Menginap di De Best Hotel Natuna


Jalan Jalan / Saturday, December 29th, 2018

Apa ekspektasimu saat berlibur ke pulau kecil yang jauh dari pusat peradaban dan hiruk pikuk kota?

Memang, sudah banyak pulau-pulau terpencil yang menjadi daerah wisata dan fasilitasnya dapat dikatakan layak, mulai dari hotel, transportasi dan akomodasi. Namun, khusus untuk hotel Natuna saya sungguh tidak banyak berekpektasi. Pulau terdepan di utara di Indonesia ini, memang belum lama berbenah dalam bidang pariwisata. Menurut saya, bisa tidur nyaman tanpa diganggu nyamuk saja, sudah merupakan prestasi bagi daerah dulu yang lebih dulu dikenal sebagai pangkalan militer NKRI. 

Ternyata saya salah…

Awal Desember lalu saya berkunjung ke Natuna. Beberapa hari sebelumnya saya sudah memesan hotel melalui aplikasi traveloka. Tidak banyak pilihannya seingat saya. Saya memilih hotel De Best, yang keliatan dari foto-fotonya cukup nyaman dan lokasinya strategis. Harganya pun sangat terjangkau. Semalam sebelum kedatangan, saya dihubungi seseorang dari hotel yang mengatakan akan menjemput kami di bandara. Padahal saya nggak mesen penjemputan loh! Dan ternyata itu fasilitas gratis untuk tamu hotel. Wow..

Tiba di Natuna, ternyata yang menjemput kami langsung adalah Mas Edy, pemiliki hotel yang sering juga dipanggil Koko Edy, pemuda asli Natuna ganteng (yang konon mantan model, hahaha). Dia menyapa dengan ramah dan melayani seluruh pertanyaan kami selama dalam perjalanan menuju hotel. Dari mulai rumah makan, tempat hiburan sampai akomodasi untuk jalan-jalan. Semua dijawab komplit oleh beliau. Yang paling menyenangkan, selama 4 hari disana, Koko Edy setia menjadi tour guide kami! Yeay!

Sampai di hotel, kesan pertama; Oh Not bad at all kok! Meskipun bangunan asalnya ruko, ternyata kamarnya luas, bersih, amenities yang cukup lengkap, ada AC, TV, air panas untuk mandi, air dalam kemasan yang cukup dan tidak berisik walaupun dekat dari jalan raya. Ada meja tulis juga, cocok banget buat saya yang kemana-mana nenteng laptop. Hehehe

Ekspektasi saya sangat tidak berlebihan. Teringat sekitar dua tahun sebelumnya, saat kunjungan ke Pulau Selayar, hotelnya sempit, sumpek dan bukan tempat yang nyaman buat beristirahat. Mengingat karakteristik kedua pulau yang relatif sama, saya pun tidak banyak berharap.

Dengan kamar yang luas ini, kita nggak perlu khawatir jika barang bawaan berceceran dimana-mana. Bisa koprol! Hehehe.. Yang paling menyenangkan adalah, hampir setiap kamar dilengkapi dengan jendela ke luar. Ini penting banget sih buat saya, soalnya saya kurang suka kamar yang tidak memiliki cahaya matahari langsung.

Di ruang tengah, ada lobi yang lumayan lah buat ngobrol malam-malam dengan sesama pelancong. Sayangnya sofanya kurang banyak sih, padahal space-nya masih cukup luas.

Di lantai 1, ada ruangan luas yang dulunya ditujukan untuk restoran. Namun sayangnya, ketika kesana restorannya sedang tidak beroperasi. Namun tempat ini tetap nyaman untuk ngobrol dan minum-minum kopi sambil menikmati sore di Natuna.

Karena terhitung hotel budget, De Best tidak menyediakan sarapan, namun di sekeliling hotel banyak jualan makanan kok. Pegawai hotel juga akan dengan senang hati membelikan jika kita minta. Bukan cuma affordable, harga per malam yang rata-rata Rp300.000, malah bisa dibilang less price alias murah. Lumayan lah, buat subsidi silang dengan biaya tiket pesawat yang sudah mahal kesini.

De Best rekomen banget deh buat yang ada rencana berkunjung ke Natuna. Kalian bisa dengan muda booking via Traveloka.

Kalau ke Natuna, ajak-ajak saya ya… Saya mau banget lagi…

 

 

(Visited 53 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *