Kita, bagian dari Asian Games 2018
Obrolan

Kita, bagian dari Asian Games 2018

Menjadi Tuan Rumah perhelatan akbar olahraga Benua Asia, Asian Games 2018 seharusnya merupakan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Bukan apa-apa, di tengah kondisi kita yang tengah membangun dimana-mana dan pelaksanaannya tepat di tahun politik, Pemerintah bernyali mengajukan diri dan terpilih sebagai Tuan Rumah menggantikan Vietnam. Ternyata, Indonesia sendiri pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962, artinya sudah 56 tahun yang lalu! Kini, setelah sukses dengan Sea Games 2011 lalu, saatnya Indonesia unjuk gigi di ajang yang lebih bergengsi.

Sebagai masyarakat biasa, saya menyadari mau nggak mau, saya harus ikut berkontribusi. Minimal membantu gaung yang lebih luas terhadap pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Asia ini. Dan, beruntung banget beberapa hari lalu saya bersama rombongan blogger, vlogger dan penggiat sosmed diajak Menteri Pemud & Olahraga RI, Bapak Imam Nahrawi melihat kesiapan atlet-atlet kita yang akan berlaga pada 18 Agustus-3 September 2o18 nanti. Pak Menpora sendiri yang menjadi guide dalam acara ini. Di perjalanan menuju lokasi, Pak Menteri menjelaskan, setidaknya ada 3 sukses dalam pelaksanaan Asian Games ini. Pertama, sukses penyelenggaraan, kedua, sukses ekonomi dan ketiga sukses prestasi. Nah, Kemenpora menjadi penjaga gawang untuk sukses prestasi,

Jadilah kami siang-siang panas dan sedang berpuasa hari itu mengunjungi atlet cabang panahan, atletik, akuatik dan terakhir bulu tangkis. Salut saya, di tengah panas terik Jakarta mereka sudah berlatih tidak dalam hitungan bulan saja, bahkan tahunan untuk menyiapkan diri bertarung atas nama bangsa. Beberapa cabang bahkan mendapat pengayaan berlatih di luar negeri. Seperti atletik ke Jepang, Korea Selatan dan ke Amerika Serikat dan panahan ke Turki. Kata Pak Menteri, mereka nggak mudik loh! Apapun kondisinya, latihan itu wajib hukumnya. Tim atletik menargetkan  2 medali emas. Tidak tanggung-tanggung mereka sudah dilatih secara khusus oleh pelatih dan konsultan atletik terbaik di dunia, Harry W Marra asal Amerika Serikat

Sementara itu, Pelatnas panahan menyiapkan 16 atlet putra dan putri.  Bulan April lalu, di Kejuaraan Dunia tahap pertama di Shanghai, China Indonesia membawa pulang medali perunggu dalam melalui tim recurve campuran. Kami bertemu langsung dengan Ibu Nur Fitriyana yang ikut menggembleng atlet panahan kita. Nur Fitriyana adalah satu dari 3 Srikandi yang menorehkan medali pertama bagi Indonesia di Olympiade 1988. Tidak salah, kalau Pak Menteri sangat optimis, regu panahan kita kali ini juga membawa pulang medali.

Kami juga diajak melihat arena olahraga air baru yang masih gress banget (kinclong abis) dan merupakan yang terbaik di Asia. Diberi nama Aquatic Stadium dan memiliki empat kolam yang akan digunakan untuk cabang olahraga renang, renang artistik, loncat indah, dan polo air.  Kolam renang indoor ini dilengkapi fasilitas bertaraf internasional. Oya, Pak Menteri juga mengajak Richard Sambera, perenang legendaris Indonesia yang merajai kompetisi-kompetisi di Asean dan Asia pada dekade 1990-2000an. Tempatnya keren banget, saya berniat nanti ingin menonton salah satu pertandingan kesini. Penasaran sih… 🙂

Nah, sebenarnya sebagai masyarakat biasa banyak loh yang bisa kita lakukan.Tidak saja memberi dukungan moril tapi bersiap-siap banyak yang akan berubah selama Asian Games berlangsung. Sebagai contoh, kemungkinan besar akses jalan akan diprioritaskan bagi para atlet. Mungkin kita harus mengalah dengan mengurangi berkendaraan pribadi. Selain itu, wajib turut menciptakan kondisi yang nyaman agar kesan Indonesia makin baik di mata para tamu. Terakhir, kita bikin ramai sosial media biar kita makin bangga bahwa event sebesar ini ada di negara kita. Secara tidak langsung, ini akan menarik para pemilik modal untuk berbisnis terkait event, tentu ini bisa membantu perputaran ekonomi kita.

Ayo Indonesia. Kita adalah bagian dari Asian Games 2018.

Foto-foto : Tim Humas Kemenpora

 

(Visited 22 times, 1 visits today)

Indonesia Lover & Penikmat kopi

2 thoughts on “Kita, bagian dari Asian Games 2018”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *