Cirebon, the rising star..

bingung mau makan yang mana?!

Ada dua kota kecil yang sekarang mulai menjadi pembicaraan di pariwisata nasional: Banyuwangi dan Cirebon. Penasaran juga sih,.. dan akhirnya minggu lalu saya sempat main ke Cirebon yang dijuluki kota Para Wali. Saya bersama tiga orang teman berangkat dari Stasiun Gambir pukul 9 pagi menumpang Kereta Argo Jati. Dengan biaya sekitar Rp140.000,- untuk kelas eksekutif, perjalanan selama kurang dari tiga jam ini sangat tidak terasa. Ini kali pertama saya ke Cirebon, kaget juga ternyata Jakarta-Cirebon hanya 3 jam! Katanya sih kalau pake bis atau bawa mobil bisa hingga 6 jam. Selain bis, ada alternatif kereta ekonomi yang cukup murah, tapi mungkin laju-nya gak se-ngebut Argo Jati. Hehehe..

tiff infomation
Cirebon yang kian berbenah..

Tiba di stasiun Cirebon, kota kecil dan baru menanjak pariwisatanya, sudah berdiri sebuah Starbucks. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan kedai kopi van Amerika itu bisa jadi indikator pembangunan sebuah daerah. Kami kemudian menuju sebuah hotel tidak jauh dari stasiun. Hampir di setiap sudut Cirebon kini dipenuhi hotel, bahkan beberapa diantaranya adalah hotel jaringan dunia. Kami menginap di Hotel Sidodadi yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari stasiun. Hotel yang murah, bersih dan dekat dengan pusat kota.

Meskipun tidak terlalu istimewa, jalanan di kota Cirebon sepertinya mulai ditata sebagai kota wisata. Sebuah sumber mengatakan, Cirebon makin ramai dengan pelancong sejak infrastruktur dan rute kereta api kesini dibenahi total. Thanks Pak Jonan!

Dari hasil googling, Things to do di Cirebon ada 3 jenis: wisata religius, belanja batik dan yang pasti wisata kuliner. Baru sampai dengan perut yang super keroncongan kami mampir makan di Nasi Jamlang Bu Nur. Beragam lauk yang mengundang selera membuat antrian yang lumayan panjang menjadi tidak terasa. Nasinya dibungkus kecil-kecil dengan daun jati, tipikal bungkusan yang sering dipakai di daerah pesisir. Saya memilih lauk pauk yang jarang saya temui di tempat lain seperti tumis kering tauco dan pepes rajungan. Dengan porsi yang lumayan penuh plus satu gelas es teh manis harganya hanya Rp14 ribu saja!. Rekor murahnya buat turis lokal setelah harga BBM naik. Hihih.. Saat makan siang, kami mencoba Empal Gentong yang sudah sangat tenar. Makanan sejenis soto ini memang enak, tapi lumayan nambah lemak dan kolesterol. Hati hati buat yang lagi diet. Nah, saat makan malam kami sempat bingung mau makan apa lagi. Untungnya Mas Yudi, pengemudi mobil rental kami mengusulkan makan di Restoran Klapa Manis, sebuah restoran di jalan raya Kuningan yang memiliki view keren. Resto ini letaknya di dataran tinggi, seperti jalanan menujuk Puncak Bogor. Sayangnya karena malam dan habis hujan saya tidak mendapatkan foto yang bagus disini. Oya, makanannya enak dan harganya cukup bersahabat.

Besoknya, kami mampir ke Keraton Kasepuhan yang masih dihuni oleh keturunan ke-18 Sunan Gunung Jati bernama Pangeran Adipati Arief dan keluarganya. Kesan pertama saya, hmmm..keraton bersejarah ini kurang terawat. Saat saya kesana, terlihat beberapa pekerja bangunan sedang merenovasi beberapa bagian. Beberapa bangunan dijadikan museum, sayangnya lagi barang-barang yang dipamerkan sepertinya kurang sentuhan jadi nilai sejarahnya kurang terbawa.

satu sudut di Kasepuhan
satu sudut di Kasepuhan

Semoga pemerintah Cirebon makin punya perhatian lebih terhadap aset budaya ini.  Sayangnya saya tidak sempat menyambangi Keraton Kanoman dan dua keraton lain. Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata unik di Cirebon seperti Masjid Agung, Gua Belanda, Makan Sunan Gunung Jati dan Gedung Perundingan Linggar Jati. Selain itu juga ada wisata alam seperti Situ Sedong dan Cikahalang.

Pintu masuk Kasepuhan
Pintu masuk Kasepuhan

Bagian paling menarik tentu saja; shopping! Sebuah kawasan bernama Plered sangat terkenal dengan Batik Trusmi-nya. Trusmi adalah nama legenda pembatik di daerah ini. Batik ini dikenal karena warna dan coraknya yang lebih berani. Jadi gak usah takut dibilang mau kondangan kalau pake batik Trusmi. Saking banyaknya yang jualan batik, kita dibuat bingung mau mampir ke toko yang mana. Dari harga jutaan hingga 20 ribuan ada di sini. Akhirnya kami pun berlabuh di sebuah toko grosir yang harganya lebih murah. Oya, di daerah ini juga ada makam Eyang Trusmi sang legenda batik Cirebon yang turut sering dikunjungi turis.

..dipilih..dipilih...dipilih...
..dipilih..dipilih…dipilih…

Sebelum kembali ke Jakarta, jangan lupa mampir membeli oleh-oleh. Deretan toko oleh-oleh menjamur di pusat kota Cirebon. Lagi-lagi untuk mendapatkan harga murah (#uhuk) kami memilih belanja di Pasar Pagi Cirebon. Asikk..disini bisa nawar. Saya paling doyan dengan tape ketan berbungkus daun jambu yang rasanya manis dan legit. Saya juga membeli beberapa jenis ikan asin. Ini wajib, karena hasil laut adalah komoditas unggulan Cirebon. Selain buat dinikmati, membeli hasil produksi nelayan dan produsen macam-macam makanan disini sama dengan membantu ekonomi mereka.

ragam ikan asin favorit sayah!
ragam ikan asin favorit sayah!

Meski baru beranjak, yuk kita sama-sama bantu wisata Cirebon dan nasional. Tidak usah muluk-muluk sampai harus menarik wisatawan asing, orang lokal Indonesia aja sendiri masih banyak yang ogah jalan-jalan di negaranya sendiri. Bapak dan Ibu di Pemda Cirebon, masih butuh kerja lumayan keras nih, untuk menaikkan pamor Cirebon yang mulai kelihatan. Sebagai blogger saya cuma bisa bantu menulis. Semoga makin banyak yang tertarik main ke Cirebon, kota kecil, tenang dan penuh makanan enak!

(Visited 323 times, 1 visits today)

7 Comment

  1. bundut says: Reply

    bawa sirup tjampolay ga??

  2. fandhy says: Reply

    wah bisa nih kapan kapan mampir ke cirebon

  3. […] Baca selengkapnya… […]

  4. Saya suka batik Cirebon yang mega mendung.

  5. kayaknya kalau ke cirebon ada banyak makanan yang bisa dicobain ini 😀 :9

  6. #PaketTourCirebonHEMAT
    Paket Tour Cirebon Hemat *Keraton Kanoman (Silent Palace)

    ITINERARY
    09.00 – 09.30 Jemput di Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    09.30 – 10.00 Melewati Bangunan Cagar Budaya *Jajanan Khas Cirebon
    10.00 – 11.00 Tour Keraton Kanoman
    11.00 – 12.00 Tour Goa Sunyaragi
    12.00 – 13.00 Makan siang Empal Gentong H. Apud
    13.00 – 14.30 Tour Industry Kerajinan Kerang
    14.30 – 16.30 Belanja di Desa Trusmi Batik
    16.30 – 17.30 Oleh – oleh Khas Cirebon
    17.30 – 18.00 Kembali ke Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    18.00 – Tour Selesai

    HARGA PAKET TOUR CIREBON :
    Rp370.000,- (5 Orang)
    Rp295.000,- (10 Orang)
    Rp245.000,- (20 Orang)
    Rp205.000,- (30 Orang)
    Rp185.000,- (40 Orang)
    Rp165.000,- (50 Orang)
    Rp145.000,- (60 Orang)

    HARGA TERMASUK :
    ARMADA WISATA, MOBIL / ELF / HIACE / BUS MEDIUM / BIG BUS (AC)
    TIPS DRIVER, BBM, PARKIR
    TOUR GUIDE
    MAKAN PRASMANAN 1X (KHAS CIREBON)
    JAJANAN PASAR 1X (KHAS CIREBON)
    AIR MINERAL 600ML
    HTM OBJEK WISATA
    LOKAL GUIDE

    RESERVASI & BOOKING :
    PLESIR WISATA GROUP
    0231-324282, 087710663947

  7. Ikan asinnyaaaa….

    Cirebon semakin maju ya sekarang

Leave a Reply