Kemarin, baru pulang satu workshop tentang mengelola hidup dan merencanakan masa depan. Badan rasanya mo rontok karena kegiatannya sampai dini hari. Terus terang, secara materi menurutku tidak ada yang bener-bener baru. Semua biasa, seperti training-training serupa sebelumnya atau kurang lebih karena hanya penerapan beberapa buku yang pernah kubaca. Yang baru, adalah kenal dengan orang orang sekantor yang sebelumnya belum kenal atau kalaupun kenal cuman tau wajah dan kalau ketemu pun hanya senyam senyum.

 

Read More

Hits: 2061

Pagi pagi Pak Ed yang emang hobi ngomong, mengawali cerita-nya tentang bencana Cyclone Nargis yang baru saja melanda Myanmar. Tentang bantuan dunia, tentang pekerjaan kita meng-update segala hal berkaitan dengan bencana itu setiap hari, sedikit tentang politik politik di dalamnya yang sulit aku mengerti. Huh…agak menjemukan.

Tapi ada satu “klik” yang membangunkan aku di ujung obrolan itu, Dia bilang; Kita gak pernah tau Allah punya grand scenario yang besar di balik semua ini. Mungkin bencana Myanmar ini jadi jalan pembuka negara ini dengan dunia luar, mengingat banyak konflik di dalamnya. Seperti halnya tsunami  Aceh dan Nias, 2004 lalu, yang seolah membuka jalan atas konflik berkepanjangan yang melanda daerah ini.

Skenario?. Iya..ya.  Seperti segala hal yang saat ini tengah aku hadapi. Ya Allah, aku bukan lupa, bukan khilaf hanya perlu diingatkan akan segala hal yang sudah jadi takdirMu. Dan.. Thanks God, hari ini aku dapat “ingatan” itu dari bos-ku. Duh, berat rasanya menjalani semua ini, menjalani apa-apa yang menurutku seolah “tidak adil”. Berat rasanya untuk ikhlas dan sabar. But, that’s no other way. Hidup tetap harus berjalan dan percaya bahwa akan ada sesuatu yang disiapkan sang sutradara dibalik semua skenario ini.  Amien.

Anyway…Thanks Pak Ed, kata Cinta Laura : that’s was so coollllllllllllll!!

 

Hits: 2122

Ini kerjaan iseng si Apop& Lala, diambil di Simpang 5 Banda Aceh.  Billboard XL di aceh, customized banget loh… Ceweknya pake jilbab. Hihihi.. Sayangnya iklan versi televisi-nya gak bisa dibuat se-customized iklan luar ruang-nya. Coba kalo monyet sama kambingnya didandanin juga kayak diatas.  😛

 

Hits: 2464

Selain pindah blog, minggu ini ada pindahan lain yang gak kalah penting. Pindah rumah. Yup, setelah menempati mess lama, rumah besar bertiang tinggi yang menyeramkan itu selama nyaris sembilan bulan, akhirnya minggu ini semua penghuninya bedol desa ke rumah baru  yang lebih kecil tapi nyaman, hommy dan terpenting dekat dengan pusat peradaban.  Rumah berlantai dua dengan warna orange pupus (yang gimana tuh ya…) dilengkapi dengan pohon jambu dan pohon mangga (di tetangga) dengan halaman luas yang cocok untuk buka usaha parkiran.

 

Read More

Hits: 2108

Ini dia, kerjaan baru kalo pulang! Dititipin. Gara-gara nyempetin back to home, 28 Februari-4 Maret kemarin, ketiban rejeki-lah aku, diamanati titipan dari yang kecil dan paling mungkin sampai yang setengah mustahil. Entahlah maksud si penitip itu apa, tapi ya namanya udah janji, biar hujan, panas, gelombang, badai  hingga tsunami sekalipun tetep aku usahain semaksimal yang kubisa.

Dimulai dari titipan orang Jakarta buat dibawa dari Aceh. Suci yang nitip  tas Aceh, tiga biji. Katanya sih gak maksa, Tapi sms berkali-kali belum ditambah reminder via YM, pake webcam pula untuk menegaskan contoh tasnya. Cuman tetep pake embel-embel; “kalo lu ada waktu aja kok, vik…” Secara gue orangnya murah hati dan gak tegaan, apalagi untuk orang-orang yang pernah hidup di jaman romusha kayak dia, ya gimana gue gak iba!  So, H minus satu, aku ditemenin Bu Ruhama pun berburu tas etnik itu. Jolie kupluk itu laen lagi, tega-teganya dia nitip daun gan*** (titt..sensor).  Waduh, dengan berat hati, permintaan itu tak kululuskan karena ybs juga sepertinya tidak berminat menebus gue di bandara kalo terjadi apa-apa denganku. Insyaf-lah Hai anak manusia…. Haram!

Read More

Hits: 3052

Seorang kakak kelas ketika aku baru tiba di Aceh sempat bertanya; Eh, di kamarmu ada sarung, handuk lebar atau kain panjang, gak ?  Sebelum kujawab, kutatap matanya dalam-dalam, mencoba mencari arti pertanyaan ganjil itu. Mengerti kebingunganku, dia melanjutkan. Begini loh, Vik.. disini itu kan sering banget gempa, makanya di rumah harus selalu sedia kain panjang. Jadi misal nih, kamu mandi terus tiba-tiba terasa ada yang bergoyang-goyang, gak usah mikir lagi, langsung lari dan pake tuh handuk atau kain yang lebar.

Read More

Hits: 2204

Ini secuil cerita dari keseharian pekerjaanku di Banda Aceh. Sebagai bagian dari pengumpulan data proses rehab rekon di Aceh dan Nias, salah satu tugas divisiku adalah mendata semua proyek yang dilakukan oleh lebih dari 400 NGO yang beroperasi disini. Semua itu dituangkan dalam satu system online yang open public yang dinamai RANDatabase. Sejak tahun lalu, peng-update-an data yang continue dan mutakhir sebagai bekal pendataan asset hasil proses pembagunan pasca tsunami, dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pekerjaan ini. Apalagi sejak satu badan dunia  “mengutus” seorang Aid Advisor Coordinator khusus menangani bidang ini.

Read More

Hits: 2393

pusdatin.jpg andreabna.jpg

Kurang lebih dua minggu yang lalu ketika Apop ngabarin Andrea Hirata bakal ke Banda Aceh, senengnya luar biasa. Sebab, waktu doi “show” di Botani Square Bogor, infonya telat banget, pas nyampe Bogor dari Banda udah malem. Tapi tadi pagi, bisa juga ketemu sama si Ikal ini. Aku juga berhasil “menggembosi” temen-temen  terutama  Pusdatin crew yang tadinya gak minat banget, jadi ikutan nonton.  

Meski sempat diwarnai perdebatan masalah kostum, mulai dari kostum putri duyung, kostum barongsai (untuk mengingatkan Andrea akan Aling) hingga kostum pegawai kantor pos Bogor akhirnya tetep balik lagi ke “kostum standar BRR”.  Alhasil, jam 9 pagi teng, rombongan anak panti pasuhan itu pun sudah nangkring dengan manis di depan AAC Dayan Dawood Unsyiah.  Sayangnya, Wasi (lagi-lagi) gak bisa join karena pekerjaannya sebagai ketua kelas yang begitu menyita waktu (hiks…hiks…)  Untuk ukuran AAC yang kapasitasnya sekitar 800 kursi, acara itu terbilang sukses, apalagi di Aceh yang pembaca bukunya belum segila di kota-kota besar, sambutannya pun terhitung luar biasa.  Rombonganku pun sebagian besar dengan sedikit maksa dan ancaman ke panitia duduk di barisan pertama yang menjadi center ke panggung.  

Read More

Hits: 3336

Kebayang gak sih, tiga tahun lalu 26 Desember 2004 adalah kejadian yang akhirnya membawaku ke Aceh ?

Masih jelas dalam ingatanku, minggu pagi itu Iin datang ke rumah dengan maksud memperkanalkan suami-nya. Kami sama-sama nonton TV dan melihat tayangan gempa di Aceh. Ah…gak ada yg spesial sepertinya…Seperti bencana bencana lain yang memang terlalu sering menimpa negeri ini. Dari dalam kamar, samar-samar berita di metrotv terus mengusik hingga akhirnya diketahui ada tsunami yang dulu aku tau hanya dari pelajaran Geografi. Awalnya diberitakan korban “hanya” ratusan tetapi beranjak sore, malam hingga paginya, kita semua baru menyadari, Ya Allah besar nian bencana ini…

Read More

Hits: 2160

obat-sakit-gigi-bekam-244x300Kalimat basi “lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati”, mungkin mulai diragukan kebenarannya. Kumpulan kata itu, lebih sering dibalik menjadi “lebih baik sakit hati daripada sakit gigi” untuk melukiskan betapa duka nestapanya jika gigi terserang sejuta rasa`nyeri, perih, nyut-nyut-an dan sejenisnya. Kata-kata itu sendiri kalo tidak salah dipopulerkan sekitar tahun 80an oleh penyanyi dangdut berambut keriting -yang kalo gak salah- bernama Hamdan ATT. Agak bingung juga mengingat pastinya, karena pertama; aku adalah penggemar dangdut pada posisi second level alias tidak terlalu maniak atau dengan kata lain malu-malu mengakui kalau sebenernya menggemari musik yg katanya sudah mulai go international itu (entah kemana…) Lalu, kedua; penyanyi dangdut bermodel semi kribo dengan video klip di taman bunga yang “india banget” bukan dia seorang. Anybody can help me ? Ona Sutra ??,.. Oww.. bukan!!

Tapi sutralah…bukan itu bahasan ceritaku kali ini. Ini cerita soal gigi geligiku yang kata beberapa dokter nyaris bener-bener gak bener. Penyebabnya, mungkin kurang kalsium, kebanyakan makan sambel, ato suka males gosok gigi (hihihi..). Seingatku, awal-awal kuliah di Bogor dulu pernah juga jadi pengunjung tetap klinik gigi di RS PMI Bogor, dimana, hampir sebulan laporan ke si dokter tiap hari Rabu. Cerita punya cerita pertengahan 2007, kambuh lagi tuh gigi ..dan gawatnya, di dokter pertama langsung 3 biji gigi di-oprek-oprek. Malangnya lagi tidak ada tanda-tanda menuju kesembuhan padahal kita sudah 4 kali berkencan! Hasilnya; bengkak total! Aku pun sempat ke kantor dengan gaya makan permen. Lanjutlah ke dokter ke-dua. OMG! Diagnosis dokter kedua berbeda sekali dengan dokter pertama, padahal dokter pertama sudah terlanjur nyaris menghancurkan gigi-gigi itu. Meski dokter kedua ini si asistennya cerewet banget, ada kemajuan pesat yang menyenangkan, Sebenarnya sih masa perawatannya sendiri belum selesai sampai aku berangkat ke Nanggroe Juli 2007 lalu.

Bulan Nopember kemarin, mengingat ada Askes kantor yang rugi kalo gak dipake, kulanjutkanlah mengurus gigi-gigi itu. Tidak banyak rujukan dan pilihan dokter yang bagus di Banda Aceh, tapi aku cobalah salah satunya dengan resiko terburuk ompong sampai memang tiba saatnya menjadi ompong. Dokter yang terakhir ini, ternyata orangnya asyik, umurnya setengah baya dan keliatannya sudah cukup senior. Selain melanjutkan pekerjaan dokter-dokter sebelumnya, dokter ini juga mendoktrin harus mencabut empat buah gigi bau yang tinggal akarnya saja. Wah, kalo yang ini bener-bener belum pernah. Terbayang di otakku; pasti sakit, parah, merah dan berdarah-darah!! *Hiiiiii…* Tapi mengingat saraf gigi yang konon nyambung kemana mana itu, memang sebaiknya gigi-gigi sialan itu dimusnahkan.

Karena masih fresh graduate alias belum berpengalaman dalam hal ini, aku pun bertanya pada si dokter; “Dok, sakit gak kalo dicabut?”
Dengan enteng dia menjawab “Oh..gak kok..cuman seperti orang beranak!”
*shocked*
Kujawab; “Tapi, dok.. Saya kan belum pernah beranak!” (sambil dalam hati mengutuk: “Emang lu pikir gue kucing angora!).
Si dokter cuek sambi bilang; “Tanya aja sama yang pernah!” (Hemmm…kelincinya Jolie pasti narasumber yang tepat untuk ini).

Lalu, dia melanjutkan mencatat resep sambil bernyanyi lagu Rasa Sayange.. Aku bertanya lagi;
“Dok, dokter orang Malaysia, yah, kok nyanyi lagu itu?”
Dia langsung menatapku dengan berapi-api. “Begini yah, orang Indonesia itu..baru satu lagunya dicontek saja sudah ribut tak keruan, padahal kamu tau gak, Indonesia itu negara penjiplak, pembajak nomor dua setelah China”
*again shocked*

Di pertemuan kedua, aku datang bersama seorang teman yang sudah lebih dulu menjadi pasiennya juga dengan tujuan pencabutan. Setelah dia keluar dari ruang praktek, aku bertanya, “sakit gak?” Masih dengan kapas yang disumpel di giginya -dan takut kapas itu meloncat dengan indah- melalui kode jari jari tangan dia menjawab yang kira kira artinya “dikit kok”. Ok, aku pun dengan pede masuk ke ruangan dokter. Lagi-lagi bertanya hal yang sama ke si dokter , si dokter kembali menjawab dengan aneh.. “Yang tadi teman kamu, kan ? Sesama jomblo, kan ?? “ Rasanya sama! *dalam hati : “Itu kata elo kaleeeeeeeeeeeeee…*

Tanpa terasa, sudah 2 minggu ini aku rajin menyambangi dokter itu. Tiga dari empat gigi yang harus dicabut pun sudah sukses ditanggalkan dari kedudukan. Alhamdulillah tidak ada rasa sakit sama sekali.. Malah aku merasa lebih sehat dan nyaman. Thank you, dokter!

Hits: 2368

Lebaran tahun ini bisa jadi salah satu lebaran paling berkesan buatku. Perjalanan panjang. Banda Aceh-Medan, Medan-Jakarta-Bogor, Bogor-Jakarta-Lahat PP. Melelahkan! Apalagi ada insiden yang sempet bikin kesel pas kembali-nya. Gara-gara Mandala ke Aceh cancel, aku kepaksa lewat darat dari Medan. Cari tiket ke Aceh susyahhh-nya… Bis juga setengah mati…penuh semua. Akhirnya nambahlah bolos sehari dengan alasan gak dapet pesawat, -moga-moga gak potong gaji- (Hehehe…)
Lebaran yang juga lumayan mengharukan. Sampe Palembang pas lebaran pertama, dijemput Mama & Kiky di bandara. I feel it so touchy! Bener-bener gak biasanya.. !! Meski di Lahat 5 hari, cukuplah sebenernya… tapi aku ngerasa begitu singkat, apalagi rasanya berattt banget ninggalin Mama, nenek dan tentu saja rumahku..Mungkin karena aku semakin jauh, di Aceh- meski masih satu pulau sama Lahat. Sekarang kalo mo ketemu Mama, lebih besar prepare-nya.. Hiks.. Walau singkat tetep sempet maen ke Pagar Alam, ke kebun Om Herlan yg menyenangkan sekali, serasa bener2 back to nature, metik sayur, nangkep ikan dan mandi di air terjun.. Wuih…indah banget!
Hits: 806

Dua hari menjelang idul fitri & on MY BIRTHDAY, aku masih menghadapi meja kerjaku di Aceh sementara hampir semua teman-temanku satu persatu mulai tereliminasi dari Aceh alias mudik duluan. Duh,, kebawa suasana rasanya..pengen mudik juga cepet-cepet. Tapi apa daya emang baru bisanya besok.. 🙁
Kangen dengan suasana Bogor,..kamar hejo-ku, suara bising anak2 tetangga dan penjaja keliling yg menawarkan sejuta barang dan jasa. Ah, jadi inget, setahun atau dua tahun yang lalu. Waktu masih di swa tiap lebaran kita dapet bejibun bingkisan lebaran yang sebagian besar kebutuhan pokok yg gak mungkin aku konsumsi sendiri. Terpikir buat memberi ke pedagang dan penjaja jasa keliling. Ada tukang sol sepatu, tukang sampah, tukang sayur tua langgananku.. Rasanya terharu banget, ketika mereka menerima dengan mata berbinar hadiah yang tidak seberapa itu.
Hits: 890