ban-nya ketinggalan

Alhamdulillah..akhirnya pesawat itu landing dengan sempurna meski agak mepet ke pinggir dan nyaris ke lapangan rumput, tapi tetap smooth.. Huh… sempet terdera rasa cemas selama 20 menit terakhir. Keinget kalo aku nyaris gak pernah memperhatikan video atau pramugari yang memperagakan proses evakuasi jika terjadi apa-apa. Dimana pelampung ? dibawah kursikah? Atau di bagasi di atas […]

Kenangan puasa di Aceh

Ini adalah puasa pertama di haribaan Bogor tercinta, setelah dua tahun sebelumnya hampir full menjalani puasa di Tanah Rencong. Ada yang beda? Pasti.. Di Bogor, menjalani puasa di tengah keluarga sementara di Aceh berjibaku dengan teman-teman disana. Puasa pertama di 2007, Saya dinobatkan sebagai Dirdur alias Direktur dapur oleh temen-temen mess. Kerjanya krontang kronteng di […]

pusdatin’s memories

Selamat Tinggal! Terlalui sudah 2 Juli 2007-15 April 2009. Daripada melamun di pesawat, sementara tidur pun tak bisa, aku iseng buka notebook dan menengok kembali semua foto-foto selama hampir 2 tahun di tanah rencong yang mengingatkan semua peristiwa tak terlupakan selama disini. Ceritanya gak mau mellow, tapi tetap kejadian. Di setiap pertemuan, pasti ada perpisahan.  […]

alone part 2

Minggu terakhir di Banda Aceh.  Empat hari tanggal merah dan tidak kemana-mana. Selain masih ada sedikit pekerjaan yang harus dituntaskan, tanggung juga kalo harus pergi-pergi. Kapan lagi menikmati saat saat terakhir di Banda Aceh apalagi di hari Pemilu yang hanya terjadi 5 tahun sekali. Sayangnya tahun ini aku terpaksa jadi Golput, karena tidak berhasil mendapatkan […]

naik becak

Selain ngopi ngopi di pinggir kali, satu hal lagi yang paling aku sukai di kota ini. Apalagi kalau bukan Naik Becak. Jangan salah, becak yang dimaksud disini adalah becak yang ditarik dengan sepeda motor ya, bukan yang tenaganya tergantung dari genjotan si mamang. Kalo dihitung rata-rata, dalam satu minggu mungkin ada lima kali aku numpang […]

on a flight

Tidak terasa akhirnya aku harus meninggalkan Aceh yang sudah menjadi bagian dari hidupku selama hampir dua tahun ini. Tapi aku yakin tidak hanya untuk dua tahun itu, namun sepanjang tahun dalam hidupku, Aceh akan selalu jadi bagian yang tidak pernah mati. Dalam sebuah perjalanan yang membosankan,  aku membuka kembali sebuah video tsunami kutipan dari berbagai […]

ketinggalan pesawat

Seumur-umur gak pernah telat naek pesawat. Aku selalu inget kalo pesawat itu bukan angkot yang apapun kejadiannya tetep nunggu penuh baru jalan. Biasanya kalo ada teman yang ketinggalan pesawat, aku pasti dengan sukses tertawa tawa penuh kemenangan. Tapi pagi tadi kejadiannya jadi ke aku.Untuk rute rutin Jakarta-Banda Aceh via Medan. Pukul 3 pagi teng..alarm HP […]

teurimòng geunaséh..

Menandai masa purnabakti, tadi malam nyaris semua personil BRR tumplek blek menikmati saat-saat kebersamaan terakhir dalam satu pekerjaan di bumi Naggroe ini. Inilah waktu dimana tidak kurang dari 450 karyawan akhirnya harus kembali ke pangkuan “ibu pertiwi”, kembali berkiprah di institusi sebelumnya atau mencoba mengais rejeki di tempat lain. Alhamdulillah aku masih dipercaya mengerjakan beberapa […]

Makan ala Sunda di Tanah Rencong..

Lebih dari sepuluh tahun tinggal di Bogor, kadang-kadang membuat gue merasa Sunda Banget. Sttt…tapi tetep aja gue gak bisa berbahasa sunda dengan baik dan benar. Jadi, perasaan itu hanya teridentifikasi dari kedoyanan gue makan daun-daunan dan pepes-pepesan serta sambel-sambelan. Di Aceh 1,5 tahun tentu saja sering membuatku kangen sama makanan-makanan itu. Pernah satu kali aku […]

check in di permata hati

Ada ada aja kejadian bulan ini. Di Lahat sempet masuk kantor polisi gara-gara si Kiky pake acara nabrak orang. Demi kebenaran aku ikut-ikutan cari pembelaan di kantor polisi. Waktu itu sebenernya bada emang udah letoy, tapi karena kena eforia menyambut liburan jadi gak dirasa-rasain. Sebenernya ketika masih di Banda pun selama puasa yang nyaris ngopi […]

Berburu makan enak di Banda Aceh..

Sebelum kesini dulu, gak sedikit temen-temenku di Jakarta bilang, makanan di Aceh enak-enak. Wah, itu versi mereka, karena versi aku belum tentu banget. Ternyata bener, sampe disini, aku merasa makanan disini “biasa” banget. Pertama, umumnya makanannya berbumbu pedas, berminyak, berlemak daging-dagingan dan ini yang terparah (menurutku) : less of vegetable. Secara gue gak demen daging […]

salah kutip..

Dua minggu terakhir ini ikutan sibuk ngurusin tetek bengek kedatangan sekitar 300-an orang anggota PWI ke Banda Aceh untuk kongres mereka yang ke 21. Sebenernya gak ribet-ribet amat sih, tapi ada satu “insiden” kecil yang nyaris bikin rontok. Kesalahan yang mengingatkanku akan masa masa di tanah abang 3 dulu. Masalah kekurangtelitian atau kekurangtepatan yang ujungnya jadi gak […]