wonder woman

kenapa harus sedih? kenapa harus marah? kenapa harus kesal? kenapa harus mellow ? padahal kamu kan “wonder woman” yang hatinya terbuat dari besi dan baja yang sudah biasa tangguh dalam semua hal yang egois memecahkan sendiri semua masalah yang tidak pernah manja sama persoalan yang tidak pernah tergantung sama siapa-siapa… tapi,..wonder woman kan juga manusia.. […]

parno

Ini tercetus gara-gara beberapa hari yang lalu, seorang sahabat  curhat  padaku (atau tepatnya kita saling bercurhat ria), tentang kekhawatiran alias parno. Bukan Parno yang mas mas jawa itu loh, tapi parno bahasa gaul dari paranoid terhadap sesuatu. Ceritanya sahabatku itu, konon sudah sangat kenyang pengalaman dalam kehidupan percintaannya (baca: in her romantic life). Kini, di usia […]

sensi…

Hah ? Lu sensitif? Sensitif darimana? dari Hongkong?. Itulah jawaban seorang teman ketika aku iseng menanyakan; “menurut lo, gue sensitif gak sih?”  Lanjutannya: Gimana bisa dikategorikan sensitif kalo temen-temen lu bisa ngomongin apa pun tentang lu tanpa tedeng aling-aling bahkan kadang kadang cenderung tidak berperasaan.  Tapi jeleknya, nih.. kata dia melanjutkan. Lu tuh kadang terlalu […]

jolie & kelinci

+ Nyak, tebak gw lagi dimana? –  Ya, mana gw tau, emang gw pikirin! + Yah, elu… gw lagi di Ragunan, di rumah sakit hewan.  –  Hahhhhhhhh ??, lu sakit ??? Sakit apa? + Bukan gw, dodol!! Tapi kelinci gue, abis jatuh dari tembok, kayaknya pendarahan gitu, dia kan lagi hamil. – Haaaaaaaaa ?? + […]

mayangsari (gak penting, gak usah dibaca)

Gara-gara semalem perempuan-perempuan mess itu nge-gosipin Mayangsari, sore ini gue iseng masukin “mayangsari” ke om google. Fantastis! Dalam waktu 0,04 detik keluar 98 ribu record ber-referensi Mayangsari. Meskipun tidak seluruh URL yang terjaring adalah Mayangsari yang dimaksud, tapi kira-kira sebegitulah bagaimana wanita Purwokerto ini merebut perhatian media. Sumpah, gue gak meng-idolakan dia, meskipun dulu (banget) […]

selalu ada rindu (the buitenzorg)

Menyusun kembali memori yang pernah terjadi dan telah menjadi bagian dari hidupku di kota ini. Juni 1994 dengan kakek tercinta untuk pertama kalinya di sini. Hanya berat yang menggelayuti hati ketika harus melepaskan satu bagian dari cinta pertama  yang sempat membuatku memanjatkan doa untuk  kekuatan menjalani hari-hari yang terasa berat. Namun,  jauh di kemudian hari,  […]

Selalu ada jalan menuju kebaikan kembali (There’s a way tobe good again)

Ini satu kisah tentang persaudaran, cinta, kasih sayang, kesetiaan, perjuangan, balas budi, keajaiban, kepengecutan, penyesalan, penebusan dosa dan takdir (again!)  yang begitu luas tetapi digambarkan dengan sangat detail dengan karakter tokoh yang kuat oleh Khaled Hosseini. Mengaduk-ngaduk emosi hingga terkadang membuatku seakan tidak sanggup untuk melanjutkan membaca. Pesan sponsor pertama; jangan baca kalau takut sedih.  […]

diskusi mie kocok

Susah rasanya mencari teman diskusi yang enak yang nyambung dan bisa setidaknya bisa meraba apa ide yang ada di kepala kita sebelum itu tercetus di ucapan. Dan buatku sendiri kadang-kadang memang lebih menantang menemukan teman diskusi dengan “aliran berbeda” , yang bisa membuat wacana berpikirku tidak seperti kacamata kuda. Tapi malam ini, beda. Setelah sampai […]

nonton buku, baca film…

Kenapa sih akhir-akhir ini semakin banyak orang-orang yang meributkan tepatnya merasa kecewa setelah menonton film yang merupakan hasil adaptasi satu buku? Harry Porter yang banyak diprotes oleh penggemar bukunya karena film “tidak seindah aslinya”, lalu ada Da Vinci Code yang memang sedikit melenceng dari bukunya.  Kabarnya The Kite Runner yang terjual 8 juta copy di […]

can you keep a secret?

Pertanyaan yang sulit, *secara* gue demennya curhat dan sering jadi tempat curhat orang. Lebih sulit, lagi gue suka ngember binti bocor.  Padahal kan ada curhat-curhat terlarang yang seharusnya jadi rahasia antara gue dan si pencurhat, kecuali kalo si pencurhat-nya juga suka ngember alias curhat sama semua orang.  Yang akhirnya jadi public secret alias rahasia umum. Ah, hidup […]

Secara gitu loh…

(diadaptasi dari beberapa tulisan orang) Aku  sebenernya agak lupa kapan pertama kali mendengar kata ini dan tidak ditempatkan sebagaimana kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Kalo gak salah sih, sekitar dua tahun lalu dan  orang pertama yang membawa kata itu masuk ke otakku, Andri alias si Opa. Lelaki infotainment yang sangat proaktif menyebarkan gosip gosip baru […]