua hari. Lah, kalau jalan-jalannya cuma 1 minggu ?!

Hits: 1859

Nanti, saat pandemi sudah selesai saya ingin tulisan ini jadi kenang-kenangan yang bisa saya baca lagi sambil mengingat-ingat kejadian luar biasa ini. Sama seperti dulu saat iseng menulis gaya kampanye caleg ala Angel Lelga atau pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (yang dari dulu nggak masuk logika saya) atau kebijakan tiket mahal Menhub Jonan yang awalnya saya tentang, tapi di ujungnya saya dukung penuh.

Saya yakin sebagian besar dari kita tidak akan pernah menduga virus ini mampu nyaris meluluhlantakkan hampir semua persedian kehidupan kita. Tidak cuma saya, kamu, tetangga kamu, seluruh orang Jakarta, Indonesia bahkan seluruh dunia. Pertengahan Maret lalu, Presiden Jokowi tampil di TV dan menghimbau agar kita mulai beraktivitas di rumah. Kemudian diikuti dengan tenarnya Pak Achmad Yurianto yang muncul setiap hari mengumumkan jumlah orang positif terinfeksi covid. Kehidupan pun mulai berubah.  Aktivitas 90% sudah dilakukan di rumah, ke luar rumah pun dengan perlengkapan persis mau perang.

Bersyukurlah mereka yang masih bisa menggali rejeki dari rumah. Namun di  luar sana, PHK mulai terjadi, pemotongan gaji sudah lumrah, para pekerja harian sangat susah mendapatkan orderan. Perusahaan besar, kecil semua terdampak. Ekonomi negara (bisa jadi) menuju ujung tanduk jika tidak segera diambil tindakan tindakan strategis.

Lalu Mudik atau Pulang Kampung? Tanggung Jawab Siapa?

Bermula Pak Presiden yang hanya menghimbau untuk tidak mudik, sementara kita tahu bahwa mudik ini adalah salah satu cara yang bisa membuat virus ini makin eksis di  semua daerah, bukan hanya Jabodetabek sebagai episentrum. Kritikan, protes, tudingan dituduhkan ke Pemerintah Pusat yang dianggap tidak tegas dan tidak serius menghambat penyebaran virus ini. Tapi di minggu ketiga April, mudik tiba-tiba dilarang. Apa iya tiba-tiba? Apa benar Pemerintah galau ? Nanti kita bahas.

Saat wawancara dengan Najwa Shihab, lagi-lagi Presiden Jokowi menimbulkan blunder. Polemik definisi mudik vs pulang kamu mulai ramai di masyarakat. Apa iya mudik sama pulang kampung memang beda?

Lanjut terus bacanya ya, stop dulu itu joget tiktok!

Kayaknya kalau membaca berita (apalagi judulnya doang), saya akan sama dengan kebanyakan orang. Ini pemerintah lemot amat sih? Galau amat sih? Maunya apa sih? Ok, setelah bongkar-bongkar referensi (kayak mau buat tesis aja) dan berkaca dari pengalaman sering membantu Pemerintah, saya coba bikin analisis abal-abal.

Begini Sis,…

Saya pernah nonton satu tayangan youtube tentang prediksi penyebaran covid-19 secara matematika (kayak serius amat gue) Dari hampir 15 menit video yang musingin itu, ini link-nya. Kesimpulannya; ada dua jenis kurva. Yang pertama, kurva dengan lonjangan tinggi signifikan dan kurva yang lebih landai. Di tengahnya ada garis fasilitas kesehatan (yang cenderung tidak akan bertambah signifkan atau linear saja)

Di berbagai negara yang sempat crush seperti Italia, China bahkan Amerika kurva pertama inilah yang terjadi. Kasus covid melebihi jumlah fasilitas kesehatan yang tersedia. Sampai-sampai di New York, truk container pun terpaksa jadi kamar jenazah. Begitu juga Italia yang akhirnya mendatangkan bala bantuan tenaga medis dari China.

Sekarang kita coba obyektif dan cari tahu lagi. Apakah isu fasilitas kesehatan ini ada di negara kita ? Apakah ada satu peristiwa signifikan yang bilang ada sekian banyak pasien terlunta-lunta karena tidak terawat? Nyaris tidak ada. Keputusan untuk meng-utilisasi wisma atlet Kemayoran adalah salah satu keputusan terbaik. Satu lagi, kita masih punya RS di Pulau Galang Batam yang belum digunakan. Ditambah lagi rekrutmen besar-besaran tenaga medis dibantu relawan membuat hampir tidak ada isu di infrastruktur pendukung ini.

Jadi apa hubungannya kurva itu dengan himbauan dan kemudian larangan mudik?

Jokowi kok awalnya hanya menghimbau atau seolah-olah tidak melarang mudik?! Sengaja! Bukan semata-mata karena data. Itu dilakukan untuk mengurangi beban Jakarta, lalu daerah disuruh berbenah “menyambut orang mudik”. Sebelum pelarangan mudik, data Kemenhub menyebutkan sudah hampir hampir 1 juta orang mudik duluan dengan konsentrasi terbesar di Jawa Tengah.  Beban Jakarta itu apa ? Ya beban anggaran, ya beban fasilitas kesehatan, beban manajemen dan beban-beban yang lain.

Loh, tapi kan bukan berarti itu secara nggak langsung sudah membuat virus juga ikutan mudik? Nah, beginilah cara Presiden membagi tugas. Tentu, pasti ada peluang penyebaran virus ke daerah, sampai-sampai banyak Kepala Daerah sebel, loh..kok ini para pembawa virus dibiarin pulang sih?  Yah, itu.. Jokowi sedang berbagi beban. Kalau dari awal langsung dilarang, mungkin seluruh daerah tidak super antisipatif kayak sekarang. Akhirnya Ibukota pun kewalahan, sangat beda jika dari awal daerah juga sudah di-push untuk kerja. Jangan sampai daerah mikir: Santai, bro.. wong orang yang bawa virus dikurung di Jakarta. Salam hormat saya untuk Pak Ridwan Kamil, Pak Ganjar Pranowo dan Ibu Khofifah, tiga gubernur yang paling sibuk ngurusin pandemi.

Lalu kenapa sekarang dia malah melarang? Persepsi yang muncul di masyarakat: presiden galau, nggak punya pendirian, dll. Padahal, saya yakin Presiden sudah berhitung, di sekitar dia banyak kok orang-orang pinter yang masa mudanya cuma belajar doang nggak pernah nonton Netflix (hehehe..). Saat ini Jabodetabek mungkin dirasa sudah dirasa cukup untuk handle yang tersisa alias nggak mudik, dan daerah juga sudah siap kalau masih ada yang kecolongan mudik juga. Sejalan dengan itu perlengkapan pelarangan seperti: aturan, aparat dan personil yang bertugas di lapangan, sosialisasi protokol wajib kesehatan pun sudah lebih siap. Jadi tidak serta merta dilarang sejak awal, sementara perangkat di bawahnya belum siap.

Coba, kalau dari awal sudah dilarang, bisa jadi daerah nggak sekenceng sekarang effort-nya. Semua masalah numpuk di Jakarta. Yang ada saja sudah bikin kewalahan. Mulai dari urusan KRL sampai bagi-bagi dana bansos yang ada masalahnya. Saat semua daerah sudah lebih siap, dia (pemerintah) tutup deh jalur keluar Jabodetabek. Kesiapan daerah (yang tadinya mau menampung gelombang orang mudik), menjadi lebih kuat lagi, jika di awal menyiapkan kapasitas 100, eh yang datang hanya 30. Contoh gampangnya begitu.

Lalu beda mudik sama pulang kampung apaan ya? Apa Presiden emang kepeleset ngomong (again) ? Hmm, masak sih? Ya, bisa jadi beliau emang ketelingsut bicara, bisa jadi grogi dengan tatapan Najwa yang tajam.

Menurut saya, ini juga bagian dari membagi beban dan tanggung jawab. Misal kamu KTP-nya Magetan kamu ngotot pulang kampung artinya secara langsung Pemerintah Daerah Magetan punya tanggung jawab mengurus kamu, karena kamu adalah warganya. Ini definisi dan makna tersirat “pulang kampung” menurut Presiden. Beda kalau kamu sudah ber-KTP Tangerang Selatan dan mau ke orang tuamu di Solo, itu artinya kalau kamu tetep ke Solo (mudik), kamu akan menambah beban Pemerintah Solo, padahal secara administratif bos-mu adalah Ibu Airin. Ingat ya konsep berbagi beban tadi. Ok, its debat-able sih! Silakan dipikirin sendiri.

Lalu Kenapa moda transportasi dibuka lagi ?

Duarr.. ini yang lagi rame dua, tiga hari  terakhir. Pak Menteri Budi Karya yang baru lulus ujian covid 19, di hari kedua aktifnya bilang; moda transportasi dibuka lagi per tanggal 7 Mei dengan batasan-batasan penumpang tertentu sesuai SE Gugus Tugas. Nah, sayangnya.. semua media menggoreng berita ini. Headline-nya Menhub buka transportasi lagi. Pesan bahwa itu hanya untuk penumpang tertentu jarang disebutkan. Kalau pun ada kecil banget, kayak term and condition barang diskon. Ngamuklah netijen yang maha benar (padahal baca judul doang).

Di satu sisi, saya juga belum tahu bagaimana hitung-hitungan-nya. Apakah walaupun dengan pembatasan, kebijakan ini akan efektif untuk tetap membuat ekonomi berjalan? Ingat, tujuannya kan untuk tetap membuat beberapa roda ekonomi berputar, karena pebisnis termasuk salah satu kelompok pengecualian bepergian. Semoga pemerintah sudah memperhitungkan ini dengan tepat, bukan hanya “rasa rasa”.

Bepergian memang dibolehkan untuk kelompok tertentu, tapi tetap bukan untuk mudik. Tapi syaratnya berat, men! Harus tes bebas covid dululah, ijin inilah, itulah. Duh, ini saya mah malah ngeri. Ngaku-ngaku ada keluarga meninggal di kampung juga nggak sampai hati, ntar kualat.

Ingat ya, tidak ada satu pun negara di dunia yg bisa jadi bencmark penanganan covid untuk negara yang lain. Ya, ada yang bisa diambil pelajarannya tapi tidak semua, karena karakter dan demografi penduduk setiap negara sangat berbeda. Memang ada perkara permudikan di negara lain ? Ada nggak yang seheboh Indonesia mobilitas yang meninggalkan ibukota hampir menjampai 26 juta orang setiap Idul Fitri ? *Please, topiknya disini aja ya, jangan ngeyel dengan argumen : “salah sendiri, kenapa pembangunan nggak merata”.

Saya nggak belain pemerintah, wong PR mereka masih banyak banget dan yang sudah dilakukan pun masih belum sempurna. Saya hanya membantu mengurai, biar kita sama-sama berpikir obyektif dengan tetap wajib memberikan masukan yang konstruktif, bukan pakai emosi grasuk grusuk, tapi pakai analisis yang tepat.

Kita harus paham, mengambil kebijakan itu ibarat minum pil, selalu ada efek sampingnya. Kadang kita memang harus minum dua pil bersamaan, karena memang penyakitnya nggak cuma satu. Sekarang PR besar pemerintah adalah soal kesehatan dan ekonomi. Seperti buah simalakama, sulit dipilih. Walau fokus pada penanganan dan pencegahan virus, ekonomi tetap harus berjalan walaupun dalam porsi yang minimal. Jangan sampai kesehatan jatuh, ekonomi jauh lebih terperosok lagi.

Karena sakit, kita harus minum obat. Tentu saja, dokter sehebat apapun tidak akan bisa menjamin 100% obat-obatan itu nggak ada efek sampingnya.  Minum obat pusing, eh..jadi mual. Nggakpapa, mualnya sedikit kok, masih bisa diatasi. Kuncinya ada pada dosis yang tepat bukan dosis yang ekstrim untuk satu obat saja. Pelan-pelan keduanya akan membaik.

Sama kayak pos checking mudik, dijagain dimana-mana, eh.. masih ada aja yang kebobolan lewat jalan tikus. Terus dengan entengnya kita bilang : Tuh, kan, aturannya nggak efektif. Padahal saya yakin 1000% kamu nggak nyari data berapa banyak mobil yang disuruh pulang. Kamu cuma fokus sama kegagalannya yang sedikit, dibanding hasil dan upayanya yang kenceng. Terus kalian berkoar-koar deh dimana-mana bahwa semua nggak ada manfaatnya. Sementara kamu sendiri, masih santai keluar rumah bukan untuk urusan yang mendesak.

Salah siapa ? Salah Gue? Salah Pak Polisi? Salah pola pikir kita! Salah cara kita yang lebih senang menyalahkan orang. Sekarang saya tanya, apa sih berita yang nggak digoreng sama media? Lalu kita dengan mudahnya menyalahkan cara penyampaian lembaganya yang kurang inilah, kurang itulah. Ya semua akan kurang kalau kita juga tidak mau diedukasi. Kita hampir selalu lupa cara kita membaca, menyimak dan menyebarkan berita itu. Ada segmen-segmen tertentu yang memang tingkat penerimaannya rendah, ya tapi kalau kalian lebih cerdas dari mereka, ya nggak usah ikut-ikutan menghujat juga dong.

Sejalan dengan itu kampanye untuk tidak mudik terus digembar-gemborkan. Riset bilang lebih dari 75% alasan orang mudik itu alasan emosional, bukan terutama karena materi. Tapi karena kangen keluarga dan sudah menjadi ritual tahunan. Artinya, orang-orang yang tidak mudik ini harus didekati dengan hati, diberi kesadaran bahwa tidak mudik ini bukan buat Anda saja, tapi buat keluarga, buat semua bahkan buat negara agar segera kembali bangkit. Kalau masih nekad juga? Ya silakan saja, tapi siap-siap denda hingga 100 juta menunggu,

Capek juga ngetik. Pegel. Udah dulu ah,..

Terakhir, kalau kamu masih bisa duduk di rumah, buka Instagram, baca blog ini, main tiktok, makan kenyang, gaji aman (walau dipotong), sudah nggak usah ikutan menghujat. Semua pelaksana penanganan covid di negara perlu kepercayaan dan dukungan. Duduk manis aja di rumah. Nggak usah mudik, nggak usah kemana-mana. Alhamdulillah kalau masih bisa berbagi kepada yang membutuhkan. Lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan.

Nggak usah nambah dosa, bulan puasa.

Hits: 1942

Siapa disini yang bekerja di ibukota dan akrab dengan ke-semerawut-an lalu lintas? Stress atau masih tetap sabar? Kebayang deh, berangkat sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam, dan terkadang masih harus melanjutkan pekerjaan di rumah. Persis seperti saya beberapa tahun lalu. Wajarlah kemudian rumah menjadi tempat yang paling nyaman dan dirindukukan.

Saat ini, setelah resign dari dunia korporasi, saya memutuskan mengembangkan perusahaan sendiri dimana saya menganggap rumah juga adalah kantor. Home office istilah kerennya saat ini. 

Dikutip dari situs Lamudi.co.id, di kota-kota besar  seperti Jakarta sudah banyak yang mengaplikasikan home office.  Sebagai contoh, jika kita search rumah dijual di Jakarta Timur, sangat banyak. Daerah ini memang kurang populer sebagai kawasan perkantoran, akhirnya untuk mengefisienkan waktu dan biaya, banyak orang yang memilih menjadikan rumahnya sebagai kantor.

Nah, walau pun di rumah, suasan kerja tentu saja tetap perlu diciptakan. Males dong, kalau kerja di rumah yang berantakan dan kotor. Boro-boro beresin kerjaan, ide pun malas mendekat. Untuk itulah home office pun perlu ditata, direnovasi kecil-kecilan-lah. Satu cara termudah untuk melakukan renovasi home office -yang pada dasarnya sama seperti properti hunian lainnya- adalah dengan mengubah warna. Selain menjadi salah satu faktor hidupnya ruangan, warna memiliki peran secara psikologis untuk merdorong siapapun yang tinggal dan bekerja untuk lebih semangat dan antusias.

Banyak warna tentu banyak rasa dan nuansa, namun terkhusus untuk nuansa yang tepat dalam sebuah home office, ada beberapa warna yang ngetren dan sangat direkomendasikan. Dilansir dari Freshome, berikut adalah beberapa pilihan warnanya.

Monokrom

Ingin ruangan kerja Anda terlihat modern? Monokrom tidak pernah salah. Namun, untuk ruang kerja, alangkah baiknya mendominasikan monokrom tersebut dengan warna putih. Kantor rumah dijual di Jakarta Timur seperti daerah Cijantung rata-rata mengaplikasikan warna putih pada ruangan kerja mereka karena dalam psikologi, putih dapat membantu mengurangi rasa nyeri karena memberi kesan luas dan bebas. Kesan minimalis juga terasa karena warna putih mampu memberikan hawa tenang.

Agar nggak ngebosenin, hadirkan aksesoris ruangan seperti lukisan dan potret yang berwarna.

Gradasi Warna Cerah

Jika kamu adalah tipe orang yang tidak bisa duduk terlalu lama, tetapi dipaksa untuk bekerja di tempat duduk dan menatap komputer dalam kurun waktu berjam-jam, tentu ni akan menjadi hal paling membosankan. Namun, ruangan kerja bisa diakali dengan memberi gradasi warna cerah seperti merah, kuning, hijau, dan ungu. Beberapa rumah dijual di Jakarta Timur atau sejenis home-office sudah mengaplikasikan warna ini pada ruang kerja mereka. Warna-warna tersebut dipercaya dengan instan mengangkat suasana dan semangat dalam bekerja walau hanya sendirian. Gradasi warna cerah juga terkesan seperti di kantor yang sebenarnya.

Merah Maroon

Kita suka melihat warna merah maroon di beberapa tempat seperti perpustakaan, kantor, atau rumah dijual di Jakarta Timur. Warna merah maroon bisa membuat kita lebih fokus. Dikenal sebagai warna yang ‘berani’, warna ini secara tidak langsung akan memberikan kesan elegan pada setiap sudut ruangan. Jika dibandingkan dengan warna merah biasa, merah maroon tidak mencolok dan dapat dipadukan dengan warna lain, contohnya dengan menggabungkan warna maroon dengan warna netral seperti nuansa hitam dan coklat yang membuat dekorasi lainnya tidak bersain dengan warna dinding. Sentuhan karpet merah muda membuat nuansa bekerja lebih terasa.

Jadi, di atas adalah beberapa warna yang bisa kamu gunakan untuk ruangan kerja. Tidak ada tempat yang lebih baik daripada rumah. Semoga membantu!

Hits: 1528

Pemerintah kita beberapa waktu terakhir memang lagi giat-giatnya berkampanye tentang kemudahan perijinan berusaha, namun rasanya masih ada saja rasa “kurang percaya” dengan sistem kerja pemerintah. Yang terbayang Pasti surat-suratnya banyak, kantor yang dikunjungi pun tidak sedikit.

Mungkin buat mereka yang tidak punya banyak waktu dan malas mengisi bejibun formulir, menggunakan jasa pihak ketiga adalah solusi. Makanya, nggak heran di Google mudah banget menemukan jasa-jasa pengurusan perusahaan. Dan ternyata, setiap kota juga punya harga pasaran sendiri.

Saya pun juga awalnya berpikir demikian. Bukan kebanyakan uang sih, tapi sepertinya lebih baik diserahkan pada ahlinya deh, kita tinggal duduk manis dan semua selesai. Namun setelah tahap-tahap awal dilalui, kok nanggung amat diurusin orang, wong ngurus sendiri ternyata jauhhh sekali dari bayangan susah sebelumnya.

Biaya pun bisa dihemat hingga 50%. Saya mengurus sendiri di Bogor total hanya menghabiskan Rp6,5 juta dari harga pasaran Rp10-15 juta. Yah, belum termasuk ongkos-ongkos Gojek sih. Tapi tetep murah kann..

Nih, saya bagi pengalaman dan step by step yang mungkin bisa jadi acuan teman-teman yang mau mengurus ijin perusahaan (PT, CV atau personal) atau dokumen legal formal perusahaan lain.

Langkah Pertama: Cari notaris terdekat dan ternyaman.

Konsultansikan semua kebutuhan yang kita perlukan dari bidang usaha perusahaan, bagaimana bisnisnya, siapa pendirinya, lokasi, dll..dll. Perlu diketahui di beberapa provinsi seperti di Jawa Barat, penggunaan rumah tempat tinggal masih dimungkinkan, asal besaran modal yang ditanamkan tidak lebih dari Rp500 juta. Masalah permodalan juga perlu banget didiskusikan dengan notaris. Saya termasuk yang “agak buta” soal ini. Ada istilah-istilah yang saya belum paham. Ngobrol dengan notaris dan sambil belajar via Mbah Google akan sangat membantu.

Pada dasarnya notaris itu tugasnya hanya mencatat. Sebagai pejabat yang disahkan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM, notaris-lah yang dapat menerbitkan Akta perusahaan sebagai tanda lahirnya perusahaan. Notaris akan meminta beberapa alternatif nama perusahaan kemudian mendaftarkannya. Output terakhir dari notaris adalah Akta Perusahaan dan Dokumen-dokumen pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM. Kalau lancar semuanya memakan waktu tidak lebih dari tiga hari saja.

Langkah Kedua: Urus Surat Domisili Perusahaan.

Mengurus dokumen ini, cukup dengan menyerahkan copy akta ke Kelurahan sesuai domisili tempat usaha. Setelah ditandatangani pejabat kelurahan kita bawa sendiri suratnya ke kecamatan dan beres deh. Ini prosesnya rata-rata nggak sampai dua hari kok. Malah bisa ditunggu, jika pejabatnya ada. Jangan lupa melampirkan surat-surat pendukung, seperti bukti pelunasan PBB. Jangan ngebayangin ribet duluan, saya juga pikir dulu semua penuh birokrasi. Tapi ternyata sekarang sudah bener-bener dipermudah kok. Dan jreng!! tidak ada biaya untuk ini. Oya, masa berlaku Surat Keterangan Domisili adalah 1 tahun.

Langkah Ketiga: Urus NPWP.

Pengurusan NPWP saat ini sudah tidak dapat diwakilkan lagi. Harus diurus sendiri oleh salah satu pendiri yang namanya tercantum pada Akta Pendirian. Caranya? Gampang banget, bawa akta asli dan fotocopy-nya, identitas & NPWP pendiri perusahaan serta bukti setor pajak tahun terakhir ke Kantor Pajak dimana perusahaan berdomisili. Selain itu, ada beberapa dokumen pernyataan dan form yang disediakan di kantor pajaknya. Prosesnya berapa lama?! Nggak lebih dari 5 menit saja! Yah, palingan ngantrinya yang lama. Standarlah ya…

Langkah Keempat: Buka www.oss.go.id

Nah, ini yang saya bilang kemudahan pendirian perusahaan yang benar-benar dimudahkan oleh Pemerintah. Online Single Submission (OSS) kini menjadi media utama pengurusan izin berusaha oleh pelaku usaha dengan karakteristik sebagai berikut: berbentuk badan usaha maupun perorangan; Usaha mikro, kecil, menengah maupun besar; Usaha perorangan/badan usaha baik yang baru maupun yang sudah berdiri sebelum operasionalisasi OSS. Usaha dengan modal yang seluruhnya berasal dari dalam negeri, maupun terdapat komposisi modal asing.

Saya sampai tercengang dan bangga, Indonesia bisa begini juga loh!!!

Kenapa saya bilang kemudahan, karena ini benar-benar memangkas birokrasi, biaya dan keribetan-keribetan perijinan yang dulu sering kita dengar. Perijinan yang harus kita peroleh dari OSS adalah Nomer Induk Berusaha (NIB) dulunya sering disebut TDP (Tanda Daftar Perusahaan) yang per 1 Januari 2019 sudah resmi menjadi NIB.

Ijin-ijin lain semuanya dapat diproses secara online melalui OSS. Dalam kasus saya, saya membutuhkan NIB dan SIUP, yang merupakan dokumen standar pada perusahaan jasa konsultansi seperti Kamadigital.com. Ijin-ijin lain pun tersedia di OSS dan semuanya bisa diproses secara online.

Gimana cara aksesnya? Gampang! Registrasi saja di oss.go.id dengan NIK. Tidak perlu memasukkan data apapun terkait perusahanmu, nggak ada namanya scan dan attach dokumen. Aplikasi berbasis web ini sudah terhubung dengan Kemenkumham yang mengeluarkan SK Perusahaan dan Pajak yang mengetahui NPWP kita. Kerennya lagi, jika ada perubahan terkait usaha kita baik penambahan maupun pengurangan kita bisa lakukan sendiri disini. Oya, OSS juga sudah terhubung dengan BPJS dan berbagai lembaga lain terkait perijinan dan fasilitas pemerintah untuk perusahaan.

Ijin akan keluar secara real time, namun ada juga yang memerlukan beberapa hari untuk verifikasi. Pengalaman saya, NIB selesai real time, namun SIUP menunggu 2-3 hari hingga terverifikasi. Ada yang memerlukan dokumen tambahan, ada pula yang tidak. 

Setelah itu, kelar deh… bener-bener cepat, Total dari pendaftaran ke notaris hingga semua selesai memakan waktu tidak lebih dari 10 hari (itu juga karena saya menunda-nunda ke kantor pajak, karena males, heheheh..)

Tips: Aplikasinya memang dirancang mudah dan disertai manual, tapi banyak istilah yang bagi pemula agak membingungkan. Namun OSS yang dikelola oleh BKPM ini menyediakan Customer Service via phone atau email dengan respon yang baik. Kalau masih bingung juga, bisa datang ke BKPM Pusat di Gatot Subroto khusus yang di Jabodetabek, agar dapat bimbingan yang penuh.

Terakhir, kenapa sih harus repot-repot sendiri? Bagi usaha kecil atau rintisan, saya sih menyarankan banget URUS SENDIRI. Karena onderdil perusahaan sejatinya ada disini. Kita jadi tau dan melek banget, jadi nggak bakal dikibulin orang deh! Nggak ribet kok! Resepnya cuma sabar dan mau belajar!

Disclaimer: bukan tulisan endorsement

 

Hits: 1888

Pernah nggak kepikir, bagaimana perjalanan barang-barang kebutuhan rumah tangga dari pabrikan bisa sampai di rumah kita? Coba cek, ada berapa merek yang ada di rumah. Mulai dari deterjen, pasta gigi, minyak goreng hingga perangkat teknologi.  Dari selesainya produksi hingga sampai di rumah dengan kontrol stok yang baik di toko, pastilah memiliki proses yang rumit. Di belakangnya ada sistem dan manajemen distribusi pendukung yang canggih.  Tentu saja, IT kini menjadi kunci utama manajemen distribusi yang baik.

Proses distribusi di Indonesia (terutama FMCG) juga bisa dibilang sangat kompleks. Sebagai negara kepulauan dengan banyak pelosok, distribusi barang secara proporsional menjadi sebuah tantangan besar. Belum lagi karakter dan pola konsumsi masyarakat kita bisa dibilang unik. Perlu ada diskon, gimmick, dan sejenisnya untuk meningkatkan penjualan. Perusahaan distribusi-lah yang bertugas mengecek ketersediaan barang oleh supplier hingga pengiriman barang ke toko. Agar proses distribusi dapat berjalan efisien.

Nah, ngomong-ngomong soal itu, minggu lalu saya mendapat undangan spesial dari PT Pratesis sebuah perusahaan yang bergerak di pengembangan teknologi di bisnis ritel dan distribusi. Pratesis merupakan bagian dari Gunung Sewu Group yang berdiri sejak 1987. Kalau kalian tau merek-merek seperti Sunpride, Re-juve (minuman sehat yang lagi hits), permen Yupi, Bellfoods hingga asuransi Sequislife, itulah beberapa bagian dari keluarga Gunung Sewu Grup. Tidak kurang perusahaan-perusahaan besar seperti Unilever, Sosro, Khong Guan dan Mondelez sudah memercayakan pengelolaan distribusi produk-produknya ke Pratesis. So, bisa jadi pasta gigi yang ada di toilet rumahmu, sampai kesana juga karena jasa Pratesis loh!

Yuk, kenal lebih dekat dengan Pratesis.

Tiga Solusi yang Bersinergi. 

Pratesis memiliki 2 produk unggulan dan 1 servis sebagai bisnis utama.

Pertama, Scylla merupakan aplikasi yang di dalamnya berisi rangkaian proses bisnis ideal bisnis distribusi, Scylla mampu mendukung proses transaksional dan operasional di tingkat cabang atau distributor – mulai dari manajemen penjualan, persediaan, penagihan, utang-piutang, kas hingga kepada GL (General Ledger). Scylla juga dapat mengonsolidasi data dan informasi kegiatan cabang atau distributor. Dari sini, prinsipal atau kantor pusat akan mendapatkan informasi akurat terkait distribusi, promosi, analisis penjualan, kinerja salesman, persediaan, piutang, dan kas bank cabang atau distributor.

Nah, fungsi-fungsi diatas diturunkan dalam tiga jenis Scylla yaitu; Scylla Enterprise, Scylla Pro dan Scylla Mobile. Masing-masing terintegrasi sesuai dengan fungsinya. Scylla ini juga dapat dengan mudah berintegrasi dengan ERP (enterprise resource planning) yang dipergunakan, sehingga memungkinkan untuk membuat perencanaan yang lebih efisien dari sebelumnya. Bisa dibilang Scylla adalah  software terbaik untuk distribusi FMCG di Indonesia. Jangan lupa, Scylla adalah hasil karya software distribusi karya anak bangsa.

Kedua, ERP –Pronto Xi. Pernah dengar SAP dan Oracle? Dua merek tersebut adalah solusi ERP yang sudah sangat dikenal di dunia bisnis. Namun ada aplikasi Pronto Xi yang berasal Australia dan sudah digunakan di lebih dari 26 negara, yang tidak kalah canggih dibanding dua aplikasi sebelumnya. Pronto ditargetkan untuk perusahaan menengah yang berkembang hingga perusahaan besar.

ERP solution ini mempunyai modul point of sales (POS) yang terintegrasi langsung dengan back-end secara online real time, sehingga setiap transaksi yang terjadi di toko akan langsung tercatat. Pronto bisa mengatur banyak jenis discount item per toko, per wilayah, dengan pengaturan jadwal yang akurat. User juga dapat memastikan koordinasi dan integrasi aktivitas bisnis, serta arus informasi barang dan keuangannya. Kelebihan lain dibandingkan dengan ERP yang modul POS-nya berasal dari developer lain adalah user Pronto sudah tidak perlu memikirkan proses synchronization yang sering mengakibatkan ketidakakuratan data yang masuk ke back-end.

Ketiga, Distribution Management System (DMS) Service Desk. Dengan tagline “National Coverage With Local Culture”, Pratesis berupaya dekat dengan para user dengan memberikan support non stop 24 jam. Yang namanya pelayanan ke konsumen ritel kan memang berjalan terus sepanjang hari. Mungkin kita pernah mengalami mau beli satu produk yang sangat dibutuhkan, tapi stoknya di toko terdekat lagi kosong dan kita harus menunggu tanpa kejelasan waktu kapan barangnya datang. Sebabnya, bisa saja terjadi masalah di sistem yang membuat barang terlambat keluar dari gudang, masalah jumlah stok yang tidak proporsional antar toko dan lain sebagainya. Seharusnya semua hal tersebut dapat terpantau dengan baik melalui aplikasi yang digunakan.

Nah, disini layanan DMS  akan membantu dalam  implementasi, dukungan operasional dan teknikal serta pengembangan dan peningkatan aplikasi agar performa kegiatan distribusi makin baik. DMS dari Pratesis mampu memberikan respon yang cepat dan tepat terhadap suatu keadaan sehingga user dapat segera mengambil keputusan.

***

Saya belajar banyak sekali dari Pratesis, ternyata mi instan yang sering dinikmati di rumah, tidak begitu saja mudahnya kita beli di warung, ada proses yang panjang dan rumit agar bisa dinikmati. Jika tidak ada sistem manajemen distribusi yang baik dan ditunjang aplikasi-aplikasi seperti Scylla dan Pronto, mungkin kalau mau beli sabun cuci piring merek “Mama Mama” itu kita harus langsung ke pabriknya. Heheheh.. Eh, nggak seekstrim itu juga sih ya… 🙂

 

 

Hits: 2170

Tahukah kamu bahwa kata “Kendari” berasal dari Kandai yang berarti dayung? Atau kota Manado, bermula dari ungkapan “tempat yang jauh”? Tahukah kamu bahwa Buton berasal dari nama benteng yang saat ini diklaim sebagai benteng terbesar di dunia?

****

Sempat menghabiskan masa kecil di Pulau Sulawesi, kadang-kadang memang membuat saya bertanya-tanya apa sih arti nama-nama kota di pulau ini. Berbeda dengan nama kota di Pulau Sumatera yang kebanyakan berasal dari Bahasa Melayu sebagai bahasa dasar orang Indonesia, nama kota di Pulau Sulawesi, cenderung tanpa clue. Bandingkan juga dengan nama-nama kota di Jawa Barat. Disini awalan “Ci” untuk nama daerah sudah sangat umum. Ci yang berarti air biasanya dirangkai dengan kata lain yang menjadi nama daerah tersebut. Sangat mudah ditebak, mengingat memang sebagian besar daerah Jawa Barat dilewati aliran sungai.

Setelah puluhan tahun berlalu, akhirnya saya jadi tahu arti nama kota-kota utama di Sulawesi. Saya bersama teman-teman Kamadigital.com dipercaya PT Balai Pustaka (Persero) untuk menulis ulang sebuah buku bertajuk Sejarah Toponim Kota Pantai di Sulawesi yang awalnya diterbitkan oleh Kementerina Pendidikan dan Kebudayaan.

Ternyata, Sulawesi yang memiliki cukup banyak kota pantai memiliki kisah uniknya masing-masing. Contohnya Kota Makassar berasal dari kata “mangkasarak” mengandung arti memiliki sifat besar (mulia) dan berterus terang (jujur). Nama ini kemudian menjadi nilai luhur yang dipegang teguh masyarakat kotanya hingga saat ini. Selain kisah tentang Makassar, ada kota yang namanya ternyata berasal dari kesalahpahaman orang lokal yang mencoba menjawab pertanyaan orang asing. Ada juga yang namanya terinspirasi dari nama tanaman bahkan mitologi penduduk setempat.

Nah, dalam buku yang kemudian kami ganti judulnya menjadi “Asal-usul Nama Kota Pantai di Sulawesi” ini, kita dapat mengetahui kisah asal-usul dari 17 nama kota pantai di Pulau Sulawesi. Tujuh belas kota tersebut merupakan perwakilan dari enam provinsi yang ada di Sulawesi. Baik kota yang sudah memiliki nama besar seperti Makassar, Manado, Mamuju, dan Kendari, hingga kota lain seperti, Kema, Bitung, Bantaeng, Majene, Buton dan masih banyak lagi.

Sejarah penamaan nama-nama kota di Sulawesi ini berpengaruh terhadap peadabannya hingga saat ini. Pulau Sulawesi sejak dulu memang dikenal memiliki sejarah paling kuat dari sisi maritim. Dunia maritim inilah yang menggerakkan berbagai sisi perekonomian penduduk pulau ini, berdampingan dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal.

***

Buku ini sengaja dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, dengan komposisi 70% tulisan dan 30% ilustrasi yang lucu dan menarik. Sasaran buku ini adalah pembaca anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah yang mungkin menganggap sejarah adalah subyek yang membosankan dan tidak menarik. Harapannya, agar para generasi penerus bangsa tersebut mau melanjutkan semangat literasi dan pengetahuan sejarah bangsa ini tidak mati. Karena sesungguhnya sejarah adalah pondasi guna membangun pilar sejarah baru.

Sebelum kita membuat sejarah baru, ada baiknya kita mengerti sejarah tempo dulu yang mampu membuat bangsa kita menjadi seperti hari ini. agar kita tidak melupakan norma-norma yang diajarkan oleh nenek moyang.

Selamat membaca.

 

Hits: 1652

Terus terang, perluasan ganjil genap saat pelaksanaan Asian Games kemarin membawa dampak signifikan buat hidup saya. Kenapa? Karena Jakarta-Bogor via Jagorawi pada jam sibuk, bisa ditembuh kurang dari 1,5 jam! Bahkan kalau lagi hoki, bisa hanya sekitar 50 menit. Saat itu, perluasannya bukan hanya dari wilayah namun juga dari ukuran waktu. Kalau biasanya hanya jam-jam tertentu di pagi dan sore, saat Asian Games jadi seharian penuh.

Padahal, saya juga pengguna kendaran pribadi loh! Adanya ganjil genap membuat saya lebih berhitung tentang efisiensi waktu dan biaya. Misalnya, saat tanggal genap (karena mobil saya bernomor ganjil), sebisa mungkin saya kurangi beraktivitas yang jauh-jauh. Nah, pas tanggal ganjil saya justru memadatkan semua agenda perjalanan luar kantor. Jadinya efisien, secara waktu, biaya dan tentu saja energi tubuh. Bahkan saya ikut bangga, karena berkontribusi pada penurunan tingkat polusi. Data membuktikan terjadi penurunan polusi udara yang cukup signifikan karena perluasan ganjil genap tersebut (Sila googling deh…)

Sayangnya, satu bulan setelah Asian Games dan Asian Para Games berlalu, periode ganjil genap waktunya kembali ke jam yang sama. Habbit masyarakat pun kembali ke semula. Berangkat siang, pulang malam dan macet hanya berpindah waktu. Mobil-mobil dengan nomor plat berlawanan, kembali menguasai jalan-jalan tikus, menghabiskan waktu untuk masuk ke jalan besar yang dibatasi ganjil genap.

Apa boleh buat, Perda yang dibuat Pemda DKI awalnya memang menyebutkan perluasan ganjil genap tersebut hanya berlaku selama dua event olahraga tadi. Satu-satunya cara kita untuk tidak merasakan macet adalah naik kendaraan umum!

Duh, basi yaa, Jus Semangka nyuruh-nyuruh orang naik bus melulu!

Memang, bagi yang terbiasa duduk nyaman di kendaraan pribadi (apalagi disupirin) pasti enggan banget naik kendaraan umum. Kalau saya, sekarang memilih naik kendaraan pribadi, jika perginya rame-rame karena hitungan ekonominya akan lebih efisien. Tapi kalau sendirian, mending naik umum deh. Males kan nge-galau sendirian sambil duduk di belakang kemudi. Serius loh ini! Naik kendaraan umum (bis atau KRL) bagi saya adalah cara bersosialisasi dengan manusia lain. Iya, sih, tidak harus kenalan juga sama semua orang, tapi saya paling suka mengamati tingkah laku dan gerak gerik orang di kendaraan umum.

Bergabung dengan sekian banyak orang yang tidak kita kenal di bis, menumbuhkan rasa bersyukur yang dalam. Penumpang dengan beraneka ragam model dan datang dari berbagai lapisan ekonomi membuat kita melek kalau perjuangan hidup manusia itu salah satunya dilihat dari mobilitasnya.  Terbukti, kendaraan umum sejatinya adalah etalase kehidupan sosial di Jakarta. Apalagi sekarang, kendaraan umum bukan hanya milik kalangan ekonomi menengah bawah.

Di kendaraan umum juga sering lahir ide-ide kreatif yang kemudian menjadi rencana kegiatan besok hari. Bahkan beberapa tulisan di blog ini, juga lahir dalam perjalanan yang  awalnya ditulis pada ponsel.

Etapi ini bukan curhat loh, saya hanya ingin bercerita, bahwa naik kendaraan umum itu fungsi sosialnya banyak sekali. Kalau belum biasa naik kendaraan umum, dicobalah sekali-kali. Seandainya setiap pemilik mobil dalam seminggu minimal satu kali saja naik kendaraan umum, selain mengurangi macet, makna sosial yang akan kita temui pasti bisa membuka mata hati kita bahwa hidup itu, bukan hanya duduk di belakang kemudi, atau tidur sambil membiarkan supir membawa kita.

Ayo Naik Bus!

Picture : https://www.acd.org.au/ndis-research-forum-student-transportation/bus-cartoon/

 

 

 

 

Hits: 1070

Kalau mau jujur saya ini bukan seorang travel planner yang baik. Saya hampir tidak pernah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari sebelumnya. Mana ada tuh sejarahnya, saya beli tiket pelesiran satu tahun sebelum keberangkatan. Saya juga bukan ticket hunter yang bela-belain ngantri di Tour & Travel Expo. Soalnya sering gagal dapat yang murah atau pas ada travel fair kayak gitu, saya seringnya lagi tidak punya uang. Hahaha. Jadi, selama ini modal perjalanan saya adalah “mendadak”, tapi emang anak soleh ya, jadi tetap sering kok dapat tiket yang terjangkau (banyak juga yang gratis).

Tentu saja saya bukan contoh yang baik. Perjalanan liburan apalagi sampai ke luar negeri seharusnya memang direncanakan jauh-jauh hari dengan matang agar tidak menganggu arus kas. Tidak mau dong pulang jalan-jalan, keuangan tiba di titik terendah.

Yes, masa kini memang liburan sudah jadi gaya hidup bukan hanya refreshing dari pekerjaan. Banyak juga loh… yang nggak kerja, tapi selalu rajin merencanakan liburan demi memenuhi tuntutan update media sosial (beneran ini…) Nah, jika liburan sudah dijadikan agenda rutin, sangat wajib perencanaan keuangannya juga disusun dengan baik. Sayangnya belum semua industri keuangan di negara ini mendukung pengelolaan keuangan khusus untuk jalan-jalan. Kalau pun ada, sifatnya masih cicilan umum dari Kartu Kredit. Sementara banyak juga orang yang tidak memiliki kartu kredit.

Adira Finance jeli memanfaatkan kondisi tersebut menjadi peluang. Data pendukung pun menyebutkan lebih banyak orang yang memiliki BPKB daripada kartu kredit. Nah, pasti dong dari sekian juta pemilik BPKB masih ada yang belum pernah liburan ke luar negeri. Lahirlah Maxi Travel, solusi liburan santai, bayar belakangan.

Maxi Travel produk terkini dari Adira ini solusi yang menjamin kita bisa liburan kemana pun dengan agunan BPKB motor atau mobil dengan cicilan mulai dari 12 hingga 48 bulan. Syaratnya juga mudah kok, Fotocopy KTP, Fotocopy STNK & BPKB, Fotocopy KK dan tentu saja NPWP.

Kenapa jadi solusi ? Karena sebenarnya kepemilikan kendaraan menjadi salah satu indikator kondisi keuangan kita. Dengan menjaminkan BPKB kita menjadi lebih disiplin melakukan pembayaran dibandingkan mengambil kredit tanpa agunan. Selain itu, jumlah cicilan yang menyesuaikan dengan nilai barang jaminan, otomatis akan menyesuaikan juga dengan penghasilan rutin kita. Jadi happy, liburan tenang, bayar cicilannya pun aman.

Sebenarnya target utama Maxi Travel adalah negara orang-orang yang baru pertama kali ke luar negeri. Buat sebagian besar orang Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand adalah “negara pecah telor” jalan-jalan ke luar negeri. Karena itulah, Maxi Travel membuat beberapa paket ke negara tersebut, salah satunya Paket 5 Hari 3 Negara (Singapore, Malaysia, Thailand) hanya 300 ribu saja per bulan. Ada juga paket nonton Moto GP di Sepang Malaysia yang bisa berangkat dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Bandung dan Semarang. Asyik kan?

Negara lain bagaimana? Boleh banget! Silakan buka www.dicicilaja.com, ada beberapa alternatif lain yang bisa dicoba. Jika tidak ada pun, kalian bisa menghubungi biro travel yang sudah bekerja sama dengan Maxi Travel seperti Panorama Tours dan TX Travel. Silakan dipilih mau liburan kemana, ajukan ke Maxi Travel, pilih deh nilai cicilan sesuai kesanggupan dan jaminan yang kamu punya.

Kamu tidak perlu repot-repot hunting tiket, bikin itinerary, mencari penginapan dan berbagai perintilan liburan lainnya. Cukup bawa persyaratannya ke Adira, pilih biro travel yang sudah bekerja sama, ikuti prosedur dan tunggu deh tanggal keberangkatannya. Mudah kan?!

kumpul kumpul blogger dengan Adira Finance

Kalau kamu punya pengelolaan keuangan pribadi yang baik, saya rasa penawaran dari Adira ini sangat terjangkau. Dengan instalmen yang terjangkau, tidak banyak pengeluaran lain yang harus dipangkas. Kalau pun harus sedikit lebih hemat, tapi kan sudah punya pengalaman jalan-jalan ke luar negeri. Percaya deh, tidak ada pengalaman dan pelajaran yang lebih berharga selain menjelajah negeri orang, melihat budaya dan peradabannya. Dan yakin deh.., semakin sering ke luar negeri, akan semakin cinta dengan negeri sendiri.

Cuss packing!

 

 

 

Hits: 833

Kita pasti pernah mendengar berita tentang atlet asing yang dinaturalisasi, ormas-ormas yang dibekukan, hingga polemik surat wasiat harta peninggalan. Bahkan beberapa waktu lalu, media cetak dan online meliput besar-besaran berita pembekuan 9 yayasan di bawah sebuah travel haji umroh yang ditutup karena kasus penelantaran ribuan jamaah. Namun mungkin banyak yang belum tahu, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum & HAM RI adalah lembaga penting dibalik isu-isu terebut.

Tidak kalah hits saat ini adalah tumbuhnya bisnis-bisnis pemula dan start up berbasis teknologi. Pertumbuhannya yang kian masif dan menjanjikan tentu saja memerlukan legalisasi dan AHU adalah institusi yang memegang kendali utama pada legalisasi perusahaan di negara ini. Tidak salah jika keberadaan AHU sangat penting demi mendorong majunya kewirausahaan di tanah air.

AHU masih memiliki banyak tupoksi yang tidak kalah penting dan beberapa diantaranya, sangat dekat dengan keseharian kegiatan kita, seperti:

1. Pengesahan badan hukum,
2. Penyelesaian permohonan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian notaris,
3. Penyelesaian permohonan perubahan nama;
4. Penyelesaian permohonan penggunaan ahli hukum Warga Negara Asing;
5. Pengurusan harta peninggalan;
6. Pemberian surat keterangan wasiat;
7. Penyelesaian permohonan Pengangkatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

Masih ada rangkaian tugas-tugas lainnya, yang bisa disimak selengkapnya di Portal Ahu. AHU telah merintis layanan digital sejak 2013, saat ini sudah ada 15 aplikasi yang ada di AHU online diantaranya; pendaftaran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan pengurusan perusahaan terbatas (PT). Adanya aplikasi ini membuat pengurusan perusahaan yang  secara manual memakan waktu 30 hari, saat ini  bisa selesai dalam tujuh menit saja. Melalui aplikasi bernama Legalisasi Elektronik (Alegtron) ini, masyarakat dapat mengajukan permohonan pelayanan legalisasi dokumen secara online. 

Wah, kompleks juga ya, tugasnya.

Meskipun, sebagian besar layanan sudah dapat diakses secara online, AHU tetap membuka kantor pelayanan di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Bapak Sudaryanto Abdul Chalik, SH, Kepala Bagian Humas & Tata Usaha AHU, mengatakan; “Semua ini merupakan bagian dari upaya AHU agar lebih dekat dengan masyarakat”.

AHU menyadari, sudah bukan masanya lagi Pemerintah berjarak dengan masyarakat. Sudah jamak, unit-unit di Pemerintahan, terutama yang terkait langsung dengan pelayanan melakukan berbagai upaya untuk menjangkau dan berinteraksi dengan masyarakat.

Nah, terkait dengan itu, minggu lalu AHU mengundang beberapa blogger yang juga penggiat dunia digital untuk berdiskusi tentang mengoptimalkan penggunaan platform-platform digital seperti blog dan media sosial. Diskusi terkesan sangat cair, jauh dari kesan birokrat yang kuno dan kaku. Pak Sudaryanto dan tim menerima dengan terbuka berbagai masukan dan usulan teman-teman blogger.

Dari diskusi diketahui, saat ini AHU sudah memiliki akun-akun media sosial seperti instagram dan twitter. Harus diakui, pengelolaannya memang belum optimal. Namun AHU percaya bahwa pengembangan pelayanan online harus didukung oleh distribusi informasi yang juga digital. Oleh karenanya, perlahan namun pasti, media sosial akan menjadi pusat informasi AHU serta menjadi wadah berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam kemasan yang menarik dan kekinian.

Apapun medianya, dukungan harus diberikan kepada AHU yang terus berbenah memperbaiki pelayanan pada masyarakat.

Setuju, kan?!

Hits: 956

Beberapa tahun lalu seorang sahabat pernah bilang kepada Saya; “Jangan kotori tanganmu dengan balas dendam kepada orang-orang yang sudah menyakiti”.  Saat itu, saya dalam kondisi mental yang tidak terlalu baik karena satu kejadian yang membuat saya seperti menjadi orang apatis. Meski senang curhat kepada teman-teman dekat, sejatinya saya lebih banyak menyimpan semuanya sendiri. Pengalaman membuktikan, bercerita terlalu banyak dengan banyak orang bukan sebuah solusi yang baik. Menenangkan? Tidak juga, karena sifatnya semua sementara. Tidak mudah bersikap tenang, sabar dan ikhlas saat ada di posisi yang penuh dengan kemarahan, kebencian, kekecewaan dan sakit hati yang membuncah. Apalagi kalau kamu tidak punya Tuhan sebagai pegangan.

Saya masih ingat betul, ada teman yg berapi-api menasehati; “Tutup semua komunikasi dengan orang-orang yang membuat lo sakit hati”. Does it work? Yes, but it is temporarily and for me,  I didn’t do that and won’t do that!. Saya membiarkan semua berjalan seperti biasa. Menahan amarah, menahan caci maki dan menahan keinginan untuk berbuat yang sama jahatnya.  Saya percaya; the best revenge is life well. Dan pelan tapi pasti, itu terbukti. But, yes.. It takes time!

Hampir sewindu berlalu, hingga tiba suatu masa semua sakit itu sendirinya hilang termakan waktu. Menguap entah kemana. Memang, ibarat kaca yang sudah tergores, goresannya tidak akan pernah hilang sampai kaca itu ikut hancur berkeping-keping. Tapi guratannnya makin pudar, dikaburkan oleh sisi lain yang kian bersinar. Saya pernah bilang dengan orang yang menyakiti itu, “Suatu saat kamu akan melihat saya di satu tempat yang tinggi dan kamu akan merasa menyesal sekaligus bangga karena kamu pernah menjadi bagian dari hari-hari Saya”. Yah, itu memang Cuma kata-kata biasa, bukan sumpah, namun kini hal itu terbukti.

Di hidup baru saya saat ini, entah bagaimana ceritanya dia atau mereka tiba-tiba saja hadir. Bukan dalam sosok yang dulu, tapi sosok baru yang lebih bersahabat dan memberi banyak dukungan kepada hari-hari Saya. Tentu dengan konsep hubungan yang berbeda dari jaman dulu. Saya menerima semua dengan damai. Banyak teman yang berkomentar negatif, tapi buat saya itu justru salah satu cara menilai mental seseorang.  Saya akhirnya menyadari, di balik semua indikator kedewasaan, berdamai dengan masa lalu adalah salah satu yang paling berat. Dan Saya sekarang ada disana.

Sudahkah kamu sampai di titik itu?

 

 

Hits: 1096

Setelah eforia World Cup 2018, sekitar empat miliar mata penduduk Asia akan tertuju ke Indonesia. Jakarta dan Palembang akan disorot habis-habisan sebagai penyelenggara Asian Games 2018. Persiapan intensif sebagai Tuan Rumah telah dilakukan Indonesia sejak dua tahun terakhir. Kini, di hampir seluruh penjuru Ibukota kita sudah melihat eforia pesta olahraga terbesar di benua Asia ini. 

Tentu saja ini merupakan pekerjaan besar yang menjadi pertaruhan nama bangsa. Hampir seluruh Lembaga dan Kementerian Negara terlibat bahu membahu menciptakan kesuksesan Games 2018. Beberapa waktu lalu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, ada beberapa sukses yang ingin dicapai di perhelatan akbar ini, pertama sukses penyelenggaraan, kedua sukses ekonomi, ketiga sukses prestasi dan keempat, sukses administrasi.

Sukses Penyelanggaraan artinya; Asian Games 2018 berjalan dengan lancar, dari semua sisi, seperti venue, pelaksanaan pertandingan, infrastruktur pendukung hingga transportasi yang akan berpengaruh signifikan  pada mobilisasi atlet dan seluruh crew. Sedangkan sukses ekonomi; diharapkan ajang internasional ini memiliki multiplier effect bagi ekonomi Indonesia. Seperti pariwisata yang ikut terekspos, pemasukan dari tiket penonton, terbantunya usaha-usaha kecil dan menengah, naiknya okupansi bisnis bisnis hotel dan kuliner hingga penjualan merchandise. Sementara sukses prestasi, tentu saja kita wajib mendukung atlet-atlet nasional yang berlaga untuk membawa pulang medali. Terakhir, sukses administrasi, artinya semua kegiatan pada Asian Games, akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Semua tentu tidak menghendaki adanya penyimpangan-penyimpangan yang berujung bertambahnya pekerjaan KPK.

Nah, untuk mendukung kesuksesan itu, bagaimana sih kesiapan Jakarta sebagai lokasi utama? Banyak pastinya!. Bukan hanya mempercantik diri, menyiapkan venue pertandingan, memastikan fasilitas untuk para atlet terkendali dan tidak kalang paling penting adalah pengaturan kondisi lalu lintas agar perjalanan atlet menjadi lancar, nyaman, aman dan tepat waktu menjalani pertandingan.

Lalu, kenapa sih lalu lintas perlu pengaturan khusus? Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Jakata meskipun segala upaya menguranginya terus menerus dilakukan oleh Pemerintah. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang tentu saja berpengaruh terhadap arus lalu lintas. Sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia.  Kedua, ada standar internasional yang harus dipenuhi oleh penyelenggara terkait waktu dari hotel/penginapan atlet ke venue pertandiangan, yaitu maksimal 30 menit. Kebayang dong kalau nggak diatur, cukup nggak kira-kira waktunya bagi atlet yang menginap di Senayan dan harus berlaga di Padepokan Pencak Silat Taman Mini atau Stadion Pekansari Cibinong?

Oleh karena itulah, Kementerian Perhubungan melalui BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) meluncurkan tiga paket kebijakan transportasi untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Asian Games. Ketiga paket kebijakan yang mulai diujicobakan per tanggal 2 Juli 2018; adalah Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), Penyediaan Angkutan Umum serta kebijakan Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang (golongan III, IV, dan V).

Jangan kaget, kalau mulai Juli ini, skema ganji genap akan diperluas dan dengan durasi yang lebih panjang termasuk sabtu minggu. Secara tidak langsung, kebijakan ini juga mendorong masyarakat umum menggunakan fasilitas transportasi umum. Jangan khawatir, ratusan armada bus telah dipersiapkan bagi masyarakat umum dan wisatawan mancanegara. Mobil-mobil besar atau truck yang semula dibatasi jam-jam operasionalnya di tol-tol tertentu, kini juga diperluas ke jalur-jalur tol lain.

Ya, benar sebagai penduduk Jakarta dan sekitarnya, selama Asian Games 2018 kita memang harus “berkorban”. Mereka yang terbiasa nyaman dengan kendaraan pribadi, harus berpindah ke kendaraan umum. Yang terbiasa menggunakan jalur-jalur tertentu terpaksa harus mencari jalur lain.

Awalnya, pasti akan muncul ketidaknyamanan dan mungkin saja komplain, namun berbagai alternatif sudah disiapkan Kementerian Perhubungan, agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Jadikan ajang internasional –yang sangat langka dilakukan di Indonesia ini- sebagai sebuah kebanggaan. Sebagai informasi, kita pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1962. Ini saatnya negara kita kembali unjuk gigi di kancah olahraga internasional. Semoga semuanya membawa dampak yang positif terutama bagi perekonomian bangsa tercinta.

Salam,

Energy of Asia

Foto Foto:

Tim Kamadigital.com & Tim Humas BPTJ

Hits: 1061

Pertanyaan yang paling sering saya terima adalah: berapa sih biaya jalan-jalan ke Amerika? Dimana cari tiket murah ke Amerika? Nah, sekalian aja, berikut tips ringan dari saya tentang bagaimana liburan murah di Amerika Serikat. Lumayan sering bolak balik kesini, bikin saya niat banget nulis artikel ini. Hahahaha… Semoga membantu. Oya, sebelumnya, saya sudah pernah menulis tentang tips mendapatkan VISA USA disini.

Tiket Murah? Tidak Melulu Harus Beli di Travel Fair!

Biarpun nyaris tidak pernah ikut travel fair, selama ini saya Alhamdulillah, selalu dapet tiket yang masih terjangkau.  Beberapa website yang menjadi rujukan saya adalah cheapoir.com, oneflight.com, vayama.com dan kayak.com. Saya tidak terlalu merekomendasikan e-commerce tiket lokal untuk beli tiket ke USA, karena kebanyakan belum bekerja sama dengan seluruh airline internasional. Jika ada harganya bisa mahal sekali….

Dari situs-situs yang disebutkan diatas, sering (bahkan selalu) bisa didapatkan harga seperti di Travel Fair bahkan saat peak season. Aktifkan menu notifikasi email, sehingga kalian bisa mendapatkan informasi jika ada harga yang sedang turun. Contoh, Jakarta-Los Angeles, jika beruntung kamu bisa dapat di harga USD 600an (PP), dan itu pun sangat sering. Resepnya, cermat dan seksama memilih tanggal keberangkatan.

Jangan heran, kalau nanti akan ketemu nama-nama pesawat yang belum pernah kita dengar. Sebagai gambaran, sekarang banyak sekali penerbangan dari China. Bukan hanya penerbangan dari Ibukotanya, namun juga dari beberapa provinsi disana langsung menuju USA. Maju ya, China ini.. Pesawat-pesawat dari China ini memiliki harga cenderung stabil murah. Ngeri soal keamanan?! Semua pesawat yang bisa masuk Amerika sudah terjamin keamanannya. Tentu saja, soal kenyamanan jangan dibandingkan dengan level Emirates atau Singapore Airlines ya. Toh, prinsipnya kan yang penting sampai dengan selamat. Btw, berdasarkan pengalaman, menurut saya sementara ini kelas ekonomi ternyaman adalah Korean Airlines (tapi harganya juga lumayan…) daripada SQ. Beneran!

Biasanya, tiket ke USA via Malaysia hampir selalu lebih murah hingga USD 200-300 (PP) jika dibanding dari Jakarta. Namun kalau pun  kamu tergiur, perlu dihitung dengan akurat, biaya-biaya tambahan lain seperti tiket Jakarta-KL (PP) plus biaya bagasi. Umumnya pesawat ke Amerika memberikan bagasi gratis 2×23 kg per orang. Sementara pesawat dalam Asia maksimal bagasi adalah 30 kg/orang (bahkan ada yang tanpa bagasi) Kenapa perlu diwaspadai? Begini, kalau pulang ke via Malaysia, artinya perlu tambahan biaya lagi beli kuota bagasi ke Jakarta. Karena umumnya, kuota bagasi dari Malaysia ke Indonesia pasti lebih sedikit daripada kuota bagasi dari dan ke Amerika. Ini terutama kalau bagasi kalian dari Amerika memang di maksimal kuota 2×23 kg. Perlu juga dihitung, biaya yang dikeluarkan saat transit di KL pastinya kita perlu makan kan? Jangan lupa hitung biaya “capeknya” mondar mondar dan transit. Eh, ini mungkin cuma berlaku buat yang kopernya segede kulkas kayak saya (2 bijik pulak!)

Beli Tiket Pergi dan Pulang dari Kota yang Sama

Amerika itu luas buangett, gaes, dan hampir semuanya daratan kecuali Hawaii dan beberapa pulau-pulau kecil. Kota-kota utama yang jadi pusat pariwisata diantaranya Los Angeles dan New York. Los Angeles di west coast sementara New York di east coast. Jarak dua kota tersebut seperti naik pesawat dari Jakarta ke Ambon direct (kurang lebih 4 jam)  dengan perbedaan waktu sekitar 3 jam. Bener-bener hampir seperti dari ujung barat ke ujung timur Indonesia.

Kalau mau hemat, belilah tiket PP dari dan ke kota yang sama. Logikanya begini, maskapai penerbangan menghindari rugi dengan memberikan harga tiket PP jauh lebih murah daripada beli sekali jalan agar okupansi pesawat selalu mencukupi. Untuk tujuan yang sama saja jika tidak beli langsung sekaligus PP akan mahal, apalagi jika berbeda tujuan. Contoh, kalau landing di LA, maka pulangnya pun harus take off dari LA. Beli tiket satu kali jalan, misal Jakarta-LA dan pulangnya New York-Jakarta, akan membuat biaya untuk tiket naik hingga 100-200%. Nggak percaya, silakan cek sendiri. 

Untuk transportasi antar kota (domestik) di USA, tipe-tipe penawarannya kurang lebih sama dengan kita, pesan lebih cepat lebih baik. Hati-hati, beberapa waktu tertentu harga tiket domestik lebih mahal daripada harga ke Jakarta. Beneran! Kalau waktu kalian pendek dan biaya pas pasan, saran saya tidak usah visit kota kota yang berjauhan. Misal kalau West Coast cukup LA dan San Francisco yang bisa ditempuh dengan bis, atau ditambah ke Las Vegas dan San Diego dengan perjalanan darat rata-rata lebih 6-7 jam dari LA. Semoga di tahun berikutnya ada rejeki lagi, jadi bisa menjelajah East Coast seperti New York dan Washington DC.

Sedia Makanan Kemasan

Sobatmisqin-ku, biaya sekali makanan yang cukup enak, layak serta bukan fast food di USA, rata-rata USD 9-10 Itu udah standar banget restoran ya. Kalau mau lebih enak sekitar USD 15-20/porsi. Jika dirupiahkan, bisa buat makan di warteg sebulan kan? Nah, buat ngirit mau tidak mau kita harus sudah mulai akrab dengan gerai-gerai fastfood seperti McD, Wendys, Pizza atau Dunkin Donuts yang ada di setiap sudut kota. Standar paket makan fastfood antara USD 4-7/porsi. Oya, porsi orang disini besar-besar, kalau saya sih bisa buat makan dua kali.

Bosan fast food? Jangan khawatir, Amerika gudangnya makanan kemasan. Dari mi instan, sayuran hingga pizza instan semua ada di supermarket. Harganya pun murah bisa kurang dari USD 5 dan untuk makan hingga 2-3 kali. Tapi pastikan ada microwave di tempat kalian menginap, untuk menghangatkan makanan sebelum disantap.

Oya, suka makan di IKEA? Ini juga bisa dicoba, meskipun berasal dari Swedia, toko IKEA cukup banyak di USA. Ssst, disini ada sarapan murah omelette dan kentang hanya 99 sen saja! Kesini berdua, udah kenyang banget dengan hanya USD 10.

Kangen makanan Indonesia? Sekarang sudah banyak warung makanan kita terutama di kota-kota besar. Nanti salah satunya akan saya tulis menyusul. Harganya? Muahalll, rek! Sakit hati, kalau ingat harganya di Jakarta. Seporsi mi ayam bisa mencapai USD 10. Nasi padang sebungkus isi rendang dan telor USD 8. Arrgh…. Saran saya, bawa makanan kering dari rumah, yang tinggal dipanasin, seperti rendang kering, orek tempe kering, dll. Ini bakal lumayan banget hematnya. Packing serapih dan serapat mungkin, serta declare sebagai makanan kering, agar tidak terhambat di custom bandara.

 

Sewa Apartemen atau Dormitory

Gaes, selain makanan, biaya liburan yang paling mahal di USA adalah biaya penginapan. Jangan heran kalau hotel-hotel chain sekelas Hilton di USA nggak ada apa-apanya. Hotel-hotel di USA (yang kalau di Indonesia, udah top banget) disini biasa saja. Bahkan sekelas Hilton tidak menyediakan sikat gigi di kamar mandinya, boro-boro lemari pendingin. Saya pernah menginap di salah satu hotel lumayan bagus di Las Vegas, saya berpikirnya pasti di kamar ada kulkas (kebeneran kita bawa rendang), eh ternyata nggak ada loh! Untung lagi musim dingin, jadi rendangnya tetap awet. Hehehe

Hampir di setiap sudut kota dan desa, disini ditemukan hotel-hotel budget yang ujungnya pake Inn, seperti Holiday Inn, Days Inn. Bentuk bangunannya, bukan gedung tinggi menjulang, tapi kubus yang penampakannya lebih mirip kontrakan bertingkat. Jika sekelas Hilton rate-nya mencapai USD 80-150 per malam, hotel-hotel “Inn” tersebut hanya sekitar USD 50-70 per malam. Tapi fasillitasnya nyaris sama (jika tanpa sarapan). Kalau datang bersama keluarga atau rombongan, saya sarankan menyewa apartemen di Air BnB, kisaran per malam sekitar USD 100 dollar, lumayan irit untuk beramai-ramai. Jika solo traveling? Mending sewa dormitory (kisaran USD 30-50) atau paling irit numpang di rumah kerabat, teman, mantan, kecengan, atau siapalah.. Hehehe..

Oya, tiap kota memiliki rate harga yang berbeda-beda, New York dan Los Angeles pasti lebih mahal dari Phoenix atau Texas.

Cari Tempat Wisata Gratis

Cukup keluarga Anang-Ashanty saja yang kalau liburan ke USA mampir ke Disneyland. Hehehe.. Karena semua penjuru berbeda atmosfir-nya dengan negara kita, banyak sekali spot instagramable yang bisa bikin stok foto instagrammu penuh untuk setahun. Taman-taman umum biasanya gratis, kecuali kalau di tengahnya ada museum. Foto di Hollywood Walk of Fame juga gratis, naik ke puncak tulisan Hollywood gratis. Foto di Golden Gate gratis, main di Central Park juga gratis, menikmati pantai La Jolla di San Diego gratis, menyusuri bay walk Manhattan Beach di LA, gratis. Dan masih banyak gratis-gratisan lain!  Mau ke taman nasional seperti Grand Canyon? Cek postingan saya disini. Cukup terjangkau kok!

Seperti Eropa, Amerika juga negara yang sangat menghargai sejarah. Museum ada dimana-mana. Saya ceritakan dua diantaranya di tulisan Texas dan Prescott berikut ini.

Kalau datang bertepatan dengan perayaan tertentu seperti Thanks Giving, Independence Day sering banyak festival yang seru dan juga gratis.

Never Buy Anything At Full Price

Teman-teman, Amerika itu negara penuh diskon. Diskonnya pun bukan kayak Ramayana, yang dinaikin dulu baru diturunin. Pada awal November, menjelang Thanks Giving, selalu ada Black Friday dimana harga bisa turun gila-gilaan walaupun hanya 24 jam saja. Biasanya saat Black Friday, banyak yang sampai menginap di pusat-pusat perbelanjaan untuk mendapatkan barang idamannya.

Tapi kalau kesana nggak pas Black Friday gimana? Jangan khawatir, banyak barang bermerek yang bisa kita dapatkan murah. Ada beberapa toko retail seperti Ross, Target, Sears, (masih banyak lagi) dan premium outlet khusus untuk barang-barang branded premium. Jangan tergiur melihat harga murah di mall, karena di mall umumnya barang-barang Just Arrived. Pandai-pandai pula melihat musim, baju musim panas pasti jatuh banget harganya di musim dingin, begitu pula sebaliknya. Buat kita yang orang Indonesia, tentu kondisi musim tidak berpengaruh.

Di toko-toko retail yang saya sebutkan diatas, selalu ada stok barang bermerek yang harganya bisa turun hingga 50%. Memang stoknya terbatas, atau sudah bukan keluaran terbaru. Namun, tetap keren kok. Kalau mau souvenir murah buat oleh-oleh lebih baik beli di Wallmart atau Wallgreen daripada di toko souvenir atau di tempat wisata. Wallgreen juga surga buat yang suka belanja kosmetik, dari harga sedolar hingga puluhan dollar ada disini. Dari merek biasa hingga mereka mahal tersedia. Asal jangan tanya merek yang sekelas Beverly Hills ya.. Di beberapa toko juga selalu ada “garage sale”. Biasanya stoknya tingga 1-2 pieces, tapi kalau beruntung, siapa tahu itu barang incaranmu selama ini.

Jangan lupa, semua harga yang tertera di barang belanjaan selalu belum termasuk pajak. Nilai pajak ini bisa beda-beda tergantung negara bagiannya. Sebagai contoh di New York, pajaknya 10%, di Arizona 8,3%, tapi bisa juga 0% seperti di New Jersey.

Sebenarnya sih, meskipun tidak diskon gede, beberapa barang branded terutama keperluan wanita (kosmetik, body fragrance, dll), relatif lebih murah dibandingkan di Jakarta. Maklumlah, masuk negara tercinta ini kan, kena pajak lagi. Tapi jangan kalap ya, ingat bea cukai kita makin membatasi barang luar negeri masuk ke Indonesia.

So, sudah siap berangkat?!

Hits: 5590

Menurut teori, long haul flight adalah penerbangan langsung (direct flight) dengan durasi minimal 10 jam. Dari hasil googling, saya menemukan bahwa direct flight terlama adalah Singapura-San Francisco dengan durasi sekitar 17 jam 15 menit, kemudian Jeddah-Los Angeles selama 16 jam 40 menit. Sekarang, dalam setahun, setidaknya saya menjalani 2 kali penerbangan dengan durasi minimal 12 jam. Karena belum mampu beli tiket bisnis apalagi first class (I wish I were Syahrini, heheheh…) mau nggak mau saya harus mencari tips agar tidak terlalu capek apalagi sakit. Mungkin beberapa resep di bawah ini, bisa teman-teman terapkan juga.

Pastikan badan dalam kondisi sehat

Perubahan tekanan yang drastis akan membuat banyak terjadi perubahan di metabolisme tubuh, belum lagi di tujuannya yang jauh, jetlag sudah pasti akan dialami. Beberapa tahun lalu, saya pernah menjalani penerbangan Jeddah-Los Angeles selama hampir 17 jam nonstop (dari total 37 jam perjalanan termasuk transit) dan setelah mendarat saya pun sukses mengalami diare. Memang sih, sebelum take off, badan sudah agak kurang sehat karena saya masih sempat lembur di kantor hingga jam 11 malam. Lalu diperparah kondisi di dalam pesawat yang kurang nyaman, jetlag serta cuaca yang kurang mendukung. Saya juga pernah terbang dari Kuala Lumpur ke Jepang selama 8 jam lanjut Jepang-Los Angeles selama 12 jam dengan kondisi flu berat! Alhasil, sampai di tujuan, saya terkapar kurang lebih seminggu. Jangan dianggap remeh deh, soal sakit-sakit yang kita pikir sepele ini. Gak lucu banget, kalau tujuannya liburan (apalagi kerja), tau-tau setiba di destinasi malah sakit. Bahkan untuk beberapa penyakit tertentu wajib berkonsultasi ke dokter sebelum berangkat. 

Duduk di Aisle Seat

Pilih duduk di lorong atau koridor. Lupakan sementara duduk santai di bangku sudut dekat jendela dan memandang langit yang indah. Percayalah, itu semua hanya indah saat perjalanan jarak dekat. Saat jarak jauh, jendela akan lebih sering harus ditutup, untuk menghindari kebingungan perputaran waktu yang cepat dan di luar biasanya cenderung gelap, karena pesawat ada di ketinggalan minimal 35000 kaki (atau sekitar 10 km) di atas permukaan laut. Duduk di lorong juga memudahkan mobilitas kita di pesawat dan mengurangi pegal karena lelah “terkurung”. Belum lagi kadang ada rasa sungkan dan repot harus membangunkan penumpang sebelah kita jika ingin ke lavatory (toilet)

Banyak Minum Air Putih, Hindari Soda

Biarpun sama sekali tidak akan terasa haus, air putih akan memperlancar metabolisme tubuh dan membuat tubuh tetap fit. Pramugari biasanya akan memberikan pilihan minuman bersoda, sebaiknya pilih jus buah, kopi dan teh (tapi jangan sering-sering) dan tentu saja air putih. Perut kembung bisa saja terjadi karena dampak tekanan udara, apalagi kalau ditambah minum soda. Takut sering pipis? Jangan khawatir, justru keinginan ke lavatory (toilet) yang bikin badan harus bergerak bisa membantu tubuh tidak cepat lelah.

Exercise Minimal 2 jam sekali

Duduk nonton film hingga berjudul-judul selama lebih dari 10 jam tidak akan menyenangkan lagi kalau kita terus menerus di posisi yang sama. Makanya, di penerbangan jarak jauh, sering banyak penumpang yang berolahraga ringan di lorong pesawat. Cuek saja! Badan akan terasa pegal  hingga hampir kehabisan posisi nyaman, jadi mau tidak mau sesekali kita harus berdiri melakukan peregangan. Selama penerbangan, sirkulasi darah juga akan melambat, duduk terus menerus malah bisa bikin kaki keram dan kondisi badan makin kurang sehat.

Bawa Obat-obatan Pribadi

Sebagai orang kampung(an), saya selalu siap tolak angin cair dan minyak kayu putih kalau naik pesawat jauh. Membantu banget buat jaga-jaga. Apalagi kadang-kadang makanan yang disajikan kurang sesuai dengan selera kita yang membuat daya tahan tubuh bisa turun. Karena bukan tipe pelor (nempel molor), kadang-kadang saya juga membawa antimo. Bukan takut mabuk, tapi agar bisa tidur dengan nyaman.

Pesan Moslem Meal (bagi yang muslim)

Kenapa ini saya masukkan salah satu tips?! Saya pernah tidak melakukan pemesanan moslem meal via internet, akibatnya saya tidak bisa makan makanan yang disajikan, dan perut terasa kembung. Saya hanya dapat menyantap roti plus mentega yang rasanya sangat “plain”, plus salad sebagai appetizer yang jumlahnya kira-kira hanya 2 sendok makan. Kebayang kan lapernyaa…. Umumnya sekarang pesawat-pesawat Eropa dan Amerika pun bisa menyajikan moslem meal, asal dipesan terlebih dahulu. Daripada di pesawat mules dan pas landing kurang sehat, mending deh pesan duluan. Ohya, beberapa pesawat (bukan dari negara dengan penduduk muslim) seperti Singapore Airlines selalu punya stok moslem meal, tanpa harus melakukan online order. Tapi jangan heran, menunya itu-itu saja (seperti nasi briyani dan makanan penuh rempah ala Timur Tengah) Hehehe..

Moslem Meal-United Airlines

Nah, sudah siap terbang jarak jauh? Safe Flight!

feature image: google.

Hits: 3404

Masih ada ya, produser dan sutradara yang mau memproduksi film seperti LIMA, begitu pikir saya setelah selesai menonton filmnya. Buat saya yang tidak terlalu paham masalah sinematografi, gambar-gambar film ini sungguh bercerita walau tanpa banyak dialog dan ekspresi aneh-aneh layaknya sinetron. Meskipun temanya idealis, film ini ditata apik yang tetap membuat kita betah menonton hingga selesai tanpa bosan. Karena ke-idealis-annya itu, film ini bisa jadi bukan film yang laku di pasaran.  Saya yakin produser dan sutradaranya pastilah mereka yang tidak saja cinta profesinya namun juga cinta dan peduli bangsa ini.

Minggu lalu, saya diajak PPM Manajemen menonton film tersebut. Jarang sekali ada perusahaan bahkan swasta yang begitu konsen dengan perayaan Hari Lahir Pancasila dan memeriahkannya dengan cara menonton bersama film yang terkait dengan Pancasila. Memang, upacara bendera wajib dilakukan di tanggal itu, tapi setelah itu, ya sudah, selesai. Semua memang cuma sebagai ritual belaka. Dulu memang, film G3O SPKI mungkin sempat jadi tontonan wajib anak sekolah, tapi sejatinya memaknai Hari Lahir Pancasila justru tidak kalah penting. Apalagi beberapa tahun terakhir, keberagaman seolah menjadi ancaman bagi negara, dan kita mungkin lupa bahwa ada Pancasila yang seharusnya mengingatkan negara ini memang dibangun karena keberagaman bukan oleh keseragaman.

 

Bagi PPM sendiri, menjaga keutuhan bangsa adalah panggilan. Mungkin itu yang kadang tidak kita sadari juga menjadi tugas kita. Sejak awal berdirinya, PPM Manajemen terus berupaya memastikan menjaga dan mempromosikan kebersamaan nasional dan kebhinekaan dalam pembangunan bangsa. Meski terlihat tujuannya serius dan “berat”, ternyata caranya bisa kok dalam bentuk yang fun tapi “mengena”. Seperti kata Pak Bramantyo Djohanputro, Direktur Eksekutif PPM yang menemani kami; beliau ingin insan PPM tidak hanya hapal sila per sila, tetapi juga mengerti cara penerapannya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam film ini, dikisahkan ada satu keluarga yang sangat majemuk. Berbeda keyakinan, berbeda konflik yang jika ditarik benang merah-nya, mewakili masing-masing sila pada Pancasila. Uniknya, semua masalahnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan realita yang akhir-akhir ini terjadi. Ibunda mereka beragama muslim yang taat, sementara tiga anaknya ada yang memeluk Islam mengikuti dirinya, ada juga yang mengikuti keyakinan Almarhum Ayah mereka. Konflik sehari-hari terbangun berkaitan dengan pekerjan dan pergaulan sehari-hari.

Fara, anak pertama yang seorang pelatih renang mengalami dilema untuk memilih anak latihnya berlaga di Asian Games. Di satu sisi yang berprestasi justru Kevin, perenang yang keturunan Tionghoa, sementara ada calon lain, asli Indonesia yang “dititipkan” oleh atasannya. Aryo, anak kedua mengalami masalah perbedaan pendapat dengan teman sekerjanya, yang membuatnya didepak tanpa musyarawah terlebih dahulu. Sementara Adi, si bungsu terbiasa hidup dalam bully-an yang membuatnya membatasi pergaulan. Ada tokoh-tokoh lain yang membuat film ini jadi lebih hidup. Meskipun memiliki problema masing-masing, namun film ini tetap terasa berada dalam satu kesatuan tidak menjadi sekuel. Sila tonton trailer-nya berikut ini.

Kita sebenarnya masih kurang media untuk merekatkan bangsa. Kita perlu media-media kreatif yang tidak hanya memberikan hiburan, tapi juga edukasi. Seperti film Lima ini. Sudah sepatutnya kita dukung, caranya sederhana, nonton dan ceritakan ke teman-teman. Yuk…

Pacific Ocean, 10 Juni 2018

Hits: 1010