Indonesia at Your Fingertips*


Obrolan, Opini / Saturday, May 21st, 2016

Tadi malam saya bertemu seorang pejabat sebuah provinsi di Sulawesi. Beliau ini adalah counterpart Saya di pekerjaan yang lama. Kurang lebih dua tahun tidak bertemu, Ia menawarkan berkunjung kembali ke daerahnya. Saya yang memang niat cari jalan-jalan gratisan tentu saja bersemangat!.  Asal tahu saja, ketika masih bekerja di lingkungan Istana, kami tidak diperkenankan menerima satu rupiah pun dan dalam bentuk apapun dari provinsi-provinsi yag menjadi mitra kami. Nah, sekarang sejak pindah kerja.. ceritanya sudah beda kan?  Karena tidak punya conflict of interest lagi, tawaran itu kayaknya bakal saya follow up!  Hehehe…

Eits, tapi tunggu dulu… Tentu saja tidak ada yang free kan di dunia ini. Kami ngobrol banyak tentang pariwisata di daerahnya.  Mereka punya potensi alam yang indah, kuliner yang enak-enak dan budaya yang unik. Namun sayangnya, sejauh ini kegiatan yang dibuat Pemda tersebut untuk mempromosikan daerahnya masih terbatas pada kegiatan-kegiatan “konvensional” seperti Pemilihan Putri Pariwisata, Pagelaran Tari dan sejenisnya yang lebih bersifat hiburan rakyat. Intinya kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan kunjungan wisatawan di daerah itu. Kemudian pembicaraan itu pun mengalir, hingga terpikir apa yang bisa saya lakukan untuk pariwisata daerah itu.

***

Pada 2015, Presiden Joko Widodo, menyebutkan pariwisata Indonesia tumbuh di atas rata-rata negara lain di dunia yang hanya 4,4%,  rata-rata pertumbuhan pariwisata negara-negara di kawasan Asean juga hanya sebesar 6%, namun pariwisata Indonesia justru tumbuh 7,2%. Indonesia menargetkan pariwisata akan tumbuh hingga 12% per tahun. Melengkapi data tersebut, Menteri pariwisata menambahkan kunjungan turis mancanegara tahun 2015 mencapai 10,4 juta orang naik sangat signifikan dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp144 triliun.

Untuk menarik wisatawan, promosi gencar dilakukan oleh banyak provinsi. Namun, istilah “tourism digital media campaign” mungkin baru populer akhir-akhir ini. Pada dasarnya definisi istilah ini adalah upaya kampanye pariwata melalui format-format digital seperti website dan sosial media. Tourism Digital Campaign juga sejalan dengan kebijakan pemerinth pusat dimana salah satu stregi pemasaran yang harus diaplikasian adalah BAS (Branding, Advertising & Selling) dengan kekuatan pada aspek digital.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan mengungkapkan satu-satunya cara agar promosi wisata Indonesia bisa lebih masif adalah dengan beralih dari promosi wisata melalui media konvensional seperti TV dan media cetak menjadi media digital

Lalu, ngerjain apa saja sih kegiatan tourism digital campaign ini? Pertama saya menggarisbawahi dikelolanya akun sosial media secara khusus dan serius. Keliatannya sepele, karena sosial media masih dianggap sebagian orang sebagai ajang pamer dan selfie. Tapi kini bahkan perusahaan-perusahaan kelas dunia sudah mulai mengelola akun sosial medianya dengan serius sebagai jembatan berkomunikasi dengan pelanggannya. Untuk tourism, menurut saya hal ini mutlak dan wajib dilakukan oleh Pemda. Pengguna internet di Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Sebanyak 93% (72 juta) diantaranya merupakan pengguna Sosial Media, dimana 30 juta diantaranya anak muda (usia 18-35 tahun) yang merupakan pangsa pasar baru pariwisata.

Pada dasarnya, ada beberapa tujuan pengelolaan akun sosial media untuk pariwisata seperti: 1. Sebagai media informasi kegiatan-kegiatan pariwisata  yang digagas oleh pemerintah, swasta maupun Lembaga Non Profit(NGO), 2. media pertukaran informasi antar wisatawan dan calon wisatawan, 3.Referensi/wadah tempat bertanya tentang pariwisata daerah dan 4. media komunikasi dengan berbagai stakeholders.

Memang ada diantara kita yang menghubungi Miss Pariwisata Indonesia jika perlu informasi tentang tempat jalan-jalan yang asyik? Sekarang informasi mana yang tidak bisa diperoleh dengan jari jemari? Sementara itu, hampir seluruh aspek traveling sudah tersentuh teknologi. Dari pemesanan tiket, hotel, provider trip hingga rekomendasi perjalanan semua sangat tergantung dengan internet.

Kini, sudah menjadi trend bahwa berbagai platform sosial media, website dan blogging membuat semua orang seakan menjadi duta wisata daerahnya. Konsep kebangsaan dan nasionalisme yang selama ada di kalangan anak muda, menjadi unsur tak terpisahkan. Ada kebanggaan tersendiri, jika  bisa menayangkan foto-foto keindahan alam di sosial media mereka. Budaya latah selfie di tempat-tempat wisata yang lagi tenar memang sudah mewabah. Ada positif  ada negatifnya, sih.. tapi seharusnya Pemda sebagai pemasar utama pariwisata di daerahnya harus menganggap ini sebagai peluang besar. Kemudian ada fenomena blogging ditengarai lebih “powerful” dibandingkan beriklan secara konvensional. Bahkan biayanya pun terhitung lebih murah dibandingkan membuat satu kemasan iklan khusus di media. 

source: poweredbysearch.com
source: poweredbysearch.com

Sejatinya Pemda dapat merangkum sosial media, blogger, dan orang-orang yang konsen di bidang ini. untuk lebih banyak menulis tentang daerah kita. Caranya macam-macam. Misal undang 20 orang blogger selama beberapa hari untuk mengeksplore daerahnya. Pilih blogger-blogger kompeten dengan banyak follower dan mampu mengemas apa yang mereka lihat dalam tulisan yang apik dan mengundang (bukan mengundang birahi, ya…) Format publikasinya bisa beragam mulai dari blogging, video, foto, post update di Facebook, Instagram, Twitter, Path dll.

Eh, saya bukan promosi blogger loh! Tapi Bapak/Ibu Pejabat Yth, bugdet mengundang mereka itu jauh lebih kecil daripada Bapak/Ibu bikin event pemilihan Putri-Putrian. Serius! Seperti saya bilang, blogger itu kebanyakan mereka yang senang jalan-jalan, suka menulis, hobilah yang membuat mereka menjadi blogger. Paling penting lagi, rasa nasionalisme dan idealisme merekalah yang dengan suka rela menyebarluaskan cerita tentang Indonesia. Diundang dan dipercaya saja sudah sebuah kehormatan bagi mereka.

Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang bisa digagas. Tentu setiap provinsi akan tampil dalam kemasan yang berbeda tergantung kebutuhan, potensi dan berbagai pertimbangan lain. Tertarik? Saya dan teman-teman dengan semangat membangun negeri akan senang hati membantu Bapak/Ibu! Please free to contact me…

<span data-iblogmarket-verification=”bHSl68xC9WFo” style=”display: none;”></span>

(Visited 139 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *