harapan & kenyataan


Opini / Saturday, July 25th, 2009
Ibuku sering sekali berujar, “jangan terlalu banyak berharap, nanti kalo gak dapet jadi sakit”. Sementara aku yang lumayan kenyang makan buku-buku motivasi, sering terhasut bahwa untuk mencapai segala sesuatu kita harus “think big”, “berpikir pasti bisa”, berprasangka baik bahwa semua pasti tercapai, “memanipulasi pikiran agar semua terlaksana dan sejenisnya, yang secara tidak langsung mengatakan bahwa untuk memperoleh sesuatu, berharap dengan penuh adalah elemen dari sebuah usaha.

Dua hal diatas menurutku sedikit anomali, pada saat berproses untuk mencapai sesuatu, tak bisa tidak pasti dibarengi dengan harapan agar semua terwujud. Yah,..agak-agak terpengaruhlah sama The Secret-nya Rhonda Byrne, tapi di sisi lain mendadak ada bagian naluri yang mendorongku untuk mengingat kata-kata Ibuku tadi. Istilahnya mau gas poll tapi ragu ragu karena ingat bahwa keberhasilan dan kegagalan adalah dua sisi mata uang. Kalo gagal, akan nada kecewa yang artinya harus ada “persiapan” juga ke arah sana. Eitsss..jangan bilang kecewa bukan unsur sebuah proses ya,. Hanya besar kecilnya saja yang berbeda untuk tiap urusan.

Aku coba menghayati itu, akhirnya aku ingat bahwa ada kata kunci lain yang harus dibarengi dengan antara usaha dan harapan. Apalagi kalo bukan , tidak mudah putus aja dan tidak gampang menyerah. Biarkan semua harapan itu selalu penuh, malah memang tidak boleh setengah setengah tentu dengan ikhtiar yang juga tidak kalah penuh.

Gagal di urusan satu, bukan berarti kalah, mungkin hanya masalah waktu. Masalah keluarga, pekerjaan, teman teman hingga percintaan yang datang silih berganti mungkin hanya permainan hidup. Ahh…sudahlah, nyantai aja! Mungkin bahasa kerennya begitu. Hidup memang satu paket yang sungguh sulit dicari kesempurnaannya.

On a flight, 23 Juli 2009

(Visited 380 times, 1 visits today)
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *