Karena San Francisco bukan cuma Golden Gate…


Jalan Jalan / Friday, December 18th, 2015

Mungkin hanya di San Francisco yang biaya parkirnya “cuma” USD 82 dollar alias hampir Rp 1 juta untuk 2 malam. Pusat kota (down town) San Francisco yang padat dan berundak-undak mengikuti kontur tanahnya, membuat kota ini nyaris tidak mempunyai tempat parkir. Tidak heran biaya parkir mungkin menjadi sesuatu yang paling mahal disini. Deretan mobil-mobil di parkir di pinggir jalan, lucunya ban depannya pasti diposisikan miring sekitar 30 derajat untuk menjaga agar mobil tidak mundur.  Kotanya memang tidak se-metropolitan kota-kota terkenal lain di USA tetapi bangunan-bangunan disini sepertinya sangat ditata ketinggian dan bentuknya. Sedikit sekali saya temui gedung bertingkat tinggi. Bahkan bangunan hotel-hotel chain internasional seperti Mariott disini justru dibuat horisontal bukan vertikal.

Kota di negara bagian California ini, adalah salah satu kota dunia yang paling ingin saya kunjungi. Kalau liat foto-fotonya, sepertinya kota ini unik, eksotik dan tidak terlalu penuh hiruk pikuk ala metropolitan. Pada kunjungan kedua kali ke USA tahun ini, akhirnya saya berkesempatan menyambangi kota cantik itu setelah berkendara kurang lebih enam jam dari Los Angeles. Meski tidak bersalju, suhu SF bulan lalu lumayan dingin sekitar 10-11 derajat di siang hari. Saya sebenarnya cuma ingin berfoto di bawah jembatan Golden Gate yang maha tenar itu, beruntung adik saya pernah menetap disini beberapa tahun lalu, jadilah ia guide plus sponsor jalan-jalan kali ini.

China Town
China Town

Pagi pagi sekali kami sudah nongkrong di terminal Cable Car. Untuk naik kendaraan antik ini, kita cukup merogoh USD 7 dollar saja (mahal juga sih ya…).  Saya pun sibuk selfie sepanjang jalan. Sialnya, seorang bule ibuk-ibuk tiba-tiba komplain, karena gak mau tampangnya ikutan keliatan di kamera Saya. Hahahaha. Payah tu bule, bukannya ikutan aja..:p  Tujuan pertama kami adalah Fisherman Wharf dan Pier 39. Tempat ini sebenarnya sepertinya sebuah pelabuhan perikanan, namun sudah berubah menjadi sebuah atraksi turis. Disini kita bisa menyebrang ke bekas penjara ternama, Al Catraz. Kemudian melihat kerumunan anjing laut yang bertelekan di dermaga sehingga disebut California Sea Lion. Tentu saja disini banyak deretan tempat nongkrong dan belanja. Oya, katanya kalau kesini, kudu mampir ke Bakery Boudin. Toko bakery autentik San Francisco ini menawarkan roti-roti unik yang pasti enak. Jangan lupa, tempat duduknya yang paling pas adalah bagian samping yang menghadap langsung ke dermaga kapal-kapal nelayan. Saya disini memesan salad (seperti biasa, secara gw kambing) dan scallop soup, yang sumpahhhhh enakk banget (Insya Allah halal kok,..hihihi..)

SF3
Boudin Bakery

Eh, pulangnya…emang dasar pencinta sambel, saya sempetin mampir ke satu toko yang menjual segala macem jenis sambel. Sebagian besar memang sambel produksi Amerika dan Meksiko. Sayang banget, orang Amerika belum tahu, kalau kita di Indonesia punya ratusan jenis sambel yang menurut saya sih paling enak di dunia. Saya juga sempat mampir ke Ghirardelli Square. Tau cokelat Ghirardelli, kan? Nah, cokelat ini memang diproduksi di San Francisco. Tokonya unik, karena ada satu sisi seperti Open Kitchen yang mempertontonkan bagaimana mereka membuat cokelat. Produk Ghirardelli sebenarnya bisa didapatkan dimana-mana, cuma kalau belinya di tempat aslinya mungkin “rasanya” agak beda kali yeeee.. Apalagi banyak souvenir-souvenir lucu yang bisa jadi oleh-oleh.

SF4
Ghirardelli Chocolate

Setelah muter-muter beberapa tempat, mengingat ada satu urusan, kami harus mampir ke konsulat RI disini. Berjalan kaki di kontur lahan yang naik turun, capeknya lumayan juga. Hampir putus asa mencari lokasi kedutaan, tapi dari kejauhan saya melihat bendera merah putih ada di puncak satu bangunan. Yess, dan sampe sana saya buru-buru numpang pipis..Hahaha..

Dari sana, kami meluncur ke kampung China alias China Town-nya San Francisco. Hampir semua kota-kota besar di Amerika punya China Town. Bedanya, China Town San Francisco terhitung paling lengkap, karena populasi orang China dan Asia pada umumnya di kota ini termasuk yang paling besar di Amerika. Disini, ngapain lagi kalau bukan shopping. Berhubung saya sudah pengalaman over bagasi di kunjungan ke USA sebelumnya, kali ini saya cuma beli souvenir kecil-kecil. Eh, sebenernya sih… karena emang kali ini gak punya duit :p

SF5
Fisherman Wharf

Saya baru bisa berfoto-foto di Jembatan Golden Gate keesokan harinya. Selain hujan, waktu kami di hari pertama juga tersedot untuk mencari kangkung! Iya, kangkung! Sayur yang di abang-abang harganya murah banget ini, disini jadi satu makanan langka. Adik saya yang sudah bermukim disini lebih dari 12 tahun ngidam banget sama sayuran satu ini. Mumpung di SF, katanya… biasanya sayuran Asia lebih banyak disini. Hadeuuh, kangkung laksana berlian. Aya-aya wae.

Kenek Cable car
Kenek Cable car

Selebihnya, saya sangat terkesan dengan San Francisco. Meskipun disini banyak homeless, sepertinya kotanya cukup nyaman. Tidak terlalu hiruk pikuk, kemana-mana relatif dekat dan paling penting banyak makanan Asia. Masih banyak tempat turis lain, sayangnya tidak semua sempat didatangi. Nah, kalau ada yang ngajakin saya pindah kesana sih mau-mau aja.. Hehehe..

(Visited 563 times, 1 visits today)

5 Replies to “Karena San Francisco bukan cuma Golden Gate…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *