Jalan Jalan

Suryakencana, pecinan di sudut Bogor

Hujan semalam membuat pagi ini masih terasa basah. Saya melangkah ringan menuju Suryakencana sebuah daerah pecinan di Bogor. Pagi ini saya ingin merasakan aura tahun baru Cina di salah satu pusat kota Bogor.  Bersama seorang teman pagi-pagi kami sudah nongkrong di depan Vihara Dhanagun. Terlihat sudah banyak umat yang bersiap-siap untuk beribadah. Ternyata banyak jugaContinue Reading “Suryakencana, pecinan di sudut Bogor”

Jalan Jalan

Leuwi Hejo, the hidden beauty…

Bogor memang tidak punya pantai. Tapi kalau soal air terjun -yang di tanah Sunda sering disebut dengan nama “curug”-, wah..Bogor memang gudangnya. Tidak heran jika di musim kemarau seperti sekarang pun, air di Bogor masih cukup melimpah minimal untuk kebutuhan sehari-hari, sangat lebih dari cukup. Nah, akhir pekan lalu, kalau biasanya saya sebagai orang BogorContinue Reading “Leuwi Hejo, the hidden beauty…”

Jalan Jalan

Membunuh Cemas di Telaga Warna

Pagi ini Bogor masih basah karena hujan yang mengguyurnya sejak tadi malam. Setiap tetes hujan yang jatuh memberi bermacam cerita. Bogor kini sudah banyak berubah. Lima-sepuluh tahun lalu saya masih harus tidur berkaus kaki di siang hari, dinginnya air di kamar mandi membuat Bogor selalu ngangeni. Ini adalah minggu terakhir saya menikmati Bogor tanpa  berbarenganContinue Reading “Membunuh Cemas di Telaga Warna”

Jalan Jalan

Mencari Pagi di Kaki Gunung Salak

Ajakan seorang teman untuk menyusuri kaki gunung salak di pagi hari, sungguh sulit ditolak. Hampir dua puluh tahun menjadi penduduk Bogor tidak berarti saya sudah khatam lekuk-lekuk daerah ini. Ada beberapa deretan gunung yang melingkupi Bogor diantaranya Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Halimun dan Gunung Bunder. Saya tidak tahu pasti posisi letak geografis mereka. PagiContinue Reading “Mencari Pagi di Kaki Gunung Salak”

Jalan Jalan Obrolan

berburu kopi di kota hujan

Sejak pulang dari Aceh (huuu…Aceh meluluuuu), saya pengen bilang bahwa sejatinya hidup itu dimulai dari warung kopi. Yes, life begins at coffee shop.  Buat saya,  nongkrong di warung kopi bukan sekedar  untuk bersosialisasi, ngobrol sambil menikmati secangkir latte yang mengepul, tetapi juga tempat mencari inspirasi dengan berlama-lama bekerja di depan laptop tanpa bosan. Bahkan sangatContinue Reading “berburu kopi di kota hujan”

Aceh Lon Sayang

Makan ala Sunda di Tanah Rencong..

Lebih dari sepuluh tahun tinggal di Bogor, kadang-kadang membuat gue merasa Sunda Banget. Sttt…tapi tetep aja gue gak bisa berbahasa sunda dengan baik dan benar. Jadi, perasaan itu hanya teridentifikasi dari kedoyanan gue makan daun-daunan dan pepes-pepesan serta sambel-sambelan. Di Aceh 1,5 tahun tentu saja sering membuatku kangen sama makanan-makanan itu. Pernah satu kali akuContinue Reading “Makan ala Sunda di Tanah Rencong..”

Aceh Lon Sayang

memberi itu anugerah,,,

Dua hari menjelang idul fitri & on MY BIRTHDAY, aku masih menghadapi meja kerjaku di Aceh sementara hampir semua teman-temanku satu persatu mulai tereliminasi dari Aceh alias mudik duluan. Duh,, kebawa suasana rasanya..pengen mudik juga cepet-cepet. Tapi apa daya emang baru bisanya besok.. 🙁 Kangen dengan suasana Bogor,..kamar hejo-ku, suara bising anak2 tetangga dan penjajaContinue Reading “memberi itu anugerah,,,”