Kemarin, baru pulang satu workshop tentang mengelola hidup dan merencanakan masa depan. Badan rasanya mo
rontok karena kegiatannya sampai dini hari. Terus terang, secara materi menurutku tidak ada yang bener-bener baru. Semua biasa, seperti training-training serupa sebelumnya atau kurang lebih karena hanya penerapan beberapa buku yang pernah kubaca. Yang baru, adalah kenal dengan orang orang sekantor yang sebelumnya belum kenal atau kalaupun kenal cuman tau wajah dan kalau ketemu pun hanya senyam senyum.



Kalimat basi “lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati”, mungkin mulai diragukan kebenarannya. Kumpulan kata itu, lebih sering dibalik menjadi “lebih baik sakit hati daripada sakit gigi” untuk melukiskan betapa duka nestapanya jika gigi terserang sejuta rasa`nyeri, perih, nyut-nyut-an dan sejenisnya. Kata-kata itu sendiri kalo tidak salah dipopulerkan sekitar tahun 80an oleh penyanyi dangdut berambut keriting -yang kalo gak salah- bernama Hamdan ATT. Agak bingung juga mengingat pastinya, karena pertama; aku adalah penggemar dangdut pada posisi second level alias tidak terlalu maniak atau dengan kata lain malu-malu mengakui kalau sebenernya menggemari musik yg katanya sudah mulai go international itu (entah kemana…) Lalu, kedua; penyanyi dangdut bermodel semi kribo dengan video klip di taman bunga yang “india banget” bukan dia seorang. Anybody can help me ? Ona Sutra ??,.. Oww.. bukan!!