Waduhh…capek banget….. akhirnya, sampe juga di Lahat. Demi cita-cita berkumpul bersama keluarga, tahun ini seperti juga tahun-tahun sebelumnya, tanggal 26 September lalu, aku meninggalkan Banda Aceh menuju Jakarta/Bogor. Tiga hari di Bogor, kusempatkan bertemu beberapa sahabat, nonton Laskar Pelangi dan tentu saja yang pasti dan harus, beres2 rumah! Setelah di Lahat ada aja kejadian untuk melatih kesabaran, salah satunya sehari sebelum lebaran ada acara nongkrong di kantor Polisi nyaris setengah hari, gara-gara di Kiki nabrak sepeda motor dan orangnya ngomel-ngomel gak penting. Padahal secara logika, motornya pun salah. Tapi dimana-mana kalo kejadian motor vs mobil, dimana mana mobil yang salah. Bener-bener gak penting!

Lebaran pertama hujan deras mengguyur Lahat, sampe-sampe lapangan yang biasa dijadikan tempat sholat semua tidak digunakan dan sebagai gantinya orang-orang memadati masjid-masjid terdekat. Rasanya lega banget bisa sholat Ied lagi bersama-sama Mama melepaskan semua beban di hati, menguatkan diri akan ada sesuatu yang lebih indah di depan sana. Walaupun kalo pulang bawaan di rumah itu hawa-nya bikin males alias bikin orang niat pengen tidur aja, yang namanya bantu-bantu tetep harus dilakukan. Huh… males banget.

Hari kedua, seperti lebaran-lebaran sebelumnya, bersama semua gank keluarga, ke Pagar Alam, bener-bener back to nature!! Ke kebun tante, memetik cabe, sayuran, main di kebun teh, ikut nangkep ikan dan mandi di air terjun. Hahahah… Kalo udah begini, berasa banget jadi “anak kota” yang tiba-tiba menjelma jadi gadis desa. Hahahah.. Oya, pemandangannya indah banget, udara yang sejuk dan air yang brrr…dinginnya bikin gak kuat. Buat yang belum tau, Pagar Alam itu kota kecil sekitar 60 km dari Lahat di kaki Gunung Dempo. Disini beroperasi perkebunan the dibawah PTP VII. Daerah ini salah satu unggulan wisata agro di Sumatera Selatan. Disini, bersama-sama sepupu sepupu kecilku, foto foto deh…

Tapi lebaran kali ini bedanya, agak males ketemu temen-temen lama. Cukuplah ngebales sms yang banyak itu. Lagi terkena syndrome “pengen sendiri dulu”.. heheheh

Semoga selalu masih ada lebaran tahun tahun berikutnya buatku dan selalu ada kebahagian lain didalamnya… Amien…

Hits: 861

Ada dua hal yang bisa bikin aku nangis minggu ini. Pertama cerita gak penting ini, kedua… Laskar Pelangi the Movie! Dengan waktu yang terbatas dan badan rasanya mau patah saking capek-nya baru sampe dari NAD, aku sempet sempetin nonton di hari ketiga tayang-nya. Tentu saja bersama gank Aceh, Lala, Apop dan rekan-rekannya. Alhamdulillah gak pake ngantri karena udah pesen semalem sebelumnya.

Kesan gue ? Namanya film ya, sekali lagi jangan compare sama bukunya. Gak bisa dibilang sedahsyat bukunya sih, tapi muatan haru dan canda yang ada di bukunya lumayan terwakilkan dengan acting pemainnya yang sangat natural dan setting yang mendukung banget. Meskipun didukung oleh pemain-pemain kaliber, menurutku pemain-pemain kecil yang asli anak Belitong itulah yang berikan roh pada film ini. Kepolosan, keluguan dan begitu apa adanya. Salut.

Ada beberapa penggambaran yang membosankan memang, seperti  Lintang dan buaya yang menurutku scene-nya terlalu banyak. Namun itu tertutupi oleh acting pemerannya yang sangat alami. Keren!

Ini harusnya jadi film wajib anak-anak yang lagi liburan sekolah. Apalagi anak-anak orang berduit yang hanya menerima suapan materi berlebih dari orang tua. Untuk hal ini, aku harus berterima kasih setinggi gunung ke kedua orang tuaku. Meskipun masa kecilku tidak “sesulit” Laskar Pelangi, tapi penanaman nilai-nilai kalau hidup ini adalah sejuta perjuangan itu selalu aku miliki. Gak banyak komentar deh, secara gue udah sering banget ngomentarin semua hal tentang Laskar Pelangi disini. Highly Recommended.

Kayaknya gue mo nonton lagi… 😀

Hits: 2036

Salah satu kerjaan prioritas gue adalah membajak. Alias cari lagu gratisan. Karena itulah gue agak senewen aja ketika Multiply diblok. Padahal, nge-download  multiply di masa jaya-nya semudah membalikkan telapak tangan. Klik kiri, save.. Jadi deh. Cuma modal punya account doang.  Namanya gratis, perjuangannya emang gak gampang karena sempet di-blok sama orang IT kantor ! Bete sih… But I have to follow the rule! Gak masalah, masih bisa nitip sama temen-temen. Hehehhe..

Tau-tau ada kebijakan dari multiply-nya semua link music dan video diblok. Mungkin alasannya masalah hak cipta.  Apalagi awalnya Multiply di-set sebagai situs nge-blog dengan fitur-fitur yang lebih beragam, namun dalam perkembangannya lebih ngetop sebagai situs penyimpan lagu. Pada pem-blok-an pertama ini ternyata ngakalin buat download-nya gampang banget. Tinggal play list-nya di player Winamp atau WMP trus copy link lagu yang dipilih, pindahkan ke halaman browser baru, enter, muncul deh save to mp3.  Meski ini tetep masih gak boleh sama IT, aku gak kurang akal. Nitip aja link-URL-nya sama temen via chatting, Copy!  Berhasil!  Hahahaha.. Hidup kok enak banget yah!!  🙂

Metode diatas terus terang agak jarang kujalankan mengingat acara nitip-nitip gak selamanya sukses dan kadang banyak juga yg lagi males dititipin. Hikss.. Tapi gak namanya tukang bajak dong kalo begini aja nyerah. Masih bisa browsing Om Google. Dan ternyata, dari si om ini lumayan gampang menemukan link-link lain yang gak pake dua kali jalan kayak si tante multiply. Contohnya rapidshare, 4shared, ziddu, dll.  Ada juga beberapa situs file sharing lokal yang lumayan (lupa nama-namanya…). 4shared dan Ziddu akhir-akhir ini cukup pesat perkembangannya. Terlihat dengan semakin gampangnya menemukan apa yang kucari di situs tersebut. Dan berita baiknya.. Upsss… *belum diblok sama orang IT*  Hahahahhaha… –> tertawa penuh kemenangan (Ya Tuhan… jangan ijinkan mereka membaca tulisan ini)

Rapidshare termasuk link favorit karena nampaknya udah eksis dari dulu. Namun, lagi-lagi tidak ada kebahagian yang abadi. Link ini pun di-blok sama IT !!! Mo marah ? hemm…gak ngaruh. Bisa sih sekali kali minta bukain, tapi kudu tau diri; gak pada jam-jam sibuk. Itu pun kadang-kadang suka untung-untungan karena pas dibuka, bisa jadi link-nya udah keambil alias keduluan sama the other downloader. Secara  IP internet sekantor sama dan yang gratisan hanya  memungkinkan satu download dalam waktu yang bersamaan.

Karena bagi gue setiap pekerjaan adalah tantangan, sementara aslinya gue gaptek, gue tetep harus cari info agar gak kekurangan cara untuk download lagu. Apalagi customer gue di kantor makin banyak dengan permintaan lagu yang aneh-aneh. And you know what ?? Tuhan memang maha adil, selalu ada jalan ke Roma. Anything is possible. Ternyata yang mengalami “kegelisahan” kayak gue sesame pencinta music (tapi gak modal),  mungkin ada jutaan orang.  Dan apa-apa semakin dilarang, semakin bikin penasaran. Malam ini, karena terus menerus ditagih Rynal akan lagu lama dari Paquita Widjaja, akhirnya kutemukan beberapa link yang membantu banget.  Kalo iseng, silakan pelajari beberapa link hasil dari browsing dan nanya-nanya ke temen-temen berikut:

http://ngesot.multiply.com/journal/item/103

http://anangku.blogspot.com/2007/03/panduan-download.html

http://f1dz.multiply.com/journal/item/9/Teknik_download_lagu_dari_multiply_Versi_2_New…_Editted

Jipiyanuar

 Sementara itu link streaming bertebaran dimana-mana. Tapi model begini, bikin abis bandwith dan tentu saja gak puas. *karena tak memiliki*.    Untuk kategori ini, buat koleksi lagu, sepertinya Imeem.com bisa dikatakan salah satu yang terlengkap.  Gak puas hanya streaming? Jangan khawatir, bisa baca-baca link berikut, siapa tau membantu.

http://www.orbitdownloader.com/how-to-download-imeem-music.htm

http://www.freemusiczilla.com/download-imeem/

Tips buat para downloader :

1.    Jangan download di jam sibuk, kasian buat yang “bener-bener” kerja.

2.    Kalo bisa memori notebook atau desktop minimal 1 GB

3.    Jangan pantang menyerah, kobarkan semangat gratis is the most wonderful thing in the world 😀

4.    Jangan takut bereksperimen, telen info sebanyak-banyaknya.

5.    Gak perlu ngerti-ngerti banget soal IT dan internet.. klik ini klik itu, coba sana coba sini. Tenang aja. Perbuatan ini gak bakal bikin rusak komputer lu dan yang lebih bagusnya lagi gak melanggar agama (maksudnya proses mencari informasinya loh…) 😀

6.    Terakhir, bagilah hasil jarahan ini ke tetangga sekitar. In case ini adalah dosa (apalagi bulan puasa begini), lu gak nanggung sendiri dosanya. 😀

Gimana, gampang kan ? Karena gue juga masih dalam tahap pembelajaran, buat yang punya informasi lebih, mohon di-sharing ya..  Good LUCK! 

 

Hits: 2043

Lagi nginget-nginget, seumur hidup, berapa kali sudah jatuh cinta? Banyak kali yeee… tapi hanya 2-3 orang yang punya kesan paling mendalam. Dari 2-3 orang tersebut hanya satu yang hingga detik ini aku masih hapal mati luar kepala nomor HP-nya. Meskipun aku ditanya ketika masih dalam keadaan ngigau atau setengah bernyawa karena baru bangun tidur. Hahahah.. Meski emang gak jodoh, aku sama sekali tidak enyesal, coz banyak hikmah yang Allah tunjukkan ketika semua tamat.

Punya hubungan terakhir agak serius kayaknya sekitar tahun 2006. Mungkin gak jodoh.. (emang iya…),  dansejak itu aku bertekad kuat setengah mati, membentengi semua hati dengan beton-beton yang paling kuat sedunia. Tentu saja dengan alasan; gak mau sakit hati lagi. Padahal ada pepatah yang (tidak) bijak.. katanya kalo siap jatuh cinta, maka harus siap sakit hati. Ibarat dua sisi mata uang, dua hal tersebut adalah satu bagian yang seperti kancing cepret. Nempel kemana-mana

Lalu, ada juga cerita tentang hubungan gak penting dengan orang yang salah. Seperti cerita temanku ini. Herannya emang dasar gue bebal, setelah selesai, ya selesai aja. Gak pake acara nangis Bombay semalam suntuk. Karena aku merasa tidak ada perlu-nya melanjutkan semua ketidakjelasan dan tidak ada yang harus aku tuntut dari semua yang sudah dijalani. (“Halo, pak… rumahmu masih di Kedung Halang, Bogor-kah?” ) Walau demikian, dia adalah salah satu milestone paling penting dalam hidup gue. Aku bisa lupa dengan yang lain, tapi tidak dengan beliau itu. Makasih…you’re one of the great things happened in my life.

Kata orang, keledai yang konon hewan paling bego sedunia aja gak bakal jatuh ke lubang sama dua kali.Dan pepatah itu aku pegang rapat-rapat. Pengalaman buruk yang sama toh gak harus terulang dua kali. Tapi siapa nyana…ada masa dimana sebagai manusia biasa yang khilaf dan gak luput dari dosa (kata Ebiet G.Ade), itu terjadi lagi, dengan level dan grade yang mungkin lebih dari yang sebelumnya. Dan ternyata aku tetap perempuan sensitif yang ternyata (lagi) tidak bisa easy going sama semua masalah. Lagi-lagi, meski aku tau harusnya cinta itu indah, the most important part of that adalah : stupid and silly things.

Sedih ? Pasti.Menyesal ? Hmmm, tidak ada kata itu dalam kamus berjalanku. Capek ? ya, iyalah…. Capek hati maksudnya. Mencoba bersikap biasa seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa adalah hal yang maha sulit. Mencoba cuek apalagi. Mencoba sabar ? Selalu… tapi jika ada 5 kali percobaan, dipastikan 3 diantaranya adalah kegagalan L.

Kadang-kadang suka nangis gak jelas..ujug-ujug ngambek, dan ada muatan emosi yang meledak-ledak setiap saat karena I don’t know what to do.. Tentu saja kondisi begini merugikan semua orang, dirinya, teman-temanku, pekerjaanku dan yang lebih penting lagi adalah merugikan diriku sendiri.

Sampai-sampai hal-hal buruk menggerayangi pikiranku :

enak gak ketika kamu merasa jadi no body, ketika merasa jadi orang paling tidak penting, ketika merasa hanya “dimanfaatkan”, ketika merasa jadi orang yang “rendah”, ketika merasa jadi orang yang terbuang, ketika merasa hanya akan tercampakkan, ketika merasa hanya sebagai permainan… dan ketika merasa hanya sebagai alat pembunuh sepi…

Selalu kucoba, memuntahkan semua perasaan itu. Selalu, karena aku tau aku bukan perempuan biasa.Ah…ini masalah cemen..  Namun pun selalu tidak bisa (atau belum bisa?)

Tapi, thanks God…di tengah tengah semua gejolak dan emosi yang naik turun aku masih punya deretan teman-teman yang aku yakin sangat sangat menyayangi aku. Yang selalu mencoba membantuku meluruskan semua yg buruk menjadi baik. Dengan sejuta motivasi terselip untuk mendukung semua “perjuangan” yang aku lakukan. I love you, guys… Kalian adalah teman-teman terbaik yang pernah aku miliki.

Semoga, di tengah semua “keterpurukan” ini aku selalu bisa berdiri lagi. Kata satu buku yang aku baca, kebahagiaan dan kesusahan itu adalah satu bagian utuh yang bisa dipisahin. Aku percaya itu. Harus percaya.

Ya Allah..jangan biarkan semuanya sia-sia. Yakinkan aku akan ada satu titik kebahagian yang lebih hakiki di depan sana..

dini hari, 19 September 2008, karena gak bisa tidur..

Hits: 821

Akhirnya setelah menunggu dengan penantian dan H2C, Laskar Pelagi is coming to the town! Menurut informasi yang beredar, premier-nya serentak di seluruh Indonesia, 25 September nanti. Good! Jadwal kepulanganku ke Jakarta adalah antara 25-27 September. So, sebelum pulang ke Lahat, 29 September, harus kusambangi bioskop terbaik tanpa tikus di Ibukota. Halah.

Udah beberapa kali rasanya aku mengulas soal karya Bang Ikal ini. Mulai dari ketika pertama kali kepincut bukunya, lalu acara mengejar beliau di Unsyiah hingga yang terakhir pendapatku tentang apa dan mengapa satu buku diangkat ke sebuah film.

Setelah melihat ulasannya di KickAndy, dimana pemeran utama ke-10 anak-anak itu ternyata penduduk lokal, yang polos, lugu dan tidak punya background acting sama sekali, aku jadi makin gak sabar nunggu tanggal 25 September. Meskipun tidak terlalu berharap filmnya akan sedahsyat bukunya, semoga pesan-pesan pendidikan, moral, kesederhanaan dan motivasi yang tidak pernah padam tetap sampai ke penontonnya.

Seperti syair lagu Nidji yang menjadi soundtrack film ini :

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga

Hits: 2113

kecewa2Hari ini untuk kesekian kalinya dalam bulan ini, koneksi internet mati. Menurut pengumuman yang ditempel di email (dengan koneksi intranet) ada masalah di jalur fiber optic yang menuju Aceh. Kurang lebih sama alasannya dengan pengumuman serupa di kejadian sebelumnya. Ini belum mati-mati karena urusan maintence server, server domino, server remi, server monopoli.. (Loh…) Apalah pokoknya yang mirip-mirip begitu.

Apa yang lebih menakutkan dibanding koneksi internet yang mati?. YM mati, email gak bisa keluar, browsing nyangkut terus, gak bisa nge-blog, gak bisa baca detikhot.gak bisa nge-plurk, gak bisa download lagu (OMG ..kapan kerjanya??) Tiba-tiba dunia terasa sempit L. Belum lagi gara-gara  ini, kerjaan yang rutin yang sebenernya gak perlu-perlu banget internet jadi keganggu akibat “kurang hiburan” dalam menjalankan rutintas tersebut. Akibatnya badan serasa lemes tak berdaya, seperti puasa dengan sahur tanpa suplemen. Kondisi ini jadi makin parah di bulan puasa seperti ini, udah sahur tanpa vitamin, siang-siang kelaparan, tidur di kantor gak bisa, tapi don’t know what to do

Ini belum dampak dari faedah internet sesungguhnya dalam mendukung pekerjaan. Komunikasi terhambat, kiriman file ngadat, padahal bisa jadi file itu ditunggu banget di belahan dunia sana untuk meeting yang maha penting. Belum lagi di kantorku ada beberapa aplikasi yang di-sharing untuk public dan other sharesholder. Dimana mereka bisa butuh aplikasi itu kapan saja dimana saja. Dan macet!  Ujungnya : komplain. Orang IT yang defaultnya gak ramah itu pun kena hujat dan caci maki. Kasian memang. Tapi karena sudah takdirnya  begitu, mereka berusaha menanggapi dengan enjoy padahal itu aku tau itu hanya screen saver-nya. Dalam lautan bisa ditebak, dalam hati siapa tau??  Mungkin hatinya teriris-iris.  Akibatnya, mengganggu kedamaian batin yang menyebabkan terganggunya hubungan antar manusia (Habblumminannas..).

See ?? hebatnya dampak akibat si fiber optic yang seratnya gak sampe ke Aceh?

Wajar, kalo sekarang bisa dikatakan internet (minimal buatku) adalah salah satu hal yang paling berpengaruh dalam hidup.

Hits: 2598

Masih ada yang inget gak sih, kalo hari ini adalah Haornas alias Hari Olahraga Nasional ? Waktu jaman sekolah dulu, mungkin pagi-pagi kita udah ber-trainings-pack ria dan menyambut hari ini dengan SKJ.  Gue gak yakin anak-anak sekarang tau apa itu SKJ sama seperti mereka gak tau siapa Ucrit atau Usro yang jadi Cs-nya Unyil. Apalagi semboyan; memasyarakatkan olahraga atau mengolahragakan masyarakat.

Tapi ngomong-ngomong soal olahraga kayaknya aku yang paling males sama acara beginian. Padahal (Alm) Bokap adalah pemain bola sedangkan Mama sekarang pun masih aktif di kegiatan aerobicnya.  Waktu masih kecil (SD) sempat sih dimasukkin les berenang. Tapi ujungnya diprotes sama nenek, karena aku jadi bener-bener item. Bayangin, sekarang aja udah item, apalagi tambah berenang tiap hari sepulang sekolah di Stadion Mattoangin Makassar (sekarang namanya apa ya??) . Ketika SMP, pelajaran olahraga merupakan salah satu pelajaran paling menyebalkan karena aku gak bisa ngapa-ngapain. Bego banget. Kalo maen volley, service aja gak bisa. Padahal itu game standar. Kalo maen basket, gue malah dikejer bola. Bukan sebaliknya. Waktu SMA, setali tiga uang. Tapi enaknya, setiap pelajaran olahraga ada pemanasan dengan berlari-lari di sekitar rel kereta api yang kebetulan ada dekat sekolah.  Enaknya ya itu…bisa nonton kereta lewat. Halah… That’s way selama masa-masa itu nilai pelajaran olahraga gak pernah lebih dari enam atau paling banter tujuh alias nilai kasian.

Untungnya saat kuliah aku gak milih jurusan olahraga (ya iyalah…) Tapi jarak dari tempat kos ke kampus yang kurang lebih 1,5 km cukuplah buat sedikit menggerakkan otot-otot.  Di masa kerja, olahraganya hanya senam jari alias ketak ketik di keyboard. Ya, kadang-kadang sih ada lari-lari pagi dari rumah ke Kebun Raya. Tapi itu pun sangat jarang.. Gimana mau lari, wong bangun tidur aja susah.

Setelah di Aceh, sekitar setahun yang lalu Apop “mengenalkan” kembali dunia renang. Wah, ternyata masih menyenangkan seperti masa kecil dulu. Meski pun tidak rutin. Si Nyonya Harris ini juga sempet mengajari naek sepeda kembali. Walau  lagi-lagi susahnya naek sepeda di pagi hari, karena tetep males bangun. Sekarang,walau capek dan penat aku harus sempat-sempatin untuk berenang. Meskipun kadang-kadang lebih banyak makannya dibanding berenangnya.. Hahahha.. Yang penting hore aja! Itung-itung sebagai jalan mendisplinkan diri akan hidup sehat….

 xoxo

Hits: 1921

Rasanya adem banget denger lagu ini….

PadaMU Kubersujud

Afghan

Kumenatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud

Hits: 886

Minggu ini aku ketemu  dua orang temen (cewek) di waktu yang berbeda dan berbincang tentang begitu banyak hal pribadi yang membuatku ternganga akan “keberanian” mereka mengungkap fakta yang mungkin bagi sebagian besar orang sangat tabu.  Meskipun really, it’s a damn thing!!! Teman pertama sebutlah namanya Nancy bilang, dia pernah hidup serumah dengan “pacarnya”  sementara teman kedua sebutlah si Desy secara gamblang bercerita tentang sepak terjang kehidupan “bastard” –nya yang sejak masih kuliah pun pernah living together selama tiga tahun dengan lelaki yang bukan “siapa-siapa-nya. Pls don’t ask about “pernikahan disini”.  Lalu cerita bergulir ke kehidupan mereka sekarang, dimana kebutuhan untuk “ditemani” itu meskipun bukan prioritas utama sudah menjadi salah satu bagian penting dari keseharian mereka.  Nancy bercerita kini pun ia sudah menemukan pengganti lelaki yang pernah menemaninya selama tujuh tahun itu.

Ketika kutanya : “lu cinta sama dia ? sayang ?” 

Dengan enteng dia berucap: “cinta? Emang perlu ?.,.. Gak tuh, gue merasa gue butuh sama dia, dia sebaliknya dan kita merasa nyaman..Why not.. Go ahead.

Aku bertanya kembali : “sejauh apa hubungan kalian ?”

Nancy : Vika…gue gak mau rugi dong, gila aja lu! Apa yang bisa gue dapetin ya..harus gue dapet!

Serupa tapi tak sama, Desy malah lebih ajaib lagi. Kini, ia “menjalin hubungan dengan seorang (maaf) laki –laki beristri yang juga punya affair dengan perempuan lain. Itulah kenapa ia lebih suka menyebut dirinya sebagai “partner in crime” dengan laki-laki itu;

Desy : Kenapa gue mo jalan sama dia, karena gue udah tau dia bangsat, dia brengsek. Jadi gue gak perlu repot-repot pake hati. Gue capek selalu pake hati dari dulu. It was a stupid thing! Sekarang hati gue udah gue deposit di bank, jadi yang gue pake ini hati serep (halah…emang ban dalem!!)

Read More

Hits: 2320

Sebelum kesini dulu, gak sedikit temen-temenku di Jakarta bilang, makanan di Aceh enak-enak. Wah, itu versi mereka, karena versi aku belum tentu banget. Ternyata bener, sampe disini, aku merasa makanan disini “biasa” banget. Pertama, umumnya makanannya berbumbu pedas, berminyak, berlemak daging-dagingan dan ini yang terparah (menurutku) : less of vegetable. Secara gue gak demen daging baik sapi mapun ayam (apalagi kambing), kecuali kalo bener-bener gak ada pilihan lain. Yah, gue termasuk kategori herbivora yang pemakan segala daun-daunan selain daun pintu dan daun jendela (apalagi daun telinga).

Duh, susahnya cari yang namanya lalapan segar dengan segala “hehijauan” tertata di piring persis kayak kebon raya versi mini apalagi ditambah sambel ijo pedes. Slurpp…

Walau begitu,Aceh sebagai salah satu propinsi dengan garis pantai terpanjang tentu menghasilkan hasil laut yang melimpah ruah. Wah, ini sumpah gak bisa dipungkiri. Serupa dengan masa kecilku di Makassar yang sering banget ikut Mama ke pelelangan ikan.  Tapi sayangnya, variasi pengolahan hasil laut itu minim banget. Beda sama Pelabuhan Ratu  yang rajin kusambangi jaman kuliah dulu dimana tukang bakso ikan dimana-mana yang mungkin saja (mungkin banget) ikannya adalah ikan hiu  mengingat  banyaknya species ikan yang ada pasar ikan disana. Tapi di Aceh ada  mie Aceh yang konon ngetop itu se-antero nusantara . Namun… walah.. lagi-lagi masalah ada di gue. Gue gak doyan mie! Kecuali mie ayam di samping Toko Tajur Fashion di Bogor. Gilingan……… enak banget!!!

Tapi…eitss… jangan underestimate dulu.. Setelah menunggu dan melakukan pengamatan secara mendalam, ada dua makanan yang highly recommended, karena gue suka banget.  Pertama, ayam tangkap. Gak ngerti darimana asal muasal nama itu wong yg namanya ayam pasti ditangkep dulu sebelum digoreng.  Aneh. Sajian ini yang paling ngetop dari RM Aceh Rayeuk. Sebenernya ayam goreng kampung biasa  (ayamnya yang masih muda) dipotong kecil-kecil trus digoreng dengan bumbu-bumbu dapur biasa  dan cabe ijo yang segede-gedenya tanpa dipotong.

Tapi yang bikin khas adalah dicampur gorengan garing daun khas Aceh yang namanya daun temurui.

Rasanya enak banget, meskipun aku sih banyakan makan daunnya dibanding ayamnya. Hehehe.. Apalagi di rumah makan itu, disajikan pula sayur daun melinjo yang dipotong halus-halus ditambah tumisan bunga pepaya.  Trus minumnya adalah es serutan timun. Seger dan komplit!  Hehehhe.. endang banget. Kalo makan disini, persis kayak di Thailand bulan lalu, gue bisa makan gila-gilaan dan malu-maluin. Hemmmm..

Kedua, balik ke masalah mie. Setelah setahun di Aceh, akhirnya ketemu juga namanya mie Aceh yang paling enak sedunia dengan merek Mie Lala. Letaknya di deket kostnya Rynal (loh…siapa lu??!!)  itu temen kantor gue yang sok ganteng. Dia yang nampaknya tanpa sengaja menemukan mie yang enak luar biasa ini.  Mie-nya disajikan dengan berbagai pilihan dari ayam, daging, jamur hingga kepiting yang gede-gede. Yummy banget deh. Minumnya air kelapa muda yang seger banget. Tapi gak enaknya,…ini bener-bener menyiksa!! Nunggu pesenan datang bisa sampe satu jam!! Coba bayangin kalo lu niat makan sendiri, cengok-cengok deh satu jam. Belum lagi kalo datengnya agak sore selain pengunjung manusia-nya rame, pengunjung nyamuknya pun gak kalah rame. Tapi beneran..kalo udah icip-icip. Pasti deh addicted!!! Satu lagi, dari jaman dulu.. aku pun gak doyan namanya indomie. Itu bener-bener makan alternative terakhirrrrrrrrrrrrrrrrrrrr banget.  Kalo lagi bener-bener miskin atau bener-bener gak ada pilihan apa-apa di rumah dan gak bisa keluar cari makanan lain yang lebih beradab.

Tapi, kalo kamu ke Aceh, harus-lah nyicipin namanya Indomie rebus ala Aceh! Apa istimewanya ?  Karena bumbunya gak pake bumbu sachet-an dari bungkus indomie-nya. Tapi pake bumbu mie Aceh. Pedes dan penuh rempah pake lalapan timun dan acar bawang. Beda deh!  Kuahnya agak kental tapi gurih yang pasti bikin kita pengen nyereput sampe abis.

Ayo, kapan nraktir gue ?!!

 

Hits: 2902

Udah lama rasanya gak leyeh-leyeh di rumah. Hanya nonton TV, makan dan baca buku sampai ketiduran dengan buku menutupi wajah, bangun makan trus lanjut tidur lagi.. Jumat malam lalu tiba kembali di rumah setelah nyaris 2 bulan tidak merasakan hawa sejuk Bogor.  Sedikit agak shocking coz rumah ini lebih mirip kandang ayam  dibandingkan rumahku yang dulu nyaman banget paling tidak buatku. Anak-anak TPA deket rumah itu tetap aja berisik ganggu tidur siangku. Tapi entahlah aku merasa nyaman-nyaman aja.  Meski sempat nolakin ajakan teman-teman untuk kesini, kesitu yang aku tau cuman bikin pegel kaki. Udah gak bisa lagi nikmatin muter muter gak jelas begitu. Dan ternyata aku hanya  “miss home sweet home..:”

 

 Dan hari ini, sengaja gak bikin ada acara kemana-mana. All day long harus di rumah. Kemaren sengaja ke Gramedia Bogor beli “sangu” buku !! Udah lama tidak menghabiskan satu buku hanya dengan satu kali baca. Dan hari ini I did it again!  Gak tanggung-tanggung tidak dalam hitungan satu hari udah abis 2 buku yang lumayan tebel.

Gila… ternyata banyak banget kenikmatan lama yang udah aku aku sentuh karena ngurusin “kenikmatan semu” Halah.. (sstt.. jangan berasosiasi aneh-aneh dulu ya, bo..) .. 

Mungkin suntuknya sudah sampai titik kulminasi setelah dua  bulan ini hanya nangkring di Aceh ditengah kerjaan yang bener2 bikin aku nyaris senewen.

Oya Ini dia buku-bukua yang gue beli. Ada buku Satu Tiket Ke Surga (Zabrina A Bakar), Langkah Muda Meraup Dolar dari Internet (Taufik Hidayat)–> bekal kalo gue ntar dipecat dari Aceh..  Trus novel cemen komedi tapi syarat makna : Banci Kalap  (Nuril Nasri) dan terakhir Cinta Terlarang Cinta Terindah (L Benako Aksara).  Buku terakhir diprotes abis sama anak-anak rombongan sirkus. “Nyak, pls comeback to Jakarta as soon” Udah gak sehat lu di Aceh! Mau diceburin lu ke kolam lele, kalo gak balik-balik juga ?  Hehehhe… orang gila.

Meskipun tetap dikasih sangu kerjaan melototin dan menelaah  2000 lebih item project off budget, rasanya tetep enjoy. Hemm…. Gak percuma deh bela-belain pulang walau tiketnya rada mahal dan pesawatnya goyang abisss!! Untung dalam ketakutan turbulensi itu, aku inget masih punya asuransi jiwa. Hahahha.. kasian Mama dan adek-adek kalo gue kenapa-kenapa, siapa yang bayarin kalo gue masih punya utang? Thanks God… dan MERDEKAAAA!!

 

 

Hits: 2357

Udah beberapa kali aku ke Jakarta (dari Banda Aceh) menumpang armada udara ini. Tiba-tiba menjelang liburan “Independence Day”  minggu depan aku kebelet pengen pulang ke Bogor. Sudah diduga dan dinyana, dipastikan harga tiket gila-gilaan. Dulu sih masih ada Bang Adam (meski kalo naek-nya kudu Yasinan sepanjang jalan — > “antara hidup dan mati”). Tapi sekarang yang melayani Jkt-BTJ  (PP) hanya si burung lambang negara itu, Mbak Sri dan Mas Leo.  Pilihan jatuh ke Mbak Sri dengan alasan harganya miring (lumayan buat gue yang suka bolak balik gak jelas kayak setrikaan).  Udah gitu, gue juga dapet sms promosi dari Telkomsel yang bilang bahwa sebagai pelanggan Telkomsel aku bisa dapetin diskon 20% yang berlaku hingga 15 September 2008. Haree genee ?? 20% lumayan kaleee…

Oke,.aku telpon kantor Mbak Sri pusat dapet harga yang pas, dapet kode booking. Petugasnya bilang aku bisa dapetin diskon itu dengan menghubungi Telkomsel. Done. Telkomsel pun mengirim sms registrasi sbb:

     

Disc 20% untuk semua rute dan kelas. Tunjukkan sms ini saat pembelian tiket Sriwijaya di semua cab. Valid 16Jul-15Sept 08.

 

Besoknya , pas mau issued tiket itu, si petugas yang di kantor cabang Banda Aceh dengan santai menunjukkan email yanga (katanya) dari pusat dan bilang bahwa itu sudah tidak berlaku di cabang Banda Aceh. What ?? Maksud loo ??? Masih berusaha cool, secara gue yang dulu kerjanya ngurusin survey customer satisfaction 5 tahun berturut udah pengen ngamuk dan tetep ngerasa Customer is the King.  Dengan entengnya si Mbak Sari (petugas di kantor Banda Aceh) menganjurkan aku untuk menelpon ulang Jakarta. Dia gak bisa menghubungkan ke Jakarta. Gosh!!! Oke, gue ikutin deh mau lu.. Aku coba telpon berkali kali.. Nyambungnya..susyaaaaaaaaaaaaaaahh banget!!  Bukan apa-apa sebagai raja boleh banget dong, gue minta klarifikasi. Setuju ???  

Akhirnya, setelah menunggu sekian menit nyambung juga dan berita buruknya si operator pun menguatkan kalo itu memang berlaku untuk pengambilan di Jabotabek saja. Lah ?? Apa-apaan ini ? Waktu aku booking tiket kan udah bilang, kalau gue mau diskon itu dan gue akan issued di Banda Aceh!! Apalagi sms konfirmasi meyakinkan: “BERLAKU DI SEMUA CABANG”  dan petugas yang menjawab waktu itu meyakinkan BISA (sorry, lupa namanya) Dodol kan ???

Apa boleh buat, karena I have no choice anymore.. secara airline lain udah lebih penuh dan lebih gila harganya, gue ambil juga itu tiket.

Kejadian seperti ini harusnya jadi perhatian banget nih buat perusahaan-perusahaan yang bikin promosi Co-Branding begini. Analisis gue sih, bisa jadi nomer HPku sudah tercatat di sistemnya Mbak Sri jadi aku teracak atau “terpilih” untuk mendapatkan promo itu. Yang kedua, mungkin karena nomor Kartu Halo-ku adalah nomor Jakarta, bisa jadi mereka pikir tak perlu menyebut cabang, karena aku diprediksi beredar di Jakarta dan sekitarnya. Hareee Geneeeeee ??  Binatang langka aja udah mobile kemana mana apalagi orang “sok sibuk” kayak gue ?? Duh..pleaseee

 

 

 

 

 

 

 

Hits: 2087

Setelah satu tahun tinggal serumah, baru kali ini penghuni mess neusu (ex lamgugop) melakukan studi banding. Gak mau ngalahin anggota DPR dong, kita pun ikut-ikutan bikin survey ke luar negeri. Meski hanya ibu kota negara tetangga; KL & Bangkok.

Start 18 July Banda Aceh-KL. Masuk kerja setengah hari.. Itu pun dengan “terpaksa” karena udah gak sabar nunggu liburan sejak perjalanan ini direncanakan tiga minggu sebelumnya. Sampe  KL yang hanya gak sampai sehari gak ada rencana lain selain shopping. Beli Vincci. Herannya semua pesenan orang. Buat gue, sepatu sepatunya gak gue banget. Mostly high heels. Tapi tetep juga akhirnya nemu sendal klepek klepek favorit gue. Mpok Depoy dan Vivi nyaris kalap dengan menenteng kotak kotak sepatu yang katanya juga titipan orang. Heran.. Liburan kok dipenuhi titipan. Tapi di KL sepanjang jalan kita kerjanya ngakak-ngakak mulu. Di jalanan ada iklan selular yang tulisannya : “Membual Percuma Sepanjang Malam” mungkin maksudnya sih “Ngobrol Gratis”. Secara membual emang dimana-mana percuma, kan ?? Gak usah nunggu malem?? Herman Felani deh (baca: heran). Trus di bandara pada salah satu bagian ada gambar Handphone dicoret dan dibawahnya tertulis : Dilarang menggunakan Telepon Bimbit.  Bimbit ?? Coba ??? Bimbit ?? Darimana tuh asalnya ? Setelah gue pikir-pikir, mungkin jaman dulu banget waktu yang namanya HP baru muncul, bunyinya dimana mana Bit..bit…  Katro banget gak sih ?? Secara sekarang udah realphonic kaleee… masa harus balik lagi ke masa monoponic?? Ohh..God!!! Hahahhaha… Belum lagi si Vivi kena marah sama petugas bandara. Gara-gara waktu masukin barang di roda dengan deteksi XRay, Vivi ikut-ikutan masukin jaket dan tas kecilnya (persisi kayak di bandara Indo). Ternyata disana gak perlu..  Si petugasnya dengan tampang gak ramah sama sekali bilang : Tak paya-lah itu makcik…. Tak paya… (bingung gak loo ??)

Tiga hari berikutnya full di Thailand. Mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Gran Palace yang penuh dengan candi candi emas dan beberapa lokasi yang lupa namanya apa karena gak terlalu berkesan banget. Gak ada yang beda, kecuali huruf-nya yang mirip hurup Jawa kuno (huruf pallawa, bahasa sansekerta : emang prasasti??)  dan foto si raja yang mejeng di setiap tempat. Bener-bener narsis abis. Lalu sempat juga menyusuri Pattaya, nonton Kabaret yang dibintangi seluruhnya oleh waria. Amazing, karena mereka cakep cakep banget. Lebih cakep dari perempuan asli. Sampe sampe gue kepikiran,.kayaknya kalo disana, gue milih jadi bencong aja. Hehehehe.. But secara umum, gak ada yang istimewa. Indonesia is more more beautiful with its amazing culture. Kata orang-orang shopping nya juga enak. Kata gue ? Gak!! Fashion di Indonesia khususnya Jakarta jauhhhhhhhhhhhhhhh lebih berkembang. Modelnya lebih beragam. Mending kalo harganya disana murah, ini harganya pun standar. So, tetep ya.. Tanah Abang, Mangga 2 dan Ambasador atau bandingin sama PGC (Pusat Grosir Cililitan) is better!!. Cuman enaknya, selama di Bangkok aku makannya banyakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk banget. Gak tau apa yang bikin enak, moga moga aja gak kecampur minyak B2. Hihihihi… Balik ke Aceh; mie again mie again… 🙁

Sutralah..lepas dari semua itu, liburan singkat 5 hari tersebut lumayan bikin re-charge energi setelah bergulat dengan semua pekerjaan, meski pun pulangnya dihadapkan hal sama yang lebih bejibun. Dan aku tetap kangen Bogor…… 🙁

Hits: 2132

Disarikan dari beberapa pengalaman teman atau pengalaman sendiri. Wekss..

So beware!!! (Urutan tidak menunjukkan peringkat).

1. Sering nongkrong gak jelas, contoh: ngupi ngupi. Awalnya rame-rame tapi lama lama gak ada angin gak ada hujan, jadi berdua aja. Kalo ada orang ketiga, yang salting malah orang ketiga-nya. So, lama-lama ybs mengundurkan diri dengan hormat mencari komunitas ngupi baru. Cari tempat agak mojok. Ngobrol biasa, gak ada yang istimewa. Istimewanya adalah temen ngopi-nya. Ngobrolin kerjaan yang membosankan, bos yang menyebalkan. Jangan mengelak dengan bilang; “gak kok..biasa aja… Tapi kalo dalam satu hari minimal ada satu lagi aktivitas begini. Bayangkan, dalam satu minggu 5 hari kerja. Jadi minimal ada 5x kejadian seperti ini dalam satu minggu. Belum kalo ada bonus ngupi di luar hari kerja. Ini belum ditambah aktivitas serupa bersama seperti makan siang atau makan malam.

2. SMS dan telpon gak penting. Contoh malem-malem sms; “duh, mati lampu nih!”. Atau pagi-pagi; “udah sarapan?” atau report report seperti : Capek nih, males nih..bete nih. (Catatan: Kalo hepi biasanya disimpen sendiri) Lebih naik lagi derajatnya adalah leleponan malem-malem. Lupa sama waktu tidur. Gak sakit tuh kuping pegang HP (meski udah pake handsfree) sampe jam 2 malem ?

3. Mulai agak “care”, “udah makan?”, baju kamu bagus deh, aku suka… ,

Read More

Hits: 2566