Leuwi Hejo, the hidden beauty…


Jalan Jalan / Wednesday, September 16th, 2015

Bogor memang tidak punya pantai. Tapi kalau soal air terjun -yang di tanah Sunda sering disebut dengan nama “curug”-, wah..Bogor memang gudangnya. Tidak heran jika di musim kemarau seperti sekarang pun, air di Bogor masih cukup melimpah minimal untuk kebutuhan sehari-hari, sangat lebih dari cukup. Nah, akhir pekan lalu, kalau biasanya saya sebagai orang Bogor cuma leyeh-leyeh di rumah, kali ini saya tergoda juga untuk mengunjungi Leuwi Hejo yang lagi hits di kalangan pencinta trekking. Lucunya lagi, setelah baca-baca beberapa artikel, wah.. ini mah deket banget sama rumah gw! Yuk lah cus…

Menuju Leuwi Hejo
Menuju Leuwi Hejo

Berbekal Berbekal satu tulisan blog, saya pun meluncur kesana. Eh, dilala blog tersebut ternyata “menyasarkan” saya melewati jalan kampung kecamatan Babakan Madang yang blusukan, jalannya pun sedang dalam renovasi sehingga yang bisa digunakan hanya 1 jalur. Setelah berjuang hampir 40 menit eh…nembusnya di belokan Jungle Land, yang sebenarnya dari rumah saya bisa ditempuh hanya sekitar 15 menit saja. Pengen nonjok rasanya!!leuwi hejo 1

So, bagi teman-teman yang mau kesini, disarankan lewat tol Jagorawi,exit tol Sentul City. Dari gerbang tol, belok kiri ikutin terus tanda menuju Jungle Land (kurang lebih 4 km, jalanan super mulus) Menjelang pintu gerbang Jungle Land, belok kanan setelah deretan ruko ruko baru. Dari sana ikuti terus hingga ketemu pertigaan Gunung Pancar. Dari situ, belok kiri satu arah menuju Leuwi Hejo. Oya, jika belok kanan kalian juga bisa mampir ke Pemandian Air Panas Gunung Pancar. Sepanjang jalan, mata akan dimanjakan dengan pemandangan perbukitan dan sawah yang indah. Jalannya lumayan sempit, berkelok, berliku dan mendaki. Disini ada beberapa buah curug dan Curug di Leuwihejo adalah yang paling jauh.

leuwi hejo 4Perhitungan saya sih jarak dr jungle land ke lokasi kurang lebih 7 km, tapi karena beberapa jalan lumayan rusak, perjalanan bisa memakan waktu hingga 40 menit. Patokan Leuwihejo terdekat adalah jembatan kayu non permanen. Jika sudah melewati jembatan tersebut, siap-siap merasakan jalanan yang lumayan off road-nya, menanjak, berbatu dan berkelok-kelok. Banyak banyak bismillah aja deh.. hehehe..

Tidak berapa lama dari sana, kita akan melihat gapura masuk Leuwihejo. Disediakan beberapa tempat parkir disini. Karena saya datang saat musim panas, bagian tebing banyak yang rawan longsor dan tanahnya yang cokelat muda jadi berhamburan. Tapi itu bisa jadi lokasi foto yang menarik. Ini contohnya foto saya…(narsis mode on). Dari parkiran menuju air terjun kita masih jalan lagi sekitar 1 km di jalan setapak. Di beberapa bagian sudah ada warung-warung kecil yang menyediakan makanan. Fasilitas toilet pun mudah ditemui, yang keliatannya didirikan belum lama. Sampai di lokasi yang kita temui hampir semuanya bebatuan yang dialiri air jernih. Kalau panas-panas rasanya pasti ingin mandi. Curug-nya yang diberi naleuwi hejo 3ma Curug Barong atau curug Hejo harus ditempuh dengan naik lagi sekitar 200 meter. Memang unik, karena di tengah bebatuan besar itu ada lekukan yang menyerupai kolam renang tanpa bebatuan. Tinggi curug ini pun hanya sekitar 2 meteran yang membuat pengunjung bisa menjadikan puncaknya sebagai start awal untuk terjun bebas. Airnya memang berwarna hijau dengan pemandangan menakjubkan. Sayangnya saat saya datang di akhir pekan, lokasi ini ramai sekali, kalau agak sepi pasti saya lebih betah berlama-lama berendam di airnya yang segar. Curug Hejo memang keindahan alam yang tersembunyi,

Kalau punya waktu lebih gak ada salahnya mampir juga ke beberapa curug lain sebelum Leuwi Hejo dan sekalian juga main ke pemandian air panas yang searah dengan jalan pulang.  Oya, untuk kesini kesini setiap pengunjung harus merogoh kocek Rp15.000,. Sepuluh ribu bayar di gerbang awal, Rp5000, saat mau masuk puncak curug. Biaya parkir mobil Rp10000 dan biaya motor Rp5000,- tanpa hitungan jam.

(Visited 343 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *