teurimòng geunaséh..


Aceh Lon Sayang / Wednesday, December 24th, 2008

Menandai masa purnabakti, tadi malam nyaris semua personil BRR tumplek blek menikmati saat-saat kebersamaan terakhir dalam satu pekerjaan di bumi Naggroe ini. Inilah waktu dimana tidak kurang dari 450 karyawan akhirnya harus kembali ke pangkuan “ibu pertiwi”, kembali berkiprah di institusi sebelumnya atau mencoba mengais rejeki di tempat lain. Alhamdulillah aku masih dipercaya mengerjakan beberapa tugas hingga awal 2009 nanti yang membuatku gak harus buru-buru eksodus dari Banda Aceh.

Ada rasa sedih, pasti.. Biar bagaimanapun diantara mereka ada sahabat sahabat terdekatku yang sudah berbagi dan bersama dalam segala suka dan duka selama kurang lebih 1,5 tahun ini. Akhirnya toh, waktu yang mempertemukan dan waktu pula yang memisahkan. Namun begitu, masa-masa kebersamaan ini bagiku tetap salah satu tonggak penting dalam sejarah hidupku..

Aku “kehilangan” empok..temen sebelah kamar, yang setia tanpa henti mendengarkan segala curhat dengan tetek bengek yang gak penting. Selalu siap saat aku butuh tempat untuk ketawa dan nangis di malam dan siang hari, Kehilangan temen yang rajin nguras bak. Hiksss… Kita tetep bisa ketemu di Jakarta selalu ya, mpok.. Makasih dengan penuh cinta selalu buat dirimu.

 

…dan yang pasti… aku kehilangan “mie kocok”, “mouse hello kitty”, 1031,pulsa IM2, ngomel-ngomel, protes gak jelas, mie kepiting dan susu beruang. Karena yang tersisa hanya tapak tapak jalan sepanjang Lueng Batadengan semua memori gak penting di dalamnya dan catatan , 3 Juli 2007 ketika aku minta tanda tangan untuk approve permohonan email, kau tandatangani tanpa menoleh sedikit pun kepadaku. Ending ini adalah sungguh di luar dugaan. Sedih. Kecewa. Kaget. Lega. Bahagia. Semua bercampur jadi satu. Tapi aku yakin ini adalah pasti pasti yang terbaik untuk semuanya.

Tidak ada yang perlu disesali, pasti ada blessing in disquise dari semua ini. Biar Dian Piesesha aja yang bilang : bukan perpisahan yang kutangisi, namun pertemuanlah yang aku sesali..

teurimòng geunaséh..

(Visited 106 times, 1 visits today)
Share

4 Replies to “teurimòng geunaséh..”

  1. vic.. try to be natural…. kita datang dengan niat tulus untuk membantu sesama… dan sudah sewajarnya kita akan pulang untuk kembali melanjutkan hidup seperti semua. tampa mengharap pamrih dan ucapan terima kasih. karena semua kitaberikan tampa niat untuk meminta ucapan terima kasih.

  2. hahah…elo tuh GR banget siihh…padahal siapa jg yang selalu siap dengerin??…lahhh gimana coba tengah malem daku lagi mimpi enaks ehhh ada yg menggedor-gedor kamar sambil menangis (eh gak nangis yak? hihi…).

    sebenarnya dakupun sedih meninggalkan aceh, mess dan temen2 yang menyenangkan sekaligus menyebalkan seperti elooo 😛

    anyway dimanapun diriku berada tentunya seperti biasa selalu siap 3 x 24 jam (itu mah lapor yak kalo ke gap ama satpam..hihii)…

    jangan sedih lagiiiiiiiii….apalagi marah-marah gak penting…..lop yuuuuuuuuuu!!!!

  3. kak atod kok bijak sekali yaah…mengingatkanku pada kali pertama dateng ke BRR ama wasi, bawa gembolan koper gede..tanpa tau mau digaji berapa. pokoknya ke aceh, bantuin aceh..hihihi.. udah gitu gak digaji ampir 3 bulan, udah gitu karena banknya banyak yang belum berfungsi normal, sekalinya gajian di rapel, duitnya cash diamplop gede..hehe kebayang kan kayak abis ngerampok 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *