kreativitas yang kebablasan


Obrolan / Wednesday, October 5th, 2011

Dalam perjalanan ke kampus menumpang sebuah kendaraan umum beberapa waktu lalu, gw sempat mendengar lagu dangdut yang syairnya begini:

awalnya aku cium-ciuman
akhirnya aku peluk-pelukan
tak sadar aku dirayu setan
tak sadar aku ku kebablasan

ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran tidurnya berduaan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Gila, langsung aja berasa shock banget dengan syair yang to the point dan tanpa tedeng aling-aling begitu, tapi herannya lagu itu keinget terus di memori gw. Setelah diselidiki.. *upsss.. ketauan gw penggemar dangdut neh*, banyak juga lagu dangdut lain yang serupa dan parah abis.

Ini satu lagi.

wanita kamu harus tahu
mengapa lelaki buaya
mau tahu jawabannya
wanita punya lubang buaya

wanita kamu harus bisa
ingatkan pesan orang tua
jangan sampai dekat buaya
nanti kamu jadi korbannya

memang wanita dia punya lubang buaya
wajar saja lelaki mau menggodanya
memang wanita punya satu lubang buaya
walau satu tapi itu sangat berharga

Setelah sebuah chit chat dengan @hendikin, dia malah ngirimin gw beberapa lagu lain yang nyaris serupa syairnya dan semua parahh… Ini satu lagi.

aku bukan cewe clubbing
yang mudah kau piting
nanti bunting dan kamu kepiting laut
banyak cewe bertekuk lutut
aku bukan es lilin
disedot di isep
habis itu di banting
Buat kalian yang baca tulisan ini, silakan cari sendiri deh judul dan penyanyinya. Sumpah semua bikin geleng geleng kepala. Musiknya memang sangat ringan, gampang banget nempel di otak yang juga bisa membuat penyanyinya mendadak ngetop dan lagunya dinyanyiin dimana-mana. Tapi ampun deh, apa para pencipta itu hanya mikirin gimana caranya cepet dapetin duit dari lagu lagu yang disinyalir merusak pikiran orang orang labil (baca: anak anak dan ABG) itu ? Gw memang tidak berhak men-judge apalagi musik itu bagian dari seni yang universal. Tapi justru karena universal alias mudah dimengerti semua umat itulah, kok para pencipta itu lupa kaidah kata kata yang lebih sopan sih? Gw bingung dimana tanggung jawab moral mereka. Ah, terlalu jauh dan dikira sok pinter dan okeh kalo gw ngomong masalah moral.

Mungkin maksudnya buat lucu-lucuan sih, tapi lama lama sungguh jadi gak lucu. Pleaseee gak usah bikin komparasi sama video porno, majalah porno dan sejenisnya yang sudah eksis duluan ya… Sudah terlalu banyak polusi dan bibit polusi buat merusak otak anak bangsa, ya gak usah nambah-nambahin dong sama lagu lagu beginian. Gak usah berkilah atas nama seni dan kreativitas. Ini sih namanya kreativitas yg kebablasan. Gue juga gak tau, apa ada lembaga pemerintah yang ngurusin “screening” sama lagu lagu sebelum diedarkan. Harusnya sih ada, kalo gak ada yaa diadain dong… huhh…*loh kok gw jadi marah-marah*.

Apapun itu…ini cuman pendapat kecil aja dari orang awam dengan pemikiran yang sangat umum seperti sayah. Anak anak kecil disekitar kita sangat banyak dan sudah jadi sifat naturalnya dimana mereka sangat latah, sementara tugas orang tua buat “menghadang” masuknya hal hal begini makin berat. Semoga orang-orang yang berkepentingan sadar, bahwa syair-syair lagu yang mereka pikir lucu, kocak, jenaka dan ala komedi ini, sama sekali sudah gak lucu dan gak komedi lagi.

Oya, buat catatan ini bukan masalah jenis musiknya yaaa (dangdut) tapi masalah syair yang sangat tidak pantas untuk didengarkan.

(Visited 103 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *