pusdatin’s memories


Aceh Lon Sayang / Monday, April 20th, 2009

Selamat Tinggal!

Terlalui sudah 2 Juli 2007-15 April 2009.

Daripada melamun di pesawat, sementara tidur pun tak bisa, aku iseng buka notebook dan menengok kembali semua foto-foto selama hampir 2 tahun di tanah rencong yang mengingatkan semua peristiwa tak terlupakan selama disini. Ceritanya gak mau mellow, tapi tetap kejadian. Di setiap pertemuan, pasti ada perpisahan.  Mencoba aku anggap biasa, toh aku yakin suatu saat, masih akan bertemu keluarga dan sahabat sahabat terbaikku disana, meskipun bukan berkumpul bersama di ruang paling ujung BRR Lueng Bata itu.  Ruang sumpek , berisik, berantakan, listriknya suka turun naik, dengan aksesoris utama meja –nya Oi yang paling berantakan sedunia,  namun penuh dengan jutaan kenangan yang gak bakal cukup ditampung dalam Hardisk Maxtour 1 Tera. Huh..

Tertular ide Apop di Facebook, aku coba menulisan  kenangan-kenangan lucu dan unik yang semoga akan ter-memory hingga ujung dunia nanti..

  • Sempat jadi “baby sitter” seorang teman yang akhirnya  tenar dengan semboyan “I’ll be back” yang menakutkan itu  di bulan-bulan pertama di Pusdatin. Masih inget tingkahnya yang tiba-tiba nge-rock tapi lypsinc. Mau  ngetawain gak enak, akhirnya aku, Rynal dan Waladi ngeluarin emoticon orang ketawa guling-guling via YM dengan perut sakit menahan ketawa.
  • Hobi jalan-jalan ke pantai naik motor. Suatu ketika masih dalam pencarian sebuah pantai, entah kena kutuk nenek moyang dari kerajaan Samudera Pasai, entah kenapa nyasar hingga dua kali balik ke Makan Syiah Kuala. Udah salah, pede pula.
  • Masa eforia Andrea Hirata. Rame-rame nonton ke Unsyiah. Kayak anak panti asuhan, ngantri minta tanda tangan,  repot nyari dress code. Untung pulangnya makan di Cibiuk. Herannya tuh anak-anak mau aja gue pengaruhin.
  • Kangen Mie Lala. Mi aceh yang TOP MARKOTOP. Meski kalo kesana nunggu mi-nya masak sampai 1 jam itu dengan bonus digigitan nyamuk dimana-mana. Tapi semua terbayar kita menyantap mi kepiting dan mi jamurnya yang gak ada duanya.
  • Juni 2008, ada awak baru di Pusdatin, lungsuran dari ekonomi, masuk ruangan gak pake kenalan, hanya senyam senyum gak jelas sok kegantengan. Katanya dia mau jadi admin alias sekretarisnya bos., padahal asli tampangnya gak mendukung. Karena mungkin tampang gue galak, dia gak berani nanya nama gue, lewat Lala dia nanya via YM : “kakak yang baju kuning siapa namanya”.  Seminggu, dua minggu jadi admin kena protes anak-anak, karena surat-surat gak ada yang beres, males nganterin dokumen (karena merasa bukan kurir) dan barang bukti utamanya, ada satu dokumen penting ketumpahan kopi-nya. Amburadul. Bulan kedua, Pak Zamri bilang dia dipindahkan saja ke tim aku. Sebenernya agak setengah gak rela, karena waktu dia apply, CV sempat aku hina dina.  Sorry ban!
  • Waktu musim tes PNS rata-rata pada ikut. Emi gak masuk 2 hari demi tes PNS Sabang (jadi tukang markir kapal katanya). Oi dan Ulfa berjuang demi status abdi negara untuk aceh besar. Yang lulus hanya Itha untuk jadi guru BP di Langsa. Emi dipastikan gak lulus..karena dia lebih cocok di Departemen Komunikasi sebagai Jubir, sedang Oi dan Ulfa..Dodol!!! Kenapa gak bawa kalkulator ???
  • Terima kasih untuk Nila Silvana dan Munardy yang selalu menyediakan penyemprot ruangan dikala “gaya andalan” itu tereksekusi.
  • Bakal kangen gue sama “BUSUKE”-nya Itha, kangen dengerin Itha marah-marah dengan si bule Ray yang pensiunan veteran perang Vietnam. Bayangkan yang satu pake bahasa Indonesia dengan dialek dan istilah-istilah yang aceh banget, yang satu pake bahasa inggris pakem. Tapi nyambung!
  • Wasiiiiiiiii.. makasih untuk Bu Neneng, sehingga terjadilah 91% untuk makan-makan di Hermes. Sssssttt.
  • Pak Zamri baru menyadari kalo di MS Excel itu ada Pivot.. dan kita pun makan-makan!!
  • Labaran Haji di Samosir. Satu malam sebelumnya nyari mesjid-nya dulu di kampung-kampung. Baru pertama ngerasain sholat ied di daerah minoritas muslim
  • “kamu dimana, sama siapa, semalam berbuat apa?”..  “Bisa bicara dengan Yolanda ?’
  • Waktu gue masuk RS, Alex sama Rynal bela-belain ikutan jaga nemenin di RS, tapi gak tahan Rynal tidurnya ngorok poll!!! Malah tambah bikin gue sakit.
  • Rebutan makanan di ruangan. Makan sepiring ber-5 sampai ber-7. Sementara Makcik repot menjaga kopi dkk dari gangguan tikus teman-temannya Waladi.
  • Doyan makan di Hasan,meskipun pulangnya teler, ngantuk dan MAHAL. Tapi tetap dijabanin.
  • Udah hapal sama teknik kriminalnya Lala dan Rynal, kalo bayar-bayar mereka belakangan. Misal total 110 ribu, 100 ribu dipalakin dari anak-anak, mereka berdua 10 ribu-nya.
  • Punya anggota baru si Emiriza yang mantan anak Unicef dan demen banget nyeritain “masa lalu”-nya itu. Kasian Waladi yang gak bisa tidur di pesawat demi mendengar petuah Emi.
  • Owwwwww..lipan!! dan Yudi pun meloncat mundur ke belakang hingga beberapa meter. Seruangan heboh. Terlebih Rynal sebagai penganiaya Yudi, mendadak punya senjata baru untuk menghakimi alumni Universitas Brawijaya yang malang itu.
  • Setelah bergaul selama setahun lebih, Rynal baru menyadari kalau bu Ruhama itu adalah makcik-nya.
  • Rynal yang sukses mengantarkan Pak Zamri untuk naik bis, dua hari dua malam ke Pekanbaru.
  • “Whats going on?, “Oh… I seeee…”,.. Hmmmmmmmmmmmmm…. (berdebar debar menunggu nama siapa yang disebutkankan selanjutnya)… “Tolong diprint dulu”, “Mari kita discuss”..   Hahahha.. bayar royalty neh kayaknya gue..
  • Bosan dengan Oi yang hampir tiap pagi sms bilang dia telat..Alasannya udah aneh-aneh aja.. mulai dari bangun kesiangan, nganterin mami belanja, ke kampus dulu, ke bank dulu, ke toko komputer dulu sampai alasan mobilnya mengalami kelainan.. (alasan yang aneh..)
  • Demi ke Jakarta beramai-ramai untuk CFAN, Oi dan Alex didaftarkan sebagai Asrot (asisten sorot), padahal sampe Jakarta kerjaannya cari cewek!!   Oya, disini kita juga sempat lliburan bareng ke Bandung dan memetik strawberry di halaman rumah orang demi Itha (Tha.. aku nulisnya pake ‘h” loh…)
  • Pada periode Agustus-Desember 2008 adalah puncak dimana Pusdatin penuh manusia. Sampai-sampai beberapa orang harus duduk bersebelahan dalam satu meja. Persis anak SD. Pasangan serasi Emi dan Waladi, Nardy dan Ulfa.
  • Bahaya laten KPI untuk report akhir BRR. Ngorek-ngorek puluhan ribu row data, dipelototin satu-satu sampe bikin sakit mata. Meski sudah dibagi-bagi ke banyak orang, tetap gak selesai-selesai juga. Udah selesai pun tetap ada masalah. Mr. Waladi nampaknya udah capek bikin judul file. Semua pake nama FINAL padahal gak final-final. Akhirnya ditambahin aja jadi  Insya Allah Final, Semoga Final, Final Amin,…, Final Kok.. Udah Final Belum  sampai “kapan yang FINAL-nya”?
  • Di penghujung masa bakti, ada ribuan dokumen yang harus di-scan dengan Lala sebagai punggawa. Senewen gara-gara si Ami yang sekretaris membuat semua  judul file yang discan dengan nama-nya sendiri. Ami1 hingga Ami 200! Untung belum sampe 1000!
  • Kangen maen sinetron di ruangan itu..Abannnnnnnnnnnnnnnnnnn…, kangen panggilan ngopi di tiap malam minggu dan malam-malam membosankan.
  • Meskipun ruang 5 di ujung itu mungkin sudah akan tiada, semua kenangan yang pernah tercipta di dalamnya akan terpatri selalu di hati. I love you,all..
(Visited 124 times, 1 visits today)
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *