Kalau kamu berpikir mereka yang hebat adalah mereka yang “menjual” CV nya kemana-mana lalu, bekerja di kantor bergengsi dan mendapatkan gaji besar, mungkin pikiran itu harus dievaluasi ulang. Di banyak kesempatan, akhir-akhir ini saya bertemu banyak teman yang bagi saya lebih hebat dari mereka yang punya CV mentereng. Mungkin secara akademis mereka biasa-biasa saja, tidak masuk golongan Top 10 di kampusnya, boro-boro deh.. masuk golongan mahasiswa juara berbagai lomba. Oya, tulisan ini bukan teori tentang enterpreneurship (yang membosankan). Ini cuma uneg-uneg saya ke diri sendiri yang belum bisa mengoptimalkan potensi diri sendiri. Lah, kalau yang lain dengan semua keterbatasan mampu,.. kok saya nggak? Saya sempat bercita-cita berjualan sepatu online yang sepatunya dibuat customize. Saya sudah sempat survei sentra industri pengerajin sepatu di Bogor. Saya memilih sepatu, karena benda ini adalah hobi saya. Katanya kalau mau mulai masuk bisnis kreatif, mulailah dari hobi. Kenyataannya sampai tulisan ini dibuat rencana itu seperti selalu menjadi wacana yang jalan di tempat. Nah kalau ini, alasan utamanya adalah malas! Jangan ditiru!!

Read More

Hits: 981

Seringkali saya membaca berita tentang kekerasan suami kepada istri, bahkan pacar kepada pacarnya.  Dari yang “cuma”luka-luka sampai yang berakibat kematian. Sadis. Sebagian pelaku pada berita-berita tersebut datang dari kelompok masyarakat menengah bawah dengan tingkat pendidikan yang minim. Lalu, ketika saya menemui hal yang sama terjadi di lingkungan saya, tepatnya dengan beberapa sahabat, saya sedikit shock. Oh, ternyata cerita-cerita begitu bukan cuma berita murahan detikcom, koran lampu merah atau sinetron. Itu nyata adanya.  Lalu, postulat bahwa kejadian begitu datang dari mereka yang tidak sekolah tinggi-tinggi ternyata salah. Yang saya lihat di depan mata, pelaku kekerasan ini adalah mereka dengan pendidikan di atas rata-rata bahkan mengagumkan. Beberapa waktu lalu, seorang sahabat saya memutuskan untuk berpisah dari suaminya, karena tidak tahan atas perlakuan kasar sang suami yang tak ubahnya seperti petinju. Bahkan berani melakukan kekerasan itu di depan umum. Padahal saya pikir teman saya ini sangat beruntung dari sisi materi, pendidikan bahkan kehidupan sosialnya yang sangat baik.  Saya tidak bisa bercerita lebih detail tentang kekerasan yang terjadi, kecuali satu kata: kejam. Sahabat saya kedua, seorang ibu satu anak yang belum lama saya kenal. Ini bener-bener gw harus bilang WOW, sambil koprol. Dia menuturkan dalam lima tahun pernikahannya, kekerasan adalah makanan biasa sehari-hari. Bahkan di tahun pertama, dia pernah terapi saraf otak selama enam bulan karena benturan keras di kepala yang dilakukan suaminya, sempat membuatnya tak sadarkan diri beberapa saat. Jujur, saya yang ngeliat kucing kejepit pintu aja ngeri apalagi melihat manusia (baca: perempuan) dianiaya oleh orang yang katanya paling mencintainya sejagad dunia raya. Sekarang sih, katanya… (katanya) kalau mukul gak di kepala lagi. Tetap saja namanya mukul.

Sahabat yang pertama, tidak perlu dibahas, karena akhirnya mata hatinya terbuka bahwa ini bukan hidup yang normal. Nah, teman saya yang kedua ini masih terkukung dengan satu teori bahwa mengabdi pada suami adalah ibadah, dan menerima kekerasan adalah bagian dari itu. Pengabdian jelas ibadah, apalagi sebagai muslim, itu wajib. Tapi mengabdi dengan “bonus” kekerasan fisik apa masih ibadah namanya? Adakah prinsip yang lebih bodoh dari itu?! Atas nama cinta? Ya Tuhan,..tetapi membiarkan badan lebam dimana-mana, hati yang sakit ditambah lagi ongkos berobat tidak sedikit (yang ditanggung sendiri). Disini, Saya  tidak tahu cinta itu dimana dan bentuknya seperti apa.

Saya masih sulit menerima alasan kalau ada yang bilang di beberapa kasus, cinta sering diungkapkan melalui kekerasan. Buat saya ini konsep edan.

Saya pernah mengalami kekerasan verbal dari seseorang, sekarang saya sudah memaafkan dia. Meskipun masih ada kengerian yang besar kalau itu terjadi lagi.  Efeknya  luar biasa, membuat mental sangat sangat down. Bahkan kata-kata buruknya masih membekas dan kalau diulik-ulik itu pengaruhnya besar sekali buat kejiawaan saya. Perasaan hina, dina tidak berarti setelah memperjuangkan hampir semua hal untuknya itu masih lekat sekali.  Untungnya, saya segera bangkit dan sadar, ini tidak boleh berlanjut.  Terlepas siapa yang benar dan salah, ternyata kemarahan pun perlu manajemen agar tidak merusak kejiwaan orang lain. Bukan saya tidak kuat mental ya, tapi ada tetap ada koridornya. Dan yang pernah terjadi sudah melewati koridor sebuah kemarahan verbal yang normal. Ah, sudahlah.. Ini bagian curcol aja. 😀

 
Itu baru yang verbal, bagaimana dengan fisik plus verbal yang dialami teman-teman saya itu?! Saya belum menikah, tapi saya perempuan yang sangat sangat bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Dari beberapa artikel-artikel psikologi yang saya baca, laki-laki yang terbiasa melakukan kekerasan fisik kepada pasangannya, 90% pasti akan mengulanginya. Tidak mudah dan butuh waktu yang lama untuk merubah karakter ini. Jika ditelurusi lagi, pasti ada latar belakang yang menyebabkan seorang laki-laki bertemperan keras dan main tangan begini. Tapi masalahnya, masihkah perempuan bertahan “menyerah”, mengorbankan fisiknya, perasaan dan harga dirinya atas nama cinta dan pengabdian kepada suaminya? Oh.. Come on…

Hits: 785

A note from Hengky Herwanto on Monday, March 29, 2010

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika menangis, ketika membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat. Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung bersamanya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA. Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal dari suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang telah tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba. Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. CINTA yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikan dan kamu masih menunggunya dengan setia. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bias tersenyum dan berkata, “ aku turut berbahagia untukmu “.
Apabila CINTA tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi. Kamu mungkin menyadari bahwa kamu menemukan CINTA dan kehilangannya, tapi ketika CINTA itu mati kamu tidak perlu mati bersama CINTA itu. Orang yang berbahagia adalah bukanlah orang yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh. Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu lebih banyak belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. CINTAmu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat. Teman sejati mengerti ketika kamu berkata “aku lupa“, dan menunggu selamanya ketika kamu berkata “tunggu sebentar”, tetap tinggal ketika kamu berkata “tinggalkan aku sendiri”. Teman sejati membuka pintu, meskipun kamu belum mengetuk dan berkata “bolehkah saya masuk?”
Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupaka dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkannya. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang bisa kamu rasakan, bukanlah bagaimana kamu melepaskannya, melainkan bagaimana kamu bertahan. Lebih menyakitkan menangis dalam hati daripada menangis tersedu atau mengaduh. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka di hatimu dan tidak akan pernah hilang.
Hits: 713

email pertama dari Aceh buat GGJ…

========================

From: Vika Octavia [mailto:vikhasy@yahoo.com]
Sent: 02 Juli 2007 15:20
To: 7bi@rpoppy.com; Baya’s; carbelyn@palyja.co.id
Subject: my trip today

Hi angels….
Akhirnya gue nyampe juga di Aceh pas jam 1 siang tadi, setelah melalui perjalanan yang menjemukan dan pikiran campuran aduk!! Thanks to Jolie, Arlia, Belyn and Baya yang udah nganterin gue !

Panasss banget..nget.nget..

Pas di jalan gw bilang ama Pak Rudi yang barengan gw, apakah gw harus pake kerudung ? Trus dia nanya “Are u moslem?” OMG! Dia kira orang chinese.. Coba yah… darimana asalnya ada encik-encik kok bleki.. Sebenernya kata dia, not necessary tapi pas gw liat di jalanan..ampir semuanya pake kerudung, dan kayaknya emang kudu deh..secara panasss banget gitu !!

Trus ke kantor BRR untuk lapor, sekaligus bikin ID.
Gw itu di bawah departemen informasi yang dikoordinasi oleh BRR tetapi personilnya dari berbagai lembaga spt UNDP,..and beberapa NGO lain.

Ternyata, bayangan gw tidak seseram sebelumnya.. orangnya ramah-ramah,.dan kayaknya sih enak buat kerjasama,..mereka juga udah tau kalo gw mo masuk hari ini.. Baru masuk, gw dikasi komputer yang buat public coz kayaknya semua kerjanya pake notebook, jadi gw pake kompi umum dulu. Dan bahagianya..tentu saja ada yahoomessanger..Hhehehe.. Tapi gw belum berani bukanya! Maybe tomorrow!

Bos-nya katanya lagi meeting di Jakarta, seminggu.. jadi yang ngajarin gw..yah orang2 yg ada itu, kayaknya sih seumuran.. (gak ada yg setua pak udin ato pak sapto di pejompongan *I miss them*) Di posisi gw ada 1 orang cowok namanya Wasi, tampangnya sih serius.. dia dari PBB juga, cuman gw gak tau lembaganya. Kayaknya sih job-nya lebih mirip ke swa deh…tapi disini ada yg ngumpulin data, gw bikin report ama analisis aja.. Jelas gak ada kerjaan ngecek meteran atu nambel pipa bocor. Hehehhe.. Orang2nya sepertinya juga lumayan bisa diajak begajulan ! Apakah aku akan memporakporandakan peraturan ?? Semoga !
Thanks God..moga2 gw gak homesick

Sementara itu..gw tetep nerima telpon dari orang palyja..yang mengabari berita macem2, dari barang gw yg ketinggalan, bapaknya si anu meninggal sampe anak pak anizar yang ikut sunatan massal !! serasa masih disana…

Ya sutra yg angels.. gw jam 4an mo pulang liat mess. Sekarang gw belum boleh, kudu nunggu abis jam kantor.. Besok mulai gawe,..masuknya jam 8.. sepertinya aku tidak lewat UKI.

Miss u all

Hits: 664

Minggu lalu napak tilas ke Yogyakarta. Sama gank 7bi minus Jolie , Nta dan Mb Nna yang lagi ndut (perutnya). Tapi ada tambahan si Uncit Oie plus mas Tukiman sang driver. Aku nyusul naek Mandala with Posy and Oie tanggal 26 Desember-nya. Sementara rombongan udah lebih duluan satu hari sebelumnya. Satu minggu sebelumnya udah cari hotel by phone. Tapi nihil. Jogya rame banget, coz tahun baru kali ini dobel alias deketan antara peringatan 1 Muharram (1 Suro versi Jawa) dengan 1 Masehi. Tumpek Blek. Akhirnya dapet juga sederhana tapi lumayan dan si Oie nginep di rumah satu kerabatnya. Oya, buat rame-ramein kita ngajak beberapa sodara di Yogya untuk ikutan jalan-jalan. Sempet ke beberapa pantai di daerah selatan yang katanya ada Nyi Roro Kidulnya (soal pantai, Aceh is still the best, bo!!). Lalu mampir ke Borobudur dan muter muter gak jelas di kota Yogya. Tidak lupa, dalam segala hal, gank gue yang satu ini gak pernah lepas dari yang namanya ning a nong alias sing a song alias karaoke begitu juga di Yogya. Agak kagok juga pas bawa Oie coz takut dia gak bisa gabung sama perempuan-perempuan ajaib itu. Tapi itu gak terjadi, jadinya asyik-asyik aja. Secara anak ini tetep aja narsis kemana-mana, karena hasil foto-foto tetep aja dia yang paling banyak.

Sayangnya gue gak sempet nyari RS Bersalin Tresnowati. Kata Mama aku lahir disitu. Gue rasa tuh rumah sakit pun udah gak ada. Konon, dulu namaku sebelum dikasih nama sekarang, sama dengan nama RS itu. Kata Lala, gak lucu banget kalo gue pake nama itu dan blog ini jadihttp://ngobrol.tresnowati.com. Heheheh.. Btw, tresno kan artinya cinta, harusnya bagus dong ya… Kalo gue jadi artis, nama gue jadi Tresno Laura. Hihihi…

Balik ke Jakarta, Bogor… Thanks God. That was the most beautiful moment in this vacation. Males-malesan di rumah. Tidur, makan, nonton infotainment, nongkrong dan cari WiFi gratis nyaris itu aja yang dikerjain tiap hari. Rasanya dunia indah banget. Gak usah mikirin angka-angka sumbangan buat Aceh pasca tsunami, gak inget sama laporan akhir tahun kantor, gak peduli dengan Key Performance Indicator pembangunan Aceh Nias, gak dengerin omelan bos dan gak terlalu keinget sama “mie kocok”. Hahahahhaa..Pas malem taun baruan sempet nonton kembang api di pinggir satu telaga yang so sweet di Cibubur dan malem terakhir tetep ning a nong dilanjutkan nongkrong di Citos sampe jam 2 dni hari, sebelum paginya jam 6 pas meluncur lagi ke Banda Aceh.

Thanks to gank Jogya: Ullie, Anabella, Posy, Mas Tukiman yang setia, Ibu Theodora Meilani Setiawati yang rela meninggalkan Avanza-nya buat kita. Jolie.. (dunia gue tak ada artinya tanpa elo, gue doain resolusi lu 2009 sebagai artis (bukan manajer artis) tercapai..hahahahhah…). My sweet Nta.. (cedih tanpa dirimu di Yogya kemaren, hope u are happy ya..darling), Oie Bunch (was it our last vacation???, am glad to know you “more”). Anak-anak Jogya: Tari, Adit dan Ganesh.. (gak usah rajin rajin kuliah, gak penting….) Hihihi..

Itulah penutup 2008 yang sudah member satu milestone penting dalam hidupku. I strongly believe, everything happens because a reason…. Semoga YME akan memberiku semua hal terbaikdi 2009 ini.

Dan. ..akhirnya terlewati juga libur lumayan panjang 10 hari dan malam ini kembali menikmati langit cerah Banda Aceh dengan dua gelas sanger dingin di Cek Yuke. Sedikit kerasa sepi, masih ada rasa kehilangan, apalagi ketika tau kamar empok yang ada di sebelah kamarku kosong, karena orangnya udah dimutasikan ke Jakarta. Hiks… kehilangan lagi satu temen yang siap dengerin gue 24 jam full. Pun ketika ingat bahwa besok adalah hari pertama tanpa rutinitas dengan seseorang seperti di 2008 .Dan aku akan kembali menggeluti meja berantakan-ku di Lueng Bata, ngomel-ngomel sama Oie, Alex dan Emi plus maen sinetron gak penting di ruangan sumpek itu. Anyway, walau nanti akanada kejenuhan, aku akan tetap cinta dengan Aceh dan semua yang ada dan pernah terjadi di dalamnya.

Hits: 2246

Gak perlu jauh-jauh kalo pengen ngerasain gimana lebaran di negri minoritas muslim. Gak perlu ke belahan dunia bermusim empat seperi Zimbabwe atau Nicaragua (loh.. ??). Cukup ke Pulau Samosir yang menurut David Sitanggang terletak di tengahnya Danau Toba. Pulau dengan luas sekitar 1,265 km2 ini dihuni tidak kurang 131.000 jiwa dimana setidaknya 90% diantaranya adalah non muslim.

Ceritanya, lebaran Idul Adha kemarin dalam rangkaian liburan, aku dan teman-teman terdampar di Pulau ini. Walau begitu, mengingat pesan leluhur, yang namanya sholat Ied tetep sebisa mungkin dijalankan meski hukum-nya sunnat. Sejak hari pertama saja seingatku tidak pernah sekalipun mendengar suara azan. Kami agak sedikit was was, jangan-jangan emang gak ada mesjid yang bisa jadi artinya besok pun gak bisa Sholat Ied. Sehari sebelum lebaran, Lala Cs berkelana di daerah seputaran penginapan untuk nge-cek keberadaan mesjid atau musholla dengan harapan besoknya bisa ada acara sholat Ied. Alhamdulillah ada,..dan setelah tanya-tanya Sholat Ied-nya akan dimulai pukul 7.30 pagi besoknya.

Malamnya boro-boro ada aroma khas kambing yang siap dikurban-kan esoknya, suara takbir pun gak ada. Sepi. Memang pas hujan sih, tapi baru kali ngerasa lebaran yang bener-bener gak ada bau bau lebarannya. Di Bogor, meski aku beberapa kali kelewatan sholat Ied karena kesiangan bangun, tetep ada nuansa hari raya-nya. Paginya, jam 6 kami sudah siap-siap, takut gak dapet tempat. Jam 6.30 kami sudah bertolak menuju mesjid. Walah, ternyata jalannya becek mana abis ujan pula dan yang pasti gak ada ojek (ini beneran, gak niru Cinta Laura). Udah gitu, ngelewatin rumah-rumah penduduk di gang sempit. Ketemulah mesjid yang dimaksud. Mesjinya kecil banget, aku kira-kira luasnya gak lebih dari 7 x 8 m. Sempit dan agak pengap. Pas kita sampe masih sepi. Ustadz-nya pun belum eksis. Menjelang 7.30 baru umat-umat lain berdatangan. Aku inget yang ngatur saf-saf para jamaah dandanan dan muka-nya persis Muklas sohib-nya Amrozi yang baru aja kepancung. Kirain yang model begitu cuman ada di Lamongan aja, ternyata udah happening juga di Tuk Tuk. Hehehehe..
Alhamdulillah makin lama makin penuh. Mesjid kecil yang sempit itu akhirnya sesak dengan sekitar 100an orang jamaah. Bahkan posisiku yang semula di dalam harus ikhlas bergeser ke luar untuk member space bagi makmum yang lain. Pulangnya tetep ada lontong dan santan khas lebaran meskipun kita ketemu-nya setelah di Medan.

Hits: 2228

Rencana awal aku dan teman-teman akan sedikit berlibur menjelang masa purna bakti di bumi atjeh-nesia ini. Kita udah bikin plan jauh-jauh hari, desember ini akan melancong ke Danau Toba. Good news-nya sepertinya kita harus menunda lagi atau membuat farewell baru ini mengingat kemungkinan pekerjaan yang masih bisa diteruskan hingga April 2009. Mendekati hari yang dituju, ternyata sebagian anak-anak gak penting itu ada acara kantor di Brastagi. Alhasil di hari H bersama Qadrie yang tak seberapa itu, aku menyusul mereka ke Brastagi dan lanjut 3 jam perjalanan menuju Prapat. Awalnya crew Pusdatin hanya gue, Lala, Rynal dan Alex. Tapi H-4, si Kamerad Atod mendadak pengen ikutan juga. Sementara Oie, yang bener-bener gak minat (mungkin takut sama mami-nya) tau-tau H-3 jam menyatakan siap bergabung. Dan perjalanan setengah gila itu pun dimulai meski dengan bekal minim dan modal ngutang.
So, kalo biasanya liburan dengan gank 7bi (7 biawak maksudnya), kali ini dengan 7ba (7 basri). Basri jadi nama generic si Qadrie, manusia sejuta nama. Segala nama dipanggil ke dia mulai dari Basri, Nasir, Sarip , Munir sampe Zainuddin.

Menyenangkan, lumayan refreshing banget. Bersama  cowok-cowok gak penting yang penampakannya lebih mirip celengan ayam masuk kampung tapi merasa jadi cowok paling laku sedunia.Oie (ada apa dengan perut ?), pls..deh, udah kayak bawa gagang telpon aja tuh kemana-mana. Sementara Atod dengan gaya-nya yang sangat standar tiba-tiba berpenampilan bak PS (penduduk setempat) lengkap dengan kantong kresek belanjaan buat anak istri di rumah. Hahahahha… Rynal yang membosankan dari jaman onta gigit besi dan ngakunya pernah nolak Luna Maya tetep aja narsis bin najis tralala. Sementara my best idol is Alex Nardy. Gila lex, ..gue selalu salut sama gaya coo-lu (kul-kas maksudnya) yang tahan segala cuaca dan kondisi. Manusia gila terakhir, Basir bin Sarip Zen, mahluk hidup selundupan satu-satunya dari Mercy Corps. Entah aku agak lupa sejarahnya tiba-tiba dia mencalonkan diri dengan mantap untuk ikutan (kayaknya kita gak pernah ngajak elu deh…!) . Lumayan karena ada dia jadi banyak bahan celaan. Terlebih lagi dia bawa kamera pinjemen yang nilainya lebih berharga dari dirinya sendiri. Hehehhe..

The only two girls adalah gue dan Lala.. Huaaaaaaaaaaaa… ucapan gue cuman satu la,…jangan nambah belang-belang di kulit-mu! Karena kau nyaris mirip kucing berbelang 3-nya si Harun di Laskar Pelangi..
Ok..next..kita bikin beneran farewell yang beneran yah.. (loh.??!!)

Hits: 1890

Baru sampe, setelah sekitar sembilan hari nangkring di Jakarta. Masih kliyeng-kliyeng gara-gara kurang tidur. Gak jadi nonton Persembahan Cinta-nya Rossa, coz gak dapet tiketnya. Mau nongkrongin ticket box, boro-boro banget, secara meetingnya kelar jam tujuh malem. Daripada gagal konser sama sekali, akhirnya daku bersama 3macan bikin private konser di Hup-pup Fatmawati alias ber-karaoke-ria.  Abis itu, saat hari masih gelap gulita gue udah mejeng dengan manis di terminal 2F Bandara SH. Gimana siang ini gak kliyeng kliyeng…. Dan kebiasaan lama kalo lagi di jalan adalah : gak bisa tidur!!! Untung gue bawa buku kambingjantan-nya Radiyta Dika yang bener-bener “jantan”, lumayan bikin cekikikan sendiri sampe-sampe bapak-bapak gendut sebelah gue sering noleh-noleh gak jelas ke gue, sambil mikir anak ini kayaknya udah gila kali ye ?!! Kasian….dia salah besar, gue gak kayak gila, tapi bener-bener udah gila.

Waktu di Jakarta, gue ngerasin lagi bangun pagi-pagi buat berangkat kantor dari Bogor menuju Jakarta. Sumpek! Gila…ternyata di Jakarta mobilnya banyakkk banget ya,..jadi bikin macet ! Feel shocked. Gue bener-bener back to katro. Sampe bingung, kemana Vika yang dulu begitu perkasa menghadapi Jakarta? Namun tetep ada yang bikin hepi, tentu bukan meeting meeting dengan angka-angka yang bikin gue nyaris senewen itu, tapi ketemu temen-temen gila yang selalu ingetin gue buat bersyukur bahwa gue masih punya mereka  dan sejuta orang yang masih sangat care dan sayang sama gue (seriusss!!) Trus dengerin ngobrol yang aneh-aneh, seperti :.. (nama disamarkan)

1. PS, 3rd Fl, 24 Nov 2008, Jam makan siang

Wati: Gue lagi bête sama kecengan gue..

Gue: Masih yang dulu ? yang piara ikan ? masih piara ikan dia ? atau udah ganti iguana ?

Wati: Masih, tapi sekarang kayaknya dia udah piara kuda lumping,..

Gue: Napa ?

Wati: Gue pedekate sama Bapaknya, ..eh keluarganya malah nyangkain Bapaknya selingkuh sama gue.

Gue : Hebat dong…lebih mateng!! Mantep tuh!

Wati: Iya sih…tapi Bapaknya umurnya udah 72 !!!!! dan gue gak minat jadi Ibu tiri-nya si kuda lumping itu.

 

2. Via YM dengan temen AcehNesia, 25 Nov 2008, Jam abis makan siang

Neneng: Vik.. cepatlah kau pulang, meja kau bocor! Di atas meja ada ember nongkrong.

Gue: Hahahah…., kantor yang tradisional

Neneng: tp kataya mau ditambal pake silicon, trus gue bilang sama tukangnya.. sekalian aja  to….t gue   (FYI : to…t = teti kadi)

Gue : Halah..btw, ati ati yah, takutnya atap itu bentuknya sama dengan yg punya elu.. 😛

 

 

3. Depan Ratu Plaza by phone with Anabella, 26 Nov 2008, Mau makan siang

Gue : Anabella,..pertama ada berita buruk..

Anabella : Apa ?

Gue : Tiket konser Rossa abis bis.. gue pun gak yakin bias nongkrongin tiket box..

Anabella :  Trus berita baiknya ?

Gue : Gak ada.. Hehehhe

 

4. SMS seorang sahabat , 23 Nov 2008, 22:05:29

Walau lu kesel dan sakit hati sama omongan dia, anggap aja itu anugerah karena Allah masih sayang sama elu dang justru ngingetin kalo dia emang gak layak menyita waktu lu, apalagi buat dapetin cinta elu..

 

Hits: 726

Moral story of this conversation : Being single is not confusing when no maid at home !

————————————————-

Vika, ada stok pembantu ngga?

Halah, emang gue Bu Gito!!

Tulung dunk klu denger2 ada yg nyari kerja, hemm .. itu lah salah satu keuntungan msh lajang, Vika. Ngga usah repot nyari pembantu..

(Hemm..maksud lohh ? Kadang-kadang jadi lajang juga gak hepi kalee.. Secara lu gak tau gue lagi patah hati???)

Emang kemana lagi…,..pembantu kok ilang ilang terus,..makanya jadi majikan jangan galak galak mpok..

Lu kan tau gw ga galak…

Lah..kok bisa pada mabur gitu ?

Panjang sih ceritanya, biasa gw punya 2 pembantu, Yang tua namanya Sawi yang muda Atis.  Tapi Atis dah brenti pas April krn kawin

Trus, yg tua mo kawin lagi ?

Gak lah… please deh lo. hanya yang muda yang mo kawin. Trus nyokap bawain lagi yang muda si Erna. Tapi baru sebulan gw brentiin aja. Abis galak, suka mukul anak2. Abis itu,  Sawi bawa temennya dari kampung. Namanya…gw lupa. Baru tiga hari temennya itu di rumah. Si Sawi dapet telepon dari kampung katanya Bapaknya meninggal. Terpaksa kan si Sawi mesti pulang kampung tuh, eh temennya yang baru masuk itu malah kesurupan dan jadi menakutkan. Akhirnya dipulangin juga deh.. Meski begitu, si Sawi bawain gantinya kok..  Tapi pas tau pembantu satunya kesurupan, dia minta pulang juga. Aneh kan ?

Sekarang gue jadi gak punya pembantu deh. Anak-anak kepaksa dititip titip.

Walah repot banget bu. Rumah lu ada roh halusnya kali, pake acara kesurupan segala.…  Lu cari ganti aja ke yayasan gitu.. ?

Nah klo sampe besok lom ada kabar gw mau cari ke penyalur

Hihihihih…….

 

 

Hits: 732

Setelah satu tahun tinggal serumah, baru kali ini penghuni mess neusu (ex lamgugop) melakukan studi banding. Gak mau ngalahin anggota DPR dong, kita pun ikut-ikutan bikin survey ke luar negeri. Meski hanya ibu kota negara tetangga; KL & Bangkok.

Start 18 July Banda Aceh-KL. Masuk kerja setengah hari.. Itu pun dengan “terpaksa” karena udah gak sabar nunggu liburan sejak perjalanan ini direncanakan tiga minggu sebelumnya. Sampe  KL yang hanya gak sampai sehari gak ada rencana lain selain shopping. Beli Vincci. Herannya semua pesenan orang. Buat gue, sepatu sepatunya gak gue banget. Mostly high heels. Tapi tetep juga akhirnya nemu sendal klepek klepek favorit gue. Mpok Depoy dan Vivi nyaris kalap dengan menenteng kotak kotak sepatu yang katanya juga titipan orang. Heran.. Liburan kok dipenuhi titipan. Tapi di KL sepanjang jalan kita kerjanya ngakak-ngakak mulu. Di jalanan ada iklan selular yang tulisannya : “Membual Percuma Sepanjang Malam” mungkin maksudnya sih “Ngobrol Gratis”. Secara membual emang dimana-mana percuma, kan ?? Gak usah nunggu malem?? Herman Felani deh (baca: heran). Trus di bandara pada salah satu bagian ada gambar Handphone dicoret dan dibawahnya tertulis : Dilarang menggunakan Telepon Bimbit.  Bimbit ?? Coba ??? Bimbit ?? Darimana tuh asalnya ? Setelah gue pikir-pikir, mungkin jaman dulu banget waktu yang namanya HP baru muncul, bunyinya dimana mana Bit..bit…  Katro banget gak sih ?? Secara sekarang udah realphonic kaleee… masa harus balik lagi ke masa monoponic?? Ohh..God!!! Hahahhaha… Belum lagi si Vivi kena marah sama petugas bandara. Gara-gara waktu masukin barang di roda dengan deteksi XRay, Vivi ikut-ikutan masukin jaket dan tas kecilnya (persisi kayak di bandara Indo). Ternyata disana gak perlu..  Si petugasnya dengan tampang gak ramah sama sekali bilang : Tak paya-lah itu makcik…. Tak paya… (bingung gak loo ??)

Tiga hari berikutnya full di Thailand. Mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Gran Palace yang penuh dengan candi candi emas dan beberapa lokasi yang lupa namanya apa karena gak terlalu berkesan banget. Gak ada yang beda, kecuali huruf-nya yang mirip hurup Jawa kuno (huruf pallawa, bahasa sansekerta : emang prasasti??)  dan foto si raja yang mejeng di setiap tempat. Bener-bener narsis abis. Lalu sempat juga menyusuri Pattaya, nonton Kabaret yang dibintangi seluruhnya oleh waria. Amazing, karena mereka cakep cakep banget. Lebih cakep dari perempuan asli. Sampe sampe gue kepikiran,.kayaknya kalo disana, gue milih jadi bencong aja. Hehehehe.. But secara umum, gak ada yang istimewa. Indonesia is more more beautiful with its amazing culture. Kata orang-orang shopping nya juga enak. Kata gue ? Gak!! Fashion di Indonesia khususnya Jakarta jauhhhhhhhhhhhhhhh lebih berkembang. Modelnya lebih beragam. Mending kalo harganya disana murah, ini harganya pun standar. So, tetep ya.. Tanah Abang, Mangga 2 dan Ambasador atau bandingin sama PGC (Pusat Grosir Cililitan) is better!!. Cuman enaknya, selama di Bangkok aku makannya banyakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk banget. Gak tau apa yang bikin enak, moga moga aja gak kecampur minyak B2. Hihihihi… Balik ke Aceh; mie again mie again… 🙁

Sutralah..lepas dari semua itu, liburan singkat 5 hari tersebut lumayan bikin re-charge energi setelah bergulat dengan semua pekerjaan, meski pun pulangnya dihadapkan hal sama yang lebih bejibun. Dan aku tetap kangen Bogor…… 🙁

Hits: 1946

Aku percaya banget hal-hal kecil adalah stimulus paling kuat untuk menciptakan hal-hal yang luar biasa besar dan hal-hal kecil itu dalam wujud abstrak seperti perhatian-perhatian gak penting (yang lama-lama jadi penting). Setiap bangun pagi, hal yang selalu aku ingat adalah ; “siapa yang ulang tahun hari ini?” Bisa jadi orangnya sendiri sudah tidak ketemu bertahun-tahun, tapi biasanya aku sempetin untuk ngasih ucapan entah itu via SMS (kalo masih nyimpen nomer HP-nya), menyapa di YM dengan emoticon kue tart atau sekedar menyelipkan testimonial baru di Friendster mereka. Malah untuk beberapa teman special aku selalu pengen jadi orang pertama yang bilang “Happy Birthday”, sayang  teknologi HP-ku belum bisa men-setting SMS yang terkirim otomatis pas jam 12 malem. Jeleknya akhir-akhir ini, aku (yang daya ingatnya makin lama makin berkurang), sering lupa ultah beberapa teman lama. Jadi gak enak suka telat, but its oke-lah daripada gak sama sekali. Ulang tahun hanya satu contoh yang buat beberapa orang mungkin tidak terlalu berarti tapi buatku minimal dalam satu tahun ada satu hari dimana aku masih mengingat seseorang dan secara customized menyapanya.

 

Read More

Hits: 1845

Pop, gue inget pertama kali ketemu lu, 2 Juli 2007 lalu. Lu pake celana biru yg kedodoran itu.

Pop, gue inget pertama kali lu cerita soal calon suami lu di warung depan waktu kita makan siang

 

Gue juga gak akan pernah lupa wajah lu yang nyaris gak punya ekspresi

Gue juga gak akan pernah lupa wajah lu yang tiba tiba bisa sumrigah karena “sesuatu”

Gue juga gak akan pernah lupa wajah lu yang bête gara omongan bos yang suka gak enak

Gue juga gak akan pernah lupa wajah lu yang bingung karena merasa “berdosa”

 

Masih ada gak, ringtone SKJ yang jelek itu bergema di Pusdatin
Masih ada gak, telpon lu malem malem yang gak jelas dan curhat hal hal gak penting

Masih ada gak, chat di skype tentang orang orang gak penting yang tiba-tiba “jadi penting”

Masih ada gak, kerjaan menyusun ciri ciri “skandal” berdasarkan apa yang kita lalui

 

Sorry suka bikin lu kesel,

Karena gue suka gak nepatin janji

Karena gue suka berubah rubah (maklum…)

Karena gue suka tiba tiba galak dan gak mood ngapa-ngapain

Karena gue suka marah-marah gak jelas

Karena gue suka ngember hal-hal rahasia

 

But..

Makasih ya pop, udah “ngajarin” gue berenang lagi

Makasih ya, pop, udah ngajakin gue naek sepeda lagi

Makasih ya, pop, untuk istilah istilah baru yang gue awalnya gak ngerti

Makasih ya, pop, selalu bersedia dengerin curhat gue yang asli gak mutu

Makasih ya, pop, udah ngingetin gue untuk jadi “orang baik” yang gak boleh “nyakitin” perasaan orang.

Makasih ya, pop untuk jadi sahabat terbaik yang pernah gue miliki

Makasih ya, pop untuk jadi saudara gue selama 11 bulan ini dan Insya Allah seterusnya.

 

Will be missing you a lot..

 

Congratulations for your wedding, sis..

Hopefully he’s the right one that u’r waiting so long..

Happily ever after..

  

(PS, lu masih punya utang bilang sama gue;”gimana rasanya jatuh cinta??” soalnya gue udah lupa.. Hehehhe..)

Hits: 1851

 

moto atod yang sok ganteng

moto atod yang sok ganteng..

gantian ya, tod..

rynal…please deh gaya lu…gak kuatttttttttttttt..

pak edd yang “menantang”

Hits: 2023

Sebenernya aku gak begitu suka memuat tulisan orang, tapi pagi ini aku dapet email “kisah nyata” dari si Empok. Mpok, makasih ya sama narasumbernya (tanpa editan)..  Kata empok, kejadiannya begitu cepat, kurang dari seminggu.  Jadi ingat yang lalu-lalu dan curhatan seorang teman tentang hal serupa. Ketika ia masih dan nyaris berlarut-larut berharap akan sesuatu yang tidak pasti, sementara kepastian yang lebih indah itu hanya jadi milikNya dan tidak pernah diduga kapan datangnya. So touchy… Thats life

—-

Cut,

Sekedar sharing daripada boring disini. I finally found someone, kayak lagunya Barbara Streisand, he-he-he….

Minggu lalu gue cuci baju sendiri di lt. 6 hotel gue.Disana ada mesin cuci yang pake coin, terserah kita mau nyuci berapa banyak. Terus tiba2 ada cowok bule mau masuk tapi nggak bisa buka pintu krn handle-nya rusak, jadi gue bukain. Akhirnya jadi kenalan, ngobrol2 sambil nungguin cucian terus besok malamnya diner.

Read More

Hits: 2025