Dari Temen Jadi Demen


Cerita Cinta / Sunday, September 18th, 2011
source: http://fetihabsari.blogspot.com

Gue sebenernya gak terlalu percaya ada persahabatan yang murni benar benar persahabatan antara SATU orang cewek dan SATU orang cowok. Bedanya tipis dan absurd banget.  Sahabat itu istilah yang sedikit lebih tinggi dari sekedar teman, tapi kalau tidak di-“maintain” dengan hati-hati, hati hati!! hati manusia tidak terbuat dari batu, perasaan itu lembut seperti awan, perlakuan yang biasa yang dilakukan secara konstan dan terus menerus mudah sekali memelencengkan hati *maap, gak nemu kata lain*  Hubungan pertemanan yang sangat dekat selalu melahirkan rasa ingin memiliki dan rasa tidak ingin kehilangan yang bisa berdampak lain terhadap arti persahabatan.

Gue yakin banyak yang gak setuju dengan pendapat gw, dengan beralih: “Ah, gw punya tuh sahabat cowok/cewek, baik baik aja.. bahkan sudah jadi kayak saudara!” Nah disinilah bedanya,.. Kalo sudah jadi saudara, cara kita me-maintain hubungan itu pasti beda. Hemm.. Gimana ya..agak sulit jelasinnya. Kita pake contoh aja mungkin lebih baik. Misal, sahabat itu menurut gue gak telponan atau sms-an, dll tiap hari, gak selalu ingin tau atau memberi tahu kegiatannya setiap hari ke sahabatnya. Gak juga punya acara rutin buat ketemuan atau curhatan. Lebih lagi, sahabat gak boleh marah (a.k.a) kecewa kalo sahabatnya tidak bisa memenuhi satu keinginan. Kepada sahabat kita bebas bercerita tentang gebetan kita, kencan kita atau kisah kisah patah hati kita.. Kala hubungan itu naik jabatan menjadi lebih dari sekedar sahabat, kita akan sungkan bercerita tentang “orang ketiga” yang tanpa kita sadari sebenernya mengindikasikan gak mau dia kecewa atau kita gak pengen dia ninggalin kita karena kita punya “orang lain”. Iya kan? Hayo ngaku..

Dengan sahabat umumnya kita bisa tampil apa adanya seperti kita, tapi dengan orang yang  (akan) naik pangkatnya menjadi lebih dari sahabat, pasti kita sering ingin terlihat lebih sempurna. Apalagi disaat-saat awal perubahan hubungan. Misalnya lagi kalau kita punya gank sahabat yang terdiri dari beberapa orang cewek dan cowok. Kalau dari salah dua diantaranya mulai tercium aroma naik pangkat ini, pasti mereka sering memisahkan diri alias sering bikin acara berdua saja, tapi belum tentu berarti menjauh dari kelompoknya.

Selanjutnya, saat  sebuah hubungan persahabatan bergeser, misal perhatian yang mulai lebih, komunikasi yang lebih intens, intonasi dan cara bicara kita ke dia yang berubah, kita pasti akan mulai berpikir ada yang berbeda. Ada yang segera menyadari dan mulai mencoba membalikkan kondisi seperti sebelumnya alias meng-ignore semua itu. Tapi gak sedikit juga yang cepat menyadari bahwa ada “sesuatu” yang mungkin bernama “cinta” dan tidak menghindari hal tersebut bahkan mencoba memperjelas hubungan dari “temen jadi demen” ini.

Kata orang bijak cinta itu bisa datang ke siapa saja dan kapan saja tidak terkecuali ke sahabat kita sendiri. Doel Sumbang dalam satu lagunya malah bilang:

Jangan berkata tidak, bila kau jatuh cinta,

Terus terang sajalah buat apa berdusta.

Cinta itu anugerah maka berbahagialah, sebab kita sengsara bila tak punya cinta…

(Arti Kehidupan)

 

 Kata Band Zigas gak  jauh beda :

Tak bisa hatiku merapikan cinta

Karena cinta tersirat bukan tersurat

Meski bibirku terus berkata tidak

Mataku terus pancarkan sinarnya

(Sahabat Jadi Cinta)

(Visited 850 times, 1 visits today)
Share

3 Replies to “Dari Temen Jadi Demen”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *