Satu Hari, Tiga Pulau, Empat Cerita


Jalan Jalan / Tuesday, December 29th, 2015

Orang kerja, gue liburan, orang liburan gue kerja. Yes, hidup memang harus antimainstream. Saya selalu bepergian saat orang-orang lain justru berkutat dengan pekerjaannya, begitu juga sebaliknya. Tapi di liburan natal yang panjang minggu lalu, akhirnya saya memutuskan untuk ikut merasakan eforia liburan yang mirip libur lebaran. Dan, tiba-tiba inget, beberapa bulan lalu saya sempat membeli 1 voucher untuk Oneday Trip ke tiga pulau di Kepulauan Seribu dari TukangJalan DotCom seharga Rp 83 ribu saja. Harga yang relatif murah (banget) untuk bisa menikmati pantai. Dan siapa bilang Pulau Seribu, jelek? Meski belum okeh banget sih…, Pak Ahok masih punya deretan pekerjaan rumah untuk menggarap salah satu potensi wisata bahari Jakarta ini.

Ok, back to the topic, akhirnya saya bersama dua orang teman, pagi-pagi sudah nongkrong di kampung nelayan Muara Kamal untuk menuju 3 pulau Kelor, Onrust dan Cipir. Yah, dalam bayangan saya dan hasil googling kebanyakan, jalan-jalan kesini paling hanya untuk menikmati pantai, main air dan yang paling penting, apalagi kalau bukan ngambil foto sebanyak-banyaknya, dan sesegara mungkin mengunduh ke jaringan sosial media yang kita punya. Sangat Mainstream! Kalau saya sih plus bonus bisa jadi nambah-nambahin tulisan blog. Hehehe

onrust-1

Setiba di Pulau Kelor sebagai pulau pertama yang kami kunjungi, anggapan mainstream tadi mulai berkurang. Di pulau yang pernah menjadi lokasi pernikahan dua artis ternama- ada Martelo, benteng peninggalan jaman Belanda yang bentuknya menyerupai Mini Colloseum di Roma. Tempatnya bagus buat lokasi foto-foto. Lokasinya pun hanya sekitar 30 menit dari Darmaga Muara Kamal. Asiknya, pulau ini kecil banget, ibaratnya cukup dengan pake TOA, kita sudah bisa manggil orang satu pulau. Benteng Martelo adalah bagian dari Pusat Arkeologi Pualu Onrust, yang sebenarnya merupakan kesatuan dari tiga pulau, yaitu Onrust, Kelor dan Cipir. Wujud dan bentuk Benteng Martello adalah  masih terlihat meski tidak sepenuhnya utuh. Di Onrust dan Cipir, kita bisa menemukan lebih banyak lagi reruntuhan bangunan yang nilai sejarahnya sangat tinggi. Onrust sendiri konon berasal dari kata Un-rest, karena pada jaman VOC, pulau ini sangat sibuk sebagai pusat docking kapal-kapal dagang masuk dan keluar Batavia.

20151227_093925

onrust 5
Sisa-sisa bangunan di Onrust

Puas di Pulau Kelor, kami menuju Onrust dan Cipir yang letaknya berkedekatan, akan lebih banyak lagi sisa-sisa bangunan peninggalan Belanda. Mulai dari perkantoran, penjara, rumah sakit bahkan asrama haji. Pulau Onrust dan Cipir dalam sejarahnya memang pernah beberapa kali dialihfungsikan mulai dari docking kapal, penjara (mirip-mirip Nusa Kambangan jaman sekarang) hingga pusat karantina haji pada tahun 1911. Disini juga ada makam Belanda yang antik namun sayang sudah banyak hancur akibar bencana alam dan memang tidak terurus.  Karena pernah juga dijadikan tempat pembunuhan tahanan politik dan perang serta tempat karantina orang-orang berpenyakit menular, gak heran kalau sekarang Pulau Onrust dikenal cukup angker… Hiiiiii…Syeeyeemm..

20151227_104722

Oh ya, jangan lupa mampir ke museum mini yang ada di tengah Pulau Onrust untuk tau sejarah lengkap pulau ini. Sayang, sebagian besar bangsa kita ‘agak males” belajar sejarah, dan tidak banyak yang berpikir bahwa sejarah itu punya nilai jual yang potensial banget sebagai potensi wisata. Kita jauh-jauh ke Amerikah, Eropah pasti disuguhi museum dan wisata sejarah bangsa mereka, Tapi sejarah bangsa sendiri??!! Hmm..ngaku aja dulu sering bolos pas pelajaran sejarah di sekolah.. :p

onrust 3Kalau dihitung ada empat kegiatan yang bisa kita lakukan disini. Selain foto-foto, makan-makan di bawah pohon nyiur dsini juga asyik banget. Kalau mau agak repot emang lebih enak bawa bekal makanan dari rumah, biar kerasa pikniknya. Buat yang mau mandi-mandi air laut juga bisa kok di Pulau Cipir. Meski garis pantainya tidak panjang, tapi pasir putih dan ombaknya yang tidak tinggi cocok buat mandi air laut. tentu saja bagusan disini daripada Ancol yang airnya sudah penuh polusi. Cuma yang masih minim adalah fasilitas untuk mandi atau shower untuk pengunjung. Nah, satu lagi.. buat yang suka melamun, ketiga pulau ini paling cocok buat mancing. Malah menurut saya tembok-tembok pembatas pulau memang dikhususkan buat para pemancing. Bahkan di hari biasa, tempat ini konon lebih ramai didatangi pemancing daripada wisatawan.

Yuk, kesana!

 

(Visited 254 times, 1 visits today)

One Reply to “Satu Hari, Tiga Pulau, Empat Cerita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *