2012: sebuah kaleidoskop dan refleksi


Obrolan / Sunday, December 30th, 2012

Tahun 2012, bagi saya adalah satu periode dengan kondisi jiwa dan batin seperti naik roaller coaster atau seperti naik ontang anting di Dufan. Terpelanting kesana kemari, naik turun, takut, cemas tapi diselingi banyak kegembiraan dan berkah.  Campur aduk. Setelah menyelasaikan pendidikan master saya di akhir 2011, awal 2012 saya diterima di kantor saya yang sekarang (ukp.go.id). Bagi saya bekerja di UKP4, seperti sebuah rendevouz dari pekerjaan lama di Aceh dulu. Ya, karena pimpinan lembaga ini adalah juga atasan saya di BRR dulu. Beberapa kolega-nya pun adalah teman lama. Suasana kerja yang dibangun juga kurang lebih sama. Bedanya, sekarang saya berkantor di Jakarta bukan di Banda Aceh dan bekerja untuk cakupan yang lebih nasional. Its grateful!

Di sisi kehidupan pribadi, bagi saya 2012 adalah tahun pengayaan batin yang luar biasa. Setelah satu puncak tragedi di Maret 2012, banyak cara pandang saya yang berubah terhadap sebuah hubungan manusia.   Tapi ibarat roda kehidupan, periode ini adalah sebuah titik balik maha penting bagi saya. Ini adalah cerita sebuah cinta, kasih sayang yang berujung mentally abusing. Duh, kalo teringat itu, mau nulisnya saja rasanya gak sanggup.  Tapi tidak apa-apa, setiap manusia pasti pernah punya periode berat dalam hidupnya.  Apapun yang sudah terjadi, ya sudahlah. Pasti ada hikmahnya entah besar  atau kecil yang ketahuannya juga entah kapan. Sedikit trauma di kejiwaan saya, tapi sepertinya saya tidak punya alasan untuk berlama-lama di masa lalu.  Memang tidak ada ilmu yang lebih sulit dipelajari selain ilmu ikhlas.  Dan saya rasa, nilai keikhlasan saya sudah terdongrak signifikan karena peristiwa ini. Sedih, tapi tetap bersyukur. Alhamdulillah ya, Allah…

Ada yang pergi, pasti ada yang datang. Mungkin saya memang belum beruntung untuk urusan “pribadi”, tapi tahun ini saya dilimpahi banyak berkah yang dulu sepertinya di luar kemampuan saya. Selain mensyukuri pekerjaan baru saya tahun ini saya diberi kepercayaan menulis dua buah buku. Bukan buku besar, sih.. tapi paling tidak ada, saya punya portofolio baru yang bolehlah…saya tarok di CV. Hehehehe. Buku pertama; Manual Guide Decission Support System For Sustainable Peaceful Development in Aceh, Database Rencana Pembangunan Gampong  yang merupakan proyek dari World Bank. Buku kedua masih tentang Aceh (teteuppp ya, booo.).  Silakan diliat di tautan ini.  Ini adalah milestone penting bagi saya. Akhirnya, saya bisa punya sesuatu  (untuk Aceh) dan untuk cita-cita saya menjadi seorang penulis sungguhan (Amin..) Oya, kumpulan tulisan di blog ini juga sedang dalam proses dibukukan. Mohon doa restunya dari teman-teman semua. Pada 2012 ini juga saya menempati rumah baru kecil mungil meski statusnya belum lunas alias masih nyicil. Hihihi.. Rumah yang konsep interiornya saya rancang sendiri dan terus pengen didandanin jika ada rejeki lagi.

Banyak hal-hal lain yang memorable, namun secara garis besar tahun ini saya diberi banyak karunia, teman-teman baru, pekerjaan baru dan tantangan tantangan hidup yang Insya Allah akan menjadikan saya lebih dewasa menghadapi hidup saya ke depannya. Meski kondisi iman terkadang juga seperti cuaca yang berubah-rubah, Alhamdulillah selalu ada yang mengingatkan saya kalau saya tidak pantas untuk tidak bersyukur. Mulai dari anak kecil penyemir sepatu, tukang buah buta keliling yang lewat di depan rumah hingga abang becak renta di depan stasiun Bogor.

Resolusi 2013? Banyak! Tapi yang paling penting, saya selalu minta dikasih kesehatan lahir batin sama Tuhan agar semua cita-cita bisa tercapai.  Tidak kalah penting lagi, masiih harus terus memperdalam ilmu ikhlas. Agar segala daya upaya yang kita lakukan, hasil sepenuh-penuhnya saya tawakkal-kan kepada Tuhan. Semoga. Amin.

(Visited 87 times, 1 visits today)
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *