Aku bersyukur pernah bersamamu, meski itu hanya sesaat


Aku bersyukur pernah merasakan perhatianmu, meski itu hanya sesaat


Aku bersyukur pernah ada di hatimu, meski itu hanya sesaat


Aku bersyukur pernah menjadi bagian dari hari harimu, meski itu hanya sesaat..



Dan…… aku beryukur pernah jatuh cinta kepadamu,.. meski itu selamanya…


Hits: 710

Dimasa pengangguran saat ini, ternyata banyak sekali hikmah yang aku dapat. Selain bisa bangun siang dan bermalas-malasan (loh..ini mah “hikmah” buruk ya…) jadi punya banyak banget waktu untuk “bersilaturahmi” dengan teman teman.  Akibatnya profesi pengangguran agak naik dikit menjadi konsultan per-curhat-an. Padahal, sebelumnya aku tuh termasuk kategori orang yang demen curhat..dimana mana curhat. Tapi kini, justru jadi tempat curhatan orang, meski sebenernya dari jaman kuliah dulu “profesi” ini sempat aku rintis, walau kemudian terhalang karena menjadi pekerja kantoran. 😀 .  Dan ternyataaaaa…hikmah terbaiknya adalah, dari curhatan curhatan para sahabat itu, aku justru menemukan jawaban atas hampir semua problema-ku yang sering aku  curhatkan sebelumnya. Ternyata emang masalah hidup itu muter muter disana ajah.. Alhamdulillah, dari cuman ngobrol ngobrol yang kesannya gak jelas, justru melahirkan  makna bersyukur yang lebih indah.

Materi curhatnya sebenernya gak ada baru, seputar keluarga, pekerjaan dan yang paling mendominasi tentu saja masalah percintaan.  Hemm…yang ini nih, rumit rumit sepele, mudah mudah gampang. Ada temen yang terobsesi sama masa lalu suaminya, masalah perselingkuhan, masalah pacar yang belum disetujui orang tua, KDRT, pacar yang super sibuk, HTS, hubungan terlarang, hunting cewek gak dapet dapet, ditinggalin tanpa pesan, pernikahan diam-diam, suami yang punya WIL, sampe urusan kekerasan yang pake acara lapor polisi… Wuihh, kalo diwakilkan ke lagu, pasti setiap cerita ada lagunya.

Disadari atau tidak banyak diantaranya yang menyebabkan sendiri masalah masalah itu terjadi, tapi aku sama sekali tidak pernah men-judge  kalau yang sudah terjadi adalah kesalahan mereka.  Kucoba membayangkan seandainya ada di posisi itu, bisa jadi kita juga akan melakukan hal yang sama. Sekarang kita mencoba melihat dari sisi lain untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Memang melakukan tidak segampang teori-nya. Sama seperti diri sendiri, untuk menuntaskan satu masalah terkadang kita butuh waktu yang tidak sebentar dan dalam perjalanan kesana, up and down sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.  Lepas dari itu,  sebagian besar sharing dan curhat ini sesungguhnya hanya sebagai pengukuhan bahwa kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri, perlu teman dan tempat untuk berbagi.  Sebagai manusia dewasa, pada dasarnya kita sendiri sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam menghadapi masalah yang terjadi,…tapi yaa itu tadi, ada kebutuhan untuk didengarkan dan diperhatikan. Karena itulah, jika ada sahabat yang curhat,..aku tidak memaksakan diri untuk memberikan saran kalau memang tidak bisa,..toh,..mereka hanya butuh teman untuk berbagi perasaan .

Waduh,..kalo buka biro konsultan percurhatan kira-kira laku gak ya ??!!

Hits: 1826

Nyaris dua minggu ini agak sedikit “tersiksa” oleh pekerjaan yang numpuk. Tapi untungnya karena udah biasa, “siksaan” itu bisa dibikin enjoy apalagi aku punya temen temen tim yang hebat dan bisa diandalkan ( I love you, gus..). Namun sering juga terlintas betapa membosankannya semua ini dan itu yang akhirnya bikin aku merasa, “Oh No…, gue kayak gak punya kehidupan lain?!!” Tapi, setelah ngobrol-ngobrol dengan seorang temen kemarin aku tiba-tiba diingetin kalo hidupku dengan semua kejadian dan peristiwa yang pernah kualami itu berwarna banget. Asumsi seperti gak punya kehidupan lain mungkin hanya sesuatu yang tanpa kusadari aku “setting” sendiri. So terrible, isn’t it?
Ingatanku menerawang ke semua hal-hal penting yang pernah terjadi dalam nafasku. Ibaratnya hidup ini penuh dengan milestone. Lahir dari orang tua dengan budaya yang cukup berbeda, yang membuatku tumbuh dengan gabungan kultur Sulawesi dan Sumatera. Atau paling tidak menambah perbendaharaan bahasa daerah yang aku cukup pahami. Jadi aku punya “koleksi” saudara yang beda banget adat dan bahasanya kalo lagi ngumpul. Lalu masa kecilku yang menclok dari satu kota ke kota lain menambah koleksi teman-teman. Untuk temen-temen sekolah, aku nyaris gak punya temen TK yang se-SD, temen SD yang se-SMP, temen SMP yang se-SMA dan temen SMA yang sekampus. Semua berbeda. Ketika kuliah pun aku masuk di lingkungan yang dipenuhi oleh orang-orang dari 27 provinsi (btw, sekarang udah 33 ya?) Lagi-lagi membuka mataku bagaimana berbaur dan menyesuaikan diri dengan orang-orang yang datang dari latar belakang yang berbeda. Alhamdulillah bisa dibilang aku masih keep contact dengan teman-teman terdekat yang berbeda-beda wahana itu, meski pun hanya dengan perantara teknologi.
slide1
Sebagian masa kecilku adalah bahagia, tapi ada juga bagian lain yang idealnya pada saat itu belum layak aku alami. Namun itu sungguh bukan satu penyesalan justru suatu karunia besar yang kini aku sadari. Belum lagi milestone penting perjuangan Mama untuk aku dan adik-adikku yang akan selalu jadi sejarah penting sampai dunia ini tutup usia. Kalau ingat hal-hal berat kala itu, rasanya aku tidak yakin bisa melewati itu semua. Satu hal yang sudah jadi garis tanganku, bahwa selama ini apapun yang aku capai sama dengan perjuangan. Hampir tidak ada setitik hal kecil yang aku dapatkan tanpa usaha keras untuk mencapai itu. Ngomong-ngomong soal ini, aku pernah “dibaca” oleh seseorang, bahwa katanya untuk memperoleh sesuatu rata-rata aku harus melewati lebih banyak tahap dibanding orang lain padahal bisa jadi itu untuk sesuatu yang sama. In others words, nothing such an easy thing for me. Lagi-lagi itu bukan satu penyesalan yang membuatku menggerutu dan bilang bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau, tapi merupakan satu suratan dan pembuktian; my life is my fight.

Beranjak dewasa ketemu dengan puluhan teman-teman dari berbagai tempat kerja dengan karakter yang beda-beda. Herannya dari semua bos yang pernah aku temui, rata-rata punya benang merah yang sama alias nyaris se-type. Analisisku, pasti bos-bos itu ketika mewawancarai aku, mencari orang yang tepat untuk karakter mereka dan mungkin itu emang porsiku. Lucu. Karena beberapa kali loncat-loncat itu, aku juga ketemu rekan-rekan kerja yang sampai kini masih jadi sahabat-sahabat terbaik dan selalu siap membantu saat aku butuh mereka.

Tahun 2007 satu milestone lagi. Setelah capek melintasi kemacetan Jakarta, aku berani nerima tawaran kerja di Aceh. Thanks God..banyak hal terjawab setelah aku ada disini. Yang makin bikin aku percaya, jika kita memikirkan sesuatu dan berharap hasilnya adalah A, maka percayalah bahwa Tuhan akan membuka jalan tanpa kamu duga dengan solusi B yang jauhhhhhhh lebih baik daripada yang kita pikirkan. Bukan sok bijak loh, sebenernya ini juga buat ngingetin aku akan makna meminta dan bersyukur. Hebatnya disini aku ketemu temen-temen yang luar biasa. Incredible. Padahal ketika memutuskan untuk pergi kesini, sempet nangis gak jelas seminggu karena bingung. Kalo nurut kata Apop : Dasar Libra!!

Yang membuatku lebih merasa berwarna lagi, adalah aku punya banyak teman tidak hanya eks temen sekolah, kuliah atau eks temen sekantor. Tapi juga temen-temen yang aku “temuin” karena kita punya hobi yang sama. Makasih 7bi & gank-nya, you’re one of the best thing ever happened in my life. Walau mereka terkadang nyebelin, suka bikin aku marah tapi selalu ada cinta buat mereka.

Yang paling seru dan antara penting dan gak penting adalah soal berisi lima huruf bernama CINTA. Hahahaha.. pastilah ada catatan tentang beberapa orang disana, semua dengan cerita dan tema yang signifikan perbedaannya. Ada seseoang dengan inisial MA dengan cerita pendek-nya tapi panjang dalam ukuran waktu. Atau orang Kedung Halang Bogor yang menjadi salah satu milestone penting dalam hidupku. “Azzurra” yang tega banget nikah sama temenku sendiri dan bikin aku nangis 16 jam (lucunya sekarang katanya mo divorce??!!). Atau tentang seseorang yang rela nungguin di gerbang tol Bogor pada pukul 12 malam demi sekotak roti unyil. Bla.. Bla.. Bla.. Terakhir, tentu saja yang masih begitu lekat dalam ingatanku adalah Mr. Hommer yang sudah meletakkan satu catatan penting dalam hidupku sebagai seorang perempuan. Tidak itu saja, cerita cerita didalamnya bahkan setelah semuanya berakhir, membuat hidupku seperti glitter yang berpendar pendar. Meriah. Oya, banyak bagian-bagian itu aku tuliskan dalam blog ini.

Seneng, sedih, suka, duka adalah hal yang datang silih berganti. Tidak ada hari tanpa masalah yang harusnya sebagai bagian pendewasaan diri. Meskipun aku moody, sensitif, kadang-kadang gak tau malu, kadang-kadang ke-PD-an, tapi kadang kadang juga minderan aku mencoba menggangap semua itu adalah manusiawi. Walau banyak banget yang aku belum punya, namun lebih banyak lagi yang sudah aku punya. Keluarga, teman-temanku, pekerjaanku, hari-hariku, semua orang disekitarku, kenangan-kenangan indah dan buruk adalah warna-warna dalam hidupku.

Hal terpenting adalah; seandainya kamu merasa banyak hal yang kamu tidak punya, pastikan semuanya perlahan satu persatu akan jadi milikmu. Bukan seperti orang yang sudah punya segalanya, tapi perlahan satu persatu akan hilang dan bukan jadi miliknya lagi (bunch, 8 Februari 2009)

Hits: 2112

Setelah “kenal” dan beberapa kali berbincang dengan perempuan itu aku merasakan seolah menemukan diriku sendiri.

Cara bicaranya yang meledak ledak

Caranya mengungkapkan emosi

Caranya menyimpulkan sesuatu

Caranya memandang masalahnya

Caranya bercerita yang ceplas ceplos

Gayanya yang berusaha sok tegar menghadapi semuanya

dan semua yang terungkap dari lisannya..

yang akhirnya membuatku bertanya..

benarkah laki-laki itu tertarik pada satu typical perempuan yang sama ?

Hits: 1797

Setelah H2C lalu, termehek-mehek, akhirnya hari ini buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi itu sampe juga ke Aceh. Launching sih baru 28 Nopember lalu di Jakarta. Iklan di Kompas, beredar pertama masih Jabotabek. That means kalo gue nunggu buku itu eksis di Aceh, bisa jadi gue baru baca abis taun baru Imlek. Lama beeng… Hari itu, Alhamdulillah Shinta Hamel alias NTa, alias Ocha bersedia nangkring ke salah satu Gramedia di Jakarta dan bela-belain cuti (hiperbola gak sih).. Dia mendukung banget niat gue yang kalo bisa..jadi pembaca pertama Maryamah se-Aceh-nesia. Dan gak tanggung-tanggung gue pesen 6 ex. Buat anak-anak Pusdatin gak penting sedunia yang pake ngutang pula!!

Dia kirim pake TIKI yang katanya YES (Yakin Esok Sampe), nyatanya Sabtu gak sampe juga. Dodol tuh TIKI. Padahal udah bayar yang mahal. Pas ditelpon, katanya nyampenya Sabtu malem, 29 Nov, jadi gak bisa dianter. Wong, dia gak bilang YES itu gak ngitung hari libur. Gimana sih!! Gues sampe bela-belain ke kantor sabtu-minggu, eh nyampenya senen..siang pulak!

Anyway…Ini buku ke-6 yang berkorelasi dengan Laskar Pelangi, yang gue punya. Selain Tetralogi-nya gue juga sempet beli Laskar Pelangi The Phemonenon dan yang kemarin Behind The Scene-nya yang lux edition yang gue beli di Bogor minggu lalu.

So, dua malem ini gak ada agenda lain selain menuntaskan si bibik Maryamah ini.

Hits: 2088

Di Bogor minggu lalu, seperti sebelum-sebelumnya kalo pulang gue pasti belanja beberapa buku buat pelipur duka lara nestapa di Banda Aceh. Kali ini lumayan banyak, padahal yang dibeli sebelumnya dan belum juga dibaca gak kalah banyak. Dasarnya aku suka sama buku-buku manajemen dan self improvement, self development dan kolega koleganya. Tapi lama-lama bosen juga, secara hampir semua buku type itu yang pernah gue baca sebenernya intinya itu-itu aja. Muter-muter aja disitu, hanya disajikan dengan cara yang beda.

Yang kedua yang bikin gue jadi males adalah segala buku-buku tersebut kek-nya sekarang ini gak ngaruh-ngaruh banget ama gue. Karena gue pikir diri gue emang udah terbentuk apa adanya begini. Tetep aja jadi diri sendiri yang bisa sedih dan kecewa meskipun kata buku A kita harus selalu bisa being happy di segala suasana, buku B bilang positif thinking is the best way, buku C bilang: maju terus untuk mencapai tujuan, buku D bilang: Gak boleh marah-marah, itu tandanya gak bisa ngontrol diri sampai buku Z bilang : Budi dan Wati sedang berlibur ke rumah nenek, menjolok jambu.. (loh???)… Namanya juga manusia, dimana pikiran itu juga seperti kehidupan yang up & down, jadi kalo sekali-kali ngerasain sedih, kecewa, marah, benci ya wajar aja. Wong semua rasa itu diciptakan Tuhan untuk kita nikmati. So,manusiawi banget.. Gimana kita me-manage-nya aja. Ciee…ciee.. udah kayak motivator deh gue.

Lama-lama buku-buku model begitu cuman jadi “pengingat aja” kalo gue lagi butuh pencerahan atau istilah kerennya refreshing atau recharge aja untuk menepiskan segala gundah gulana resah gelisah di dunia fanah ini. Halah.

Sekarang aku lagi demen buku-buku cemen yang kalo baca-nya gak usah pake mikir 10 kali baru bisa ngerti. Gak usah pake mengerutkan kening yang sudah berkerut-kerut dan gak usah ngambil kalkulator biar paham apalagi pake buka primbon Jawa buat nyari kecocokan. Pun lagi males baca buku yang penuh romantika cinta biru membara atau merah merona (yang buat gue udah basi semua) atau buku sedih yang membuatku daku meneteskan air mata hingga berdarah-darah penuh derita. Pokoknya, prinsip gue sekarang (sekarang loh..), baca buku itu buat fun, buat seneng-seneng, hepi hepi seperti kalo kita naek Istana Boneka di Dufan (soalnya gue takut banget naek kora-kora, halilintar apalagi kicir-kicir). Seperti juga kalo kita nonton film Dono, bukan film yang bikin merinding seperti Beranak Dalam Kubur, Sundel Bolong atau Kuntilanak yang seri-nya dibuat sampe Kuntilanak 3. Btw, film yang terakhir ini gue nonton deng, sampe yang kedua. Ini mah sumpah gak serem, soalnya kuntilanaknya berbadan mirip kuda. Hahahaha.. Kalo dipasangin sama delman, pasti disebelahnya ada pak kusir yang sedang bekerja, mengendali kuda supaya baik jalannya. Hehehehe…

Seperti contoh tiga buku sinting yang gue beli minggu lalu. Kambing Jantan-nya Raditya Dika, Cado-Cado (Catatan Dodol seorang Calon Dokter) dan TIKIL (Titipan Kilat) Kami Antar Kami Nyasar. Semuanya bener-bener bikin gue serasa naek komidi puter di pasar malem. Bawaannya mau ketawa mulu. Meski mungkin ketawa gue penuh kepalsuan (hihihi…), secara di dalam hati sekarang lagi teriris-iris sembilu. Halahh.. Buku pertama, buku-nya si Raditya gue beli, karena buku itu diangkat dari blog-nya si Radith sendiri dan FYI buku ini dinobatkan sebagai Best Indonesian Blog Award 2003.

Bahasa-nya bener-bener bahasa suka-suka (good bye to Purwadarminta & JS Badudu), nulisnya semau-mau dia, ceritanya juga ancur-ancur bahkan kadang-kadang nyaris gak memperdulikan “norma-norma” kehidupan orang normal bahkan cenderung tidak berperikemanusian. Tapi biar begitu, kaidah SPOK (Subyek, Predikat, Obyek, Keterangan) sebagai unsur standar supaya satu kalimat bisa dimengerti tetep dia pake. Gue rasa gue gak perlu banyak-banyak promo-in buku dia ini disini, secara di gak kenal gue karenanya dia gak mungkin bayar gue.. heheheh.. Tapi kalo ada waktu, bisa juga deh main-main ke blog-nya dia di www.radityadika.com.

Dari buku kedua yang emang ditulis sama dokter (waktu ybs masih jadi calon dokter), gue baru tau kalo dalam dunia kedokteran, sunat itu istilahnya sirkumsisi. Tuh kan,..siapa bilang baca buku-buku cemen begini kita gak bisa nambah pinter. Emang Iwan Gayo doang yang bisa bikin pinter… Bagi anak-anak muda masa kini, FYI Iwan Gayo itu yg ngarang Buku Pintar yang jaman 80-90an yang sempet happening alias ngetop banget di republik ini.

Balik ke sirkumsisi, entah jujur entah dusta, katanya sunat itu ada model-modelnya juga loh. Ini bagus jadi referensi buat yang belum disunat atau dengan ikhlas, ridho serta tawakkal bersedia di sunat lagi. Pertama; model jengger ayam; yaitu model dengan sisa sedikit daging dibawah si burung. Kedua; model guli guli kelereng: sama kayak model pertama cuman bentuknya bulet-bulet. Ketiga; model dasi ikan cupang (kenapa mesti cupang sehhh, kenapa gak ikan mas koki,kan ekornya sama aja!!!), mirip seperti yang pertama dan kedua tapi dagingnya dibuat bercabang. Dan yang keempat model dilophosaurus (bintang pelem Jurassic Park) dimana kulit lehernya bisa mengembang kalo kaget. Hahahah.. meski gue ngebayaginnya setengah mati susah, tetep aja gue ketawa. Bener-bener gak nyangka kalo sunat bisa punya fashion juga. Kapan-kapan kalo nganggur, gue mo bikin survei ah, ..kira-kira 2009 model apa yang paling in dan bagaimana perkembangan fashion sirkumsisi ini di kemudian hari… Ada yang mau jadi responden ? Cepetan daftar ! Berhadiah voucher nginep di kantor (masing-masing) 3 hari 3 malem plus bonus piring plastik cantik. Hehehehehe…Buku ketiga juga gak kalah kocaknya, cuman gue belum abis bacanya.

Walau demikian, buat menghilangkan jejak ketidaknormalan gue gara-gara baca buku begitu dan mengembalikan ingatan gue akan kenyataan hidup yang sebenernya atau bahasa orang pinter-nya: balancing, gue tetep beli juga buku-buku yang buat re-charge seperti yang gue sebutin di awal. Sumpah. 😀

Hits: 665

Abis sakit bulan lalu, tingkat kesibukanku bukannya turun, malah tambah sibuk. Untungnya sekarang makin banyak yang bantuin gw di kerjaan rutin. Tapi yang bikin puyeng adalah masalah petinggi alias si bos yang menjunjung tinggi perfeksionisme (baca: perfeksionista) dalam setiap pekerjaan. Oke, secara sebenernya aslinya gue pun perfeksionis. Tapi perfeksionis yang begini sering melahirkan sejuta pertimbangan yang lama-lama tidak lagi menjadi pertimbangan yang esensial untuk satu keputusan. Setuju banget dalam semua hal kita emang harus memikirkan hasilnya, respon pihak ketiga dan segala dan dampak baik atau buruk yang akan ditimbulkan. Tapi kan gak harus takes time untuk hal-hal tidak terlalu prinsip ?!

Apalagi untuk waktu terbatas, dimana semua keputusan harus diambil cepat. Kenapa harus bertele-tele untuk hal-hal pendek selama esensinya sudah tersampaikan. Kalo masalah kekhawatiran mah, semua juga perlu dikhawatirkan dalam arti “dijaga” agar tidak terjadi hal-hal yang buruk. Tapi gak harus bawel dong buat urusan-urusan yang bisa jadi  diliat-nya hanya dari kacamata sendiri ?  

Capek!

Hits: 1755

 

 

Akhirnya satu tahun menggenapi sisa usia. Dari jaman dulu sebenernya aku gak concern banget sama yang namanya ulang tahun. Tapi buatku tetap ulang tahun adalah satu hari special dimana kita wajib menyapa sahabat atau kerabat kita yang ber-ulang tahun hanya untuk sekedar bilang: I still remember you…

Makasih buat sahabat-sahabat tersayang yang udah rela gak tidur (atau emang pas jaga ronda), nelpon pas jam 12 malem. Padahal sungguh, kalian asli udah ganggu tidur nyenyak gue !!! Mo marah gak sih gueee ?? Atau temen-temen lama yang meski udah gak ketemu bertahun-tahun sempet-sempetin nelpon, atau sms singkat sebagai pengganti ucapan, bahwa aku tetap menjadi teman yang mereka ingat walaupun hanya pada 11 Oktober..

Usia hanya angka-angka, tapi semoga ada kedewasaan baru dan kesabaran baru menyongsong apapun yang akan terjadi dalam hidupku..

Dan… Thanks buat sms-sms ini

Mama:  Ika, selamat ulang tahun ya.. Mama doakan semoga yang Ika cita-citakan akan berhasil

Kiky, My bro: Selamat ulang tahun yuk Ika, jangan sakit-sakit ya.. Hadiahnya ntar dicariin ….. dan ….. (cencored)

ApopHarris : Selamat ulang tahun, semoga selalu sehat lahir dan bathin. Vika memang artis..orang penting. sampe yang gak pernah balik ke aceh aja mau dateng pas ultahmu. Hepi Besdey!! inget supaya HEPI terus 😀

Arlia : Halo Bu,..gue hampir lupa hari ini ada yang ultah di pedalaman sana.. Happy b’day ya bu.. Doanya masih sama seperti tahun kemaren, biar cepet dapet jodoh. Jaga kesehatan dan jangan “maen api” lagi ya.. Hehehhe..

Itha : Vika, Met Ultah ya.. semoga selalu mendapat rezeki yang barakah dan jodoh yang baik ..

Wendy: Happy Birthday to you,  Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you dear Vika

Dea: Mbak Vika, hari ini ultah ya.. Happy Birthday to you. Moga Tuhan selalu memberikan yang terbaik.

Linna Oetje: hepi b day bu!

Waladi : Selamat ulang tahun ya, bu.. Semoga keberkahan meliputi sisa usia yang ada.. Amien..

Oiee: Vikaa…. Slamar Ultah ya… I know I’m not the first one.. Moga panjang umur dan sehat selalu…Amiennn..

Lala Silvana : Met ulang tahun ya bu!!!!

NovBrian: Vika, pa kabar lo… Met Ulang tahun ya.. Sukses dan sehat selalu..

BuTan: Vika, met ultah ye.. Semoga selalu hepi  dan dapat apa yang dimauin 😛

Nna: Nyak, Selamat ulang tahun ya.. Have a wonderful bday..

Nta :`

Dear Nyak…
Happy Bday y…
Hidup kadang harus dijalani dgn santai, just like u said…e’body has their own way to face their own life…kehidupan na sendri2 y nyak.. 🙂
Semoga apa-apa yang Nyak rasa kurang dapat segera terpenuhi. Amiiin…but dont push ur self too hard y…  

 

 

 

Ivo : hey..happy birthday ya jeng! may all ur wish come true…

 

 

 Adriani : selamat hari lahir mbak vika!
best wishes for your life and family

Lita : Selamat ultah Vika. Tetap sehat,tetap smangat..

Enrico : Happy Birthday Vika!! Wishing all the best!!

Baso Amir : Selamat ulang tahun ya Vika. Nggak ikutan warga Aceh menunggu kedatangan Hasan Tiro?

Eryka : happy bday vika (chu) sayang…..wishin all the best for ur life…keep the faith

Helvy :  Selamat milad ya! Bahagia selalu…amiin

Trie : Happy Birthday To U. Semoga mendapatkan ridho dan rahmatNya seera selalu dalam lindungan Allah, semoga apa yang slalu didoakan tentang kebaikan dikabulkan

Mas Rizya : Met Ulang tahun, Non!

 

 

Hits: 1866

Waduhh…capek banget….. akhirnya, sampe juga di Lahat. Demi cita-cita berkumpul bersama keluarga, tahun ini seperti juga tahun-tahun sebelumnya, tanggal 26 September lalu, aku meninggalkan Banda Aceh menuju Jakarta/Bogor. Tiga hari di Bogor, kusempatkan bertemu beberapa sahabat, nonton Laskar Pelangi dan tentu saja yang pasti dan harus, beres2 rumah! Setelah di Lahat ada aja kejadian untuk melatih kesabaran, salah satunya sehari sebelum lebaran ada acara nongkrong di kantor Polisi nyaris setengah hari, gara-gara di Kiki nabrak sepeda motor dan orangnya ngomel-ngomel gak penting. Padahal secara logika, motornya pun salah. Tapi dimana-mana kalo kejadian motor vs mobil, dimana mana mobil yang salah. Bener-bener gak penting!

Lebaran pertama hujan deras mengguyur Lahat, sampe-sampe lapangan yang biasa dijadikan tempat sholat semua tidak digunakan dan sebagai gantinya orang-orang memadati masjid-masjid terdekat. Rasanya lega banget bisa sholat Ied lagi bersama-sama Mama melepaskan semua beban di hati, menguatkan diri akan ada sesuatu yang lebih indah di depan sana. Walaupun kalo pulang bawaan di rumah itu hawa-nya bikin males alias bikin orang niat pengen tidur aja, yang namanya bantu-bantu tetep harus dilakukan. Huh… males banget.

Hari kedua, seperti lebaran-lebaran sebelumnya, bersama semua gank keluarga, ke Pagar Alam, bener-bener back to nature!! Ke kebun tante, memetik cabe, sayuran, main di kebun teh, ikut nangkep ikan dan mandi di air terjun. Hahahah… Kalo udah begini, berasa banget jadi “anak kota” yang tiba-tiba menjelma jadi gadis desa. Hahahah.. Oya, pemandangannya indah banget, udara yang sejuk dan air yang brrr…dinginnya bikin gak kuat. Buat yang belum tau, Pagar Alam itu kota kecil sekitar 60 km dari Lahat di kaki Gunung Dempo. Disini beroperasi perkebunan the dibawah PTP VII. Daerah ini salah satu unggulan wisata agro di Sumatera Selatan. Disini, bersama-sama sepupu sepupu kecilku, foto foto deh…

Tapi lebaran kali ini bedanya, agak males ketemu temen-temen lama. Cukuplah ngebales sms yang banyak itu. Lagi terkena syndrome “pengen sendiri dulu”.. heheheh

Semoga selalu masih ada lebaran tahun tahun berikutnya buatku dan selalu ada kebahagian lain didalamnya… Amien…

Hits: 744

16kangen

Gak sengaja, kemarin pagi nonton Inbox di SCTV, tiba-tiba aku kepincut sama satu video klip judulnya Doy. Secara gue sangat percaya dengan ungkapan cinta pada pendengaran pertama bukan pandangan pertama. Kuping gue yang kuping pasaran banget, bisa langsung tune in aja..kalo lagu ini bakal ngetop. Tau siapa yang nyanyi ? Kangen Band!! Apaaaaaaaaa ??? Langsung deh aku mendapat maki-makian dari beberapa temen :

Jolie : OMG.. Nyak, istighfar,..nyebut.. .Degradasi banget sih lu!!
Rynal: Kayaknya lu harus sholat tobat, vik..
Empok: Kangen Band yang orangnya jelek itu ???
Ibuk: Tau dari mana lu orangnya jelek ? Wong, mukanya ketutup rambut gitu kok.. gak keliatan tauk!!!’
Mb Nna : Segeralah bertobat, sebelum kena kutukan lain..
Anabella : (Malem-malem miskol, hanya untuk memastikan apakah aku sudah menggunakan lagu Doy sebagai ring back tone

Loh, emang kenapa ? Sok anak kota semua orang-orang itu. Emang lagunya bagus kok.. Enak di kuping. Emang kurang keren dibanding Rihanna atau Nelly Furtado ? Lagu dengan genre pop bercampur elemen melayu itu emang keren kok. Kenapa sih malu untuk mengakui ? Apa karena band itu berkesan norak tapi laris meski dengan caci maki, hina dina dan datang dari golongan orang-orang marginal ??

Di tengah lahirnya puluhan band-band baru, Kangen Band lahir dengan ciri khas sendiri. Coba itung udah berapa lusin band yang mengusung lagu-lagu ballad meniru model UNGU. Banyak!! Dengan karakter suara vokalis yang nyaris sama, belum genre genre lain  Secara marketing wajarlah kalo Kangen Band yang katanya norak dan kampungan itu sukses. Mereka punya diferensiasi. Bahasa kerennya mereka itu melahirkan “blue ocean” di tengah pasar music yang sudah “red ocean”. Balik ke masalah selera sih, tapi kenyataannya walau ditengarai segala kontroversi toh album perdana mereka dengan lagu andalan selingkuh mampu membuahkan satu platinum.

Kangen Band, yang lahir dari realitas kehidupan rakyat jelata, bukan produk reality show. Dodhy pernah menjadi kuli bangunan. Bebe yang bernama lengkap Novri Azwat (18) membantu orangtua jualan nasi uduk di depan Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung. Rustam Wijaya (22) alias Tama adalah penjual sandal jepit. Iim bekerja di bengkel motor, sedangkan Andika (23), sang vokalis, adalah penjual cendol keliling*. Gue selalu salut sama orang-orang yang berjuang dari bawah, yang mampu mengubah nasib bukan hanya keberuntungan semata, tapi karena kerja keras dan doa.
—-
Coba kau pikirkan, coba kau renungkan
Apa yang kau inginkan telah aku lakukan
Coba kau pikirkan coba kau renungkan
Tanya bintang-bintang hanya kaulah yang ku sayang
Coba kau katakan apa yang kau inginkan
Apa yang kau butuhkan telah aku berikan
Coba kau katakan apa yang kau inginkan
—–
Hidup Kangen Band!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hits: 3009

Kedua kalinya (seingatku), flash disk ilang lagi! Huaaaaaaaaa… capekkk.. Ilang terusss!! Mana itu, punya kantor pula! Ganti lagi!! Orang-orang di ruangan semua sudah aku tuduh sebagai terdakwa, tapi tetap belum ada yang ikhlas mengaku. Ketinggalan di rumah ? Kayaknya gak deh, udah jarang buka-buka kerjaan di rumah. Dipinjem orang? Lupa! Mungkin iya, tapi siapa?? Hayo yang minjem,ngaku! Sebelum gue kutuk jadi burung onta !!  :p

 

Trus, tadi ada yang tanya, ada file file pornoaksi dan pornografi gak ?  Dipastikan, gak ada, secara gue gak suka nyimpen nyimpen begituan apalagi di barang yang keseringan dipinjem orang daripada dipake sendiri. Tapi, yang gak bisa kupastikan apakah ada file-file “pribadi” lain?  Jangan sampe image gue rusak gara-gara romantisme gak penting yang “mungkin” kesimpen di USB itu.  

 

Barang siapa yang menemukan, menyimpan, mengantongi, melindungi, menaungi baik sengaja maupun tidak sengaja, USB mereknya Kingstone 2GB warna item, mohon dikembalikan yaa..

 

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama  Anda yang baik  🙂

 

 

Hits: 2073

Dalam satu email, Nta pernah bilang tentang aku : Kalu soal ‘bingung’…harusnya aku bisa paham……cuz since I met her, I’ve known evidently that she is quite inconsistent type of person *can I use that word?? Please excuse me if it sounds inappropriate*.  Itu gara-gara aku curhat tentang kebingunganku ketika akan berangkat ke Aceh.  What?!!  Aku dicap “inconsistent type of person!!”.   

Bingung, kenapa aku memutuskan pergi ke Aceh, resah takut disana gak bisa adaptasi, trus gak punya temen, bingung gak pede bisa kerja dengan baik. Takut ketembak, takut gak bisa karaokean. Semua..semua.. 😀

Plin-plan? Kalau dipikir pikir banyak benernya sih. Contoh kecil, jika makan di resto atau warung aku pasti bingung mau milih menu apa. Misal udah bilang sama waitress-nya;  mie goreng, tau tau entah dapet ide darimana aku ganti ke kwetiau rebus, padahal si waitress udah nyatet pesenan itu. Nanti udah sreg , mau ganti lagi pesen bakso kuah. Wah repot kan… Contoh lain; kalo mo beli baju; pasti repot. Bolak balik  sejuta pertimbangan. Akhirnya malah gak jadi beli.  Kalaupun jadi beli biasanya, selalu kembali ke pilihan pertama.  Trus ngapain tadi bingung-bingung, muter-muter semua dicobain? Belum lagi aku paling doyan melatih kemampuan bernegosiasi dengan pedagang (baca: tawar menawar). 

Sudah capek ngotot-ngototan dan sukses mendapatkan harga yang kumau, eh…tiba tiba aku berubah pikiran. Gak jadi beli. Bete gak tuh pedagang! Untungnya sampe sekarang aku belum punya pengalaman ditimpuk sama tukang jualan.

Read More

Hits: 1781

Hah ? Lu sensitif? Sensitif darimana? dari Hongkong?. Itulah jawaban seorang teman ketika aku iseng menanyakan; “menurut lo, gue sensitif gak sih?”  Lanjutannya: Gimana bisa dikategorikan sensitif kalo temen-temen lu bisa ngomongin apa pun tentang lu tanpa tedeng aling-aling bahkan kadang kadang cenderung tidak berperasaan.  Tapi jeleknya, nih.. kata dia melanjutkan. Lu tuh kadang terlalu cuek, Vik.. Lu sering kurang peka sama apa yang orang-orang sekitar lu lakukan buat elu.  Bukan dalam arti, lu gak nyadar yah, tapi kalo ada sesuatu yang sebenernya “beda”,  lu sering meng-ignore alias suka ngeyel. Anehnya, sebenernya lu temen yang care kok! (Loh!!!) Ngebingungin gak? (thanks, lyn!!)

Read More

Hits: 1848

Ih…senengnya akhirnya bisa pindah ke blog baru.. Kayaknya ini lebih enak di-explore dibanding yang dulu .  Alhamdulillah-nya lagi, dari blogspot ternyata bisa di-import kesini. Berhasil..berhasill.. yippie…

Hits: 696